Laqadja akum rasulum


web stats

Sabtu, 23 Mei 2026

QURBANLAH TIAP TAHUN

QURBANLAH TIAP TAHUN

Ada orang yang gajinya besar, tetapi Idul Adha selalu lewat tanpa qurban.

Ada pula seorang tukang becak, penghasilannya pas-pasan, bajunya sederhana, tangannya kasar karena bekerja di jalanan—namun setiap tahun namanya selalu tercatat sebagai orang yang berqurban.

Apa rahasianya?

Bukan karena ia kaya.
Tetapi karena ia mencicil niatnya dengan istiqamah.
Setiap hari ia memasukkan uang Rp5.000… kadang Rp10.000… ke dalam celengan kecil bertuliskan:
“Celengan Qurban.”
Saat orang lain membeli hal yang tidak perlu, ia menahan diri.
Saat orang lain berkata,
“Aku belum mampu,”
ia berkata dalam hati:
“Kalau bukan sekarang mulai menabung, kapan lagi aku bisa menjadi tamu Allah di hari qurban?”

Hari demi hari berlalu.
Uang receh yang tampak kecil itu perlahan berubah menjadi pahala besar.
Sebulan… dua bulan… setahun…
Dan ketika takbir Idul Adha berkumandang, seekor kambing gemuk berdiri di depan rumah sederhananya.
Anak-anaknya tersenyum bangga. Istrinya menitikkan air mata haru.
Bukan karena mereka kaya, tetapi karena Allah memuliakan orang yang bersungguh-sungguh mendekat kepada-Nya.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)

Dalam ayat lain Allah menegaskan:
“Daging dan darah hewan qurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”
(QS. Al-Hajj: 37)

Qurban bukan perlombaan kemewahan.
Allah tidak melihat besar kecilnya sapi atau kambingmu.
Allah melihat perjuanganmu menundukkan cinta dunia demi taat kepada-Nya.

Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan qurban.”
(HR. Tirmidzi)

Karena itu, jika tahun ini belum mampu berqurban, jangan putus harapan.

Mulailah dari sekarang.
Buatlah celengan qurban di rumah.

Ajarkan anak-anak memasukkan receh ke dalamnya.

Biarkan rumah kecil itu menjadi saksi tumbuhnya niat ibadah.
Rp5.000 sehari mungkin terasa kecil.
Tetapi di sisi Allah, istiqamah kecil lebih dicintai daripada semangat besar yang cepat hilang.

Siapa tahu, tahun depan:
nama Anda dipanggil panitia qurban…
anak-anak Anda menyaksikan kambing qurban di halaman…
dan langit mencatat Anda sebagai hamba yang rela berkorban demi Allah.

Sebab sering kali, qurban pertama seseorang bukan dimulai dari uang banyak…
tetapi dari sebuah celengan kecil dan hati yang tidak pernah berhenti berharap kepada Allah.

Tidak ada komentar: