Tuntunan Shalat Lengkap Sesuai dengan Mazhab Syafi'i,
beserta artinya, hikmah, dan penjelasan singkat:
1. Niat
Bacaan Niat
Untuk shalat wajib (contoh: shalat Subuh):
أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّٰهِ تَعَالٰى
Ushalli fardhas subhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.
Artinya: Aku berniat shalat fardu Subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.
Niat diucapkan di dalam hati saat takbiratul ihram.
2. Takbiratul Ihram
Bacaan
اللَّهُ أَكْبَرُ
Allāhu Akbar
Artinya: Allah Maha Besar.
Hikmah:
Takbir ini adalah pernyataan meninggalkan segala urusan dunia dan menghadap Allah sepenuhnya.
3. Membaca Doa Iftitah (Sunnah)
Bacaan
اَللّٰهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
اَللّٰهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ
اَللّٰهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ
Allāhumma bā‘id bainī wa baina khaṭāyāya kamā bā‘adta baina al-masyriqi wa al-maghrib. Allāhumma naqqinī min khaṭāyāya kamā yunaqqa al-tsaub al-abyaḍ min al-danas. Allāhumma ghsilnī min khaṭāyāya bi al-tsalji wa al-mā’i wa al-barad.
Artinya: Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana kain putih dibersihkan dari noda. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju, air, dan embun.
4. Membaca Surah Al-Fatihah (Wajib)
Bacaan
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ
اِیَّاكَ نَعْبُدُ وَاِیَّاكَ نَسْتَعِیْنُ
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِیْمَ
صِرَاطَ الَّذِیْنَ اَنْعَمْتَ عَلَیْهِمْ غَیْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَیْهِمْ وَلَا الضَّآلِّیْنَ
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm. Māliki yawmid-dīn. Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn. Ihdināṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. Ṣirāṭal-lażīna an‘amta ‘alaihim gairil-maghdūbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn.
Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Yang menguasai Hari Pembalasan. Hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan pula (jalan) mereka yang sesat.
5. Membaca Surah atau Ayat Pendek (Sunnah)
Contoh: Surah Al-Ikhlas
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
اللَّهُ الصَّمَدُ
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakun lahu kufuwan aḥad. Artinya: Katakanlah, Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat bergantung. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.
6. Rukuk
Bacaan
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
Subḥāna rabbiyal-‘aẓīm wa biḥamdih.
Artinya: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan memuji-Nya.
Hikmah:
Rukuk melambangkan kerendahan diri dan pengakuan akan keagungan Allah.
7. I’tidal
Bacaan
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ
Samiallāhu liman ḥamidah. Rabbanā laka al-ḥamd.
Artinya: Allah mendengar orang yang memuji-Nya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji.
8. Sujud
Bacaan
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلٰى وَبِحَمْدِهِ
Subḥāna rabbiyal-a‘lā wa biḥamdih.
Artinya: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan dengan memuji-Nya.
Hikmah:
Sujud adalah simbol penyerahan total kepada Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya.
9. Duduk di Antara Dua Sujud
Bacaan
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
Rabbi gfir lī, warḥamnī, wajburnī, warfa‘nī, warzuqnī, wahdinī, wa ‘āfinī, wa‘fu ‘annī.
Artinya: Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, tunjukilah aku, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku.
10. Tasyahhud Akhir
Bacaan Latin Tasyahhud Akhir
At-taḥiyyātu lillāhi waṣ-ṣalawātu waṭ-ṭayyibātu.
As-salāmu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh.
As-salāmu ‘alainā wa ‘alā ‘ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn.
Asyhadu allā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhu wa rasūluh.
Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammad wa ‘alā āli Muḥammad, kamā ṣallaita ‘alā Ibrāhīm wa ‘alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdum-majīd.
Allāhumma bārik ‘alā Muḥammad wa ‘alā āli Muḥammad, kamā bārakta ‘alā Ibrāhīm wa ‘alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdum-majīd.
Terjemahan Tasyahhud Akhir
Segala penghormatan, keberkahan, rahmat, dan kebaikan hanya milik Allah.
Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya tercurah kepadamu, wahai Nabi.
Semoga keselamatan juga tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Ya Allah, berkahilah Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Hikmah Tasyahhud Akhir
1. Pengakuan Tauhid: Bagian inti tasyahhud adalah pengakuan atas keesaan Allah dan kerasulan Nabi Muhammad.
2. Doa Keselamatan: Mengandung doa untuk Nabi, diri sendiri, dan umat Islam.
3. Kesadaran Kolektif: Mengingat bahwa keselamatan mencakup kita dan seluruh hamba Allah yang saleh di mana pun berada.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar