Kamis, 16 Januari 2025

WAHAI PASUTRI MUDA JADILAH BIJAKSANA

WAHAI  PASUTRI  MUDA 
JADILAH  BIJAKSANA 

Dalam Islam, hubungan pasutri didasarkan pada saling pengertian, kasih sayang, dan keadilan. 

Jika suami berlebihan dalam meminta perhatian atau selalu ingin diikuti perintahnya tanpa memperhatikan kondisi istri, maka pedomani kajian ini.

1. Suami memang memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin keluarga (qawwam), sebagaimana firman Allah:

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita...”
(QS. An-Nisa: 34)

Namun, KEPEMIMPINAN INI harus didasarkan pada prinsip KEADILAN, KASIH SAYANG, dan TIDAK MENZALIMI ISTRI. 

Pemimpin tidak boleh otoriter atau berlebihan dalam menuntut, karena KEPEMIMPINAN adalah AMANAH yang harus dijalankan dengan BIJAKSANA.

2. Rasulullah saw bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluar ganya. Dan aku adalah yang paling baik terhadap keluar gaku.” (HR. Tirmidzi)

Jadi jika suami berlebihan  menuntut perhatian atau perintahnya selalu ingin diikuti, tanpa memperhatikan kondisi istri, BERTENTANGAN dengan sunnah Nabi. 

Islam mengajarkan hubungan suami istri harus dilandasi dg TA'AWUN (tolong menolong) dan pengertian.

3. Hak dan Kewajiban Istri

Istri memiliki kewajiban untuk menaati suami jika tidak bertentangan dengan syariat. Karena, ISTRI juga punya hak untuk dihormati, dipahami, dan tidak terbebani secara berle bihan. 

Ketaatan kepada suami tidak boleh mengabaikan HAK ISTRI terhadap dirinya sendiri, seperti HAK untuk ISTIRAHAT, KESEHATAN, HIBURAN ATAU KEBAHAGIAAN.

4. Menurut pandangan Islam 
a. Sikap suami yang terlalu menuntut perhatian atau selalu ingin dituruti tanpa melihat kondisi istri dapat dikategorikan sebagai tindakan zalim. Rasulullah saw bersabda:

“Sesungguhnya kezaliman itu adalah kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Muslim)

b. Jika suami berlebihan, istri dianjurkan untuk mengingatkan dengan cara yang lembut, berdasarkan dalil dan akhlak yang baik.

5. Solusi Islaminyah, Bicarakan dengan jujur dan terbuka tentang perasaan istri tanpa menyalahkan.

Ajak suami memahami bahwa rumah tangga yang baik adalah yang SALING MENDUKUNG, BUKAN YANG DIDOMINASI salah satu pihak.

Mintalah kepada Allah agar suami diberi kelembutan hati dan bimbingan pada jalan-Nya.

Konsultasi dengan orang alim. Jika dialog tidak membuahkan hasil, libatkan orang yang dipercaya, seperti ulama atau keluarga, untuk menengahi.

Kesimpulan

Suami yang berlebihan dalam menuntut perhatian atau ketaatan harus diingatkan bahwa KEPEMIMPINANNYA adalah AMANAH, dan BUKAN untuk MENZALIMI ISTRI. Istri pun tetap bersikap sabar, bijak, dan mencari solusi yang sesuai dengan ajaran Islam.

Semoga Allah selalu menjaga dan merahmati keluarga kita dengan Rahmat yg setinggi tingginya, aamiin yarabbal 'alamiin, ya sayyidi ya rasulullah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar