KHUTBAH IDUL FITRI 1447 H:
Kembali ke Fitrah atau Kembali Lalai?
Bismillahirrahmanirrahim, assalamu'alaikum wrwb.
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar!
Allahu akbar kabiiraa…
Walhamdulillaahi katsiiraa…
Wa subhaanallaahi bukratan wa ashiilaa…
Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin, nahmaduhu wa nasta’iinuhu wa nastaghfiruh, wa na’uudzu billaahi min syuruu ri anfusinaa wa min sayyi’aati a’maalinaa.
Mayyah dihillaahu falaa mudhilla lah, wa mayyudh lil falaa haadiya lah.
Asyhadu an laa ilaaha illallaah…
Wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh la nabiya ba'da.
Allahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammad, wa ‘alaa aali sayyidina Muhammad…
Ittaqullaha ta'ala
fasad faa zal muttaquun.
Yaa ayyuhalazii na aamanuttaqullaha haqqa tuqaatih walaa tamuu tunna illaa wa antumuslimuun.
Allahu akbar… Allahu akbar… Allahu akbar… walillahil hamd!
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah…
Hari ini adalah hari kemenangan… hari kita kembali kepada fitrah…
Namun apakah kita benar-benar kembali suci… atau hanya sekadar selesai puasa Ramadhan saja?
Allahu akbar… Allahu akbar… Allahu akbar… walillahil hamd!
Allah berfirman:
“Qad aflaha man zakkaha.
Wa qad khaba man dassaha.”
Artinya: Sungguh beruntung orang yang mensucikan jiwanya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.
(QS. Asy-Syams: 9–10)
Jamaah sekalian...
Ramadhan telah melatih kita menahan lapar…
Tetapi yang lebih berat adalah kita dilatih:
untuk menahan dosa…
Menahan lisan… dan
Menahan hati dari berbuat maksiat.
Rasulullah bersabda:
“Man shaa ma Ramadhaa na iimaa nan wahtisaa ban ghufira lahu maa taqaddama min dzambih.”
Artinya: Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari dan Muslim)
Allahu akbar… Allahu akbar… Allahu akbar… walillahil hamd!
Jamaah sekalian…
Idul Fitri bukanlah akhir… tapi awal perjalanan menuju ridha Allaah.
Allah telah mengingatkan:
“Wala takunuu kallatii naqadhat ghaz lahaa mim ba’di quwwatin ankaa tsaa.”
Artinya: “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan kembali benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi bercerai-berai.” (QS. An-Nahl: 92)
Allahu akbar… Allahu akbar… Allahu akbar… walillahil hamd!
Jamaah sekalian...
Jika setelah Ramadhan kita masih menjaga shalat…
Masih menjaga lisan… dan
Masih menjaga hati kita,
Maka itulah tanda bahwa puasa kita diterima oleh Allaah SWT.
Allahu akbar… Allahu akbar… Allahu akbar… walillahil hamd!
Rasulullah bersabda:
“Ahabbul a’maali ilallah adwamuhaa wa inqalla.”
Artinya: Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus walaupun sedikit. (HR. Bukhari dan Muslim)
Jamaah sekalian...
Marilah kita saling memaafkan…
Karena Allah telah berfirman:
“Wal ya’fuu wal yash fahuu. Ala tuhibbuuna ayyagh firallaahu lakum.” Artinya: “Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah kamu ingin bahwa Allah mengampunimu?” (QS. An-Nur: 22)
Rasulullah SAW juga bersabda:
Ridhaallaahu fii ridhaal waalidain,
wa sakhatullaahu fii sakhatil-waalidain.”
Artinya:
Ridha Allah terletak pada ridha kedua orang tua, dan murka Allah terletak pada murka kedua orang tua.
(HR. Tirmidzi (No. 1899)
Allahu akbar… Allahu akbar… Allahu akbar… walillahil hamd!
JAMAAH SEKALIAN MARILAH KITA BERDOA KEPADA ALLAAH YANG MAHA PENGASIH DAN PENYAYANG
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.
Wash-shalaatu was-salaamu ‘alaa asyrafil anbiyaa’i wal mursaliin, sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shahbihii ajma’iin.
Allahumma taqabbal minna shiyaamana, wa qiyaamana, wa ruku’anaa, wa sujuudanaa, wa jami’a a’maa linaa.
Allahummaghfir lanaa dzunuu banaa, wa kaffir ‘annaa sayyi’aa tinaa, wa tawaffanaa ma’al abraar.
Allahumma yaa muqallibal quluub, tsabbit quluubanaa ‘alaa dii nik.
Allahumma laa tu’akhidznaa in nasiinaa aw akhtha’naa…
Rabbanaghfirli wali walidayya walil mukminina yauma yakumul hisab.
Allahumaghfirli umati muhammadin warhamhum rahmata amma.
Ya Allah… janganlah kami dihukum jika kami lupa atau melakukan kesalahan…
Ya Allah… jangan Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami…
Ya Allah… jangan pula Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya…
Karena itu
Ampuni kami, maafkan kami, dan rahmati kami semua dengan rahmat-Mu yang setinggi-tingginya.
Ya Allah… kami menyadari sepenuhnya bahwa hidup kami selalu bergelimang dengan dosa…
Karena itu ampunilah dosa kami yang lalu dan yang akan datang…
Ya Allaah kami ikhlas atas nikmat yang Engkau berikan pada kami, namun kami mohon karuniakanlah sebagian rezkiMu pada kami,
Berilah kami rezeki yang berlimpah penuh barokah fiddunya wal akhirah.
Ya Allaah hidupkanlah kami dalam islam yang taat dan matikan kami dalam keadaan beriman.
Ya Allaah berilah kami husnul khatimah dan hindarkan kami dari su'ul khatimah.
Ya Allaah hindarkan kami dari azab kubur dan azab api neraka serta masukkanlah kami dalam surga firdaus-Mu tanpa hisab.
Shalallahu' ala sayyidina muhammad.
Subhana rabbika rabbil izzati amma yasifun wasalamun walhamdulillahi rabbil aalamin.
TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM, SHIYAAMANA WA SHIYAAMAKUM.
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.