Laqadja akum rasulum


web stats

Jumat, 20 Februari 2026

MALAM KITA BELAJAR PULANG

MALAM KITA BELAJAR PULANG

Di suatu malam, di zaman Nabi Muhammad SAW, datang seorang lelaki yang dadanya penuh dosa.
Ia tidak menyusun alasan.
Ia hanya berkata dengan jujur,
“Wahai Rasulullah, aku telah menzalimi diriku.”
Tak ada bentakan.
Tak ada hardikan.

Rasulullah SAW justru membuka pintu harapan,
mengajarinya taubat dan menguatkan hatinya.

Di malam lain, seorang sahabat menangis tersedu-sedu karena satu kesalahan.
Ia mengira dosanya telah menutup semua pintu langit.

Namun Rasulullah SAW menenangkannya,
seakan berkata:
“Selama engkau mau kembali, Allah tidak pernah menutup pintu.”

Begitulah Islam datang:
bukan untuk mematahkan orang berdosa, tetapi menuntun mereka pulang.

Allah berfirman:
“Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah.” (Az-Zumar: 53)

Ayat ini turun bukan untuk orang yang merasa suci,
tetapi untuk mereka yang merasa kotor dan ingin dibersihkan.

Dan Allah juga menegur dengan lembut:
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah?” (Al-Hadid: 16)

Bukan ancaman.
Hanya satu pertanyaan.
Namun cukup untuk merobohkan kesombongan dan membangunkan hati.

Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah lebih bergembira dengan taubat seorang hamba daripada seseorang yang menemukan kembali untanya yang hilang di padang pasir.” (HR. Muslim)

Artinya, taubat yang datang malam ini— meski mendadak, meski terlambat— disambut Allaah dengan kegembiraan, bukan kemarahan.

Renungan ... 
Mungkin kita bukan orang terbaik.
Mungkin shalat kita belum khusyuk.
Mungkin dosa kita lebih banyak daripada amal.

Tapi malam ini,
selama hati masih mau tunduk, selama bibir masih bisa berdoa, pintu pulang masih terbuka.

Allahumma innā nas’aluka riḍāka wal-jannah,
wa na‘ūdzu bika min sakhathika wan-nār.

Ya Allah, di malam ini kami datang bukan membawa kebanggaan, melainkan membawa pengakuan.
Ampuni yang kami sembunyikan, perbaiki yang kami rusakkan, dan terimalah kepulangan kami meski langkahnya tertatih dan penuh salah.

Jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri cahaya. Aamiin ya rabbal aalamin. 


Tidak ada komentar: