Doa setela Dhuha
Allahumma innad-duhaa 'aduhaa'uka wal bahaa 'abahaa'auka wal-jamaala jamaaluka wal-quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal-'ismata 'ismatuka.
Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil-ardi fa akhrij hu, wa in kaana mu'assiran fa yassir hu, wa in kaana haraaman fa tahhir hu wa in kaana ba'iidan fa qarrib hu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita 'ibaadakash-shalihiin.
Artinya:
"Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu DhuhaMu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahanMu, kekuatan adalah kekuatanMu, penjagaan adalah penjagaan-Mu"
"Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuhaMu, kekuasaanMu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang sholeh".
Barangsiapa yang shalat sunnah dhuha 12 rakaat, Allah bangunkan untuknya istana di surga.”
Dan bagi yang konsisten menjalankannya akan disediakan pintu sendiri untuk memasuki surga, pintu itu disebut dengan pintu dhuha. Sebagaimana wasiat Nabi Muhammad SAW kepada Sayidina ‘Ali yang disebutkan dalam kitab Washiyatul Musthofa:
Wahai Ali: “Dirikanlah shalat dhuha, baik dalam keadaan berpergian maupun mukim (di rumah). Sesungguhnya ketika hari kiamat tiba, maka ada suara yang memanggil dari atas surga, “Dimanakah orang-orang yang telah mengerjakan sholat Dhuha?” Masuklah dari pintu Dhuha dengan rasa aman dan sentosa”. Dan Allah tidaklah mengutus seorang nabi, melainkan ia memerintahkannya untuk mengerjakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar