Islam Tidak Gontokan Dg Agama Lainnya
Surah Asy-Syura ayat 15
Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu serta janganlah mengikuti hawa nafsu mereka, dan katakanlah: “Aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah, dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah akan mengumpulkan antara kita, dan kepada-Nyalah (kita) kembali.”
Kupasan Ayat:
Ayat ini menunjukkan sikap Islam dalam menghadapi perbedaan keyakinan. Allah memerintahkan Rasulullah SAW dan umatnya untuk berdakwah dengan tegas, tetapi tetap adil, tanpa mengikuti hawa nafsu atau kebencian terhadap agama lain. Berikut penjelasannya:
1. Seruan Dakwah dengan Keteguhan dan Keikhlasan
Allah memerintahkan Rasulullah SAW untuk menyeru manusia kepada Islam dengan penuh komitmen dan tetap istiqamah dalam menjalankan perintah Allah.
Dakwah dilakukan tanpa tekanan, melainkan dengan hikmah dan nasihat yang baik (QS An-Nahl: 125).
2. Pengakuan atas Kitab-Kitab Allah
Ayat ini menegaskan bahwa umat Islam diwajibkan untuk mengimani semua kitab yang diturunkan Allah kepada para nabi sebelumnya, seperti Taurat, Zabur, dan Injil, selama masih asli dan belum diubah.
Ini menunjukkan penghormatan Islam terhadap agama-agama samawi lainnya.
3. Keadilan dalam Interaksi
Rasulullah diperintahkan untuk berlaku adil di tengah masyarakat, termasuk terhadap orang-orang non-Muslim.
Keadilan adalah nilai utama dalam Islam, bahkan terhadap mereka yang tidak sepaham (QS Al-Maidah: 8).
4. Menghormati Perbedaan Amal
Islam mengajarkan bahwa setiap manusia bertanggung jawab atas amal perbuatannya sendiri. Umat Islam tidak boleh memaksa keyakinan mereka kepada orang lain.
Kalimat “Bagi kami amal-amal kami, dan bagi kamu amal-amal kamu” menunjukkan prinsip non-pemaksaan dalam beragama (QS Al-Baqarah: 256).
5. Tidak Ada Permusuhan
Islam menolak permusuhan atau kebencian hanya karena perbedaan agama. Sebaliknya, umat Islam diperintahkan untuk menyerahkan urusan ini kepada Allah, yang akan memutuskan segala sesuatu di hari akhir.
6. Ketergantungan kepada Allah
Ayat ini mengajarkan umat Islam untuk berserah diri kepada Allah atas hasil dakwah. Urusan hidayah dan keputusan akhir adalah milik Allah semata.
Kesimpulan:
Surah Asy-Syura ayat 15 menegaskan bahwa Islam adalah agama yang menghormati keberagaman dan menekankan keadilan dalam berinteraksi dengan orang lain, termasuk mereka yang berbeda keyakinan. Tidak ada tempat bagi kebencian atau permusuhan atas dasar agama, karena setiap orang akan bertanggung jawab atas amalnya sendiri. Sikap ini mencerminkan ajaran Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam (QS Al-Anbiya: 107).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar