Laqadja akum rasulum


web stats

Rabu, 08 April 2026

KHUTBAH PERTAMA Menyadari Waktu Terus Berlalu dan Usia Makin Berkurang)

KHUTBAH PERTAMA
(Waktu Terus Berlalu dan Usia Makin Berkurang) 

Mukadimah 

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruh, 
wa na’udzu billahi min syururi anfusina wa min sayyi’ati a’malina.

Mayyahdihillahu fala mudhilla lah, wa mayyudhlil fala hadiya lah.

Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh la nabiya ba'da. 

Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina Muhammad, wa ‘ala alihi wa ashhabihi ajma’in.
Amma ba’du…

Judul: Waktu Terus Berlalu dan Usia Makin Berkurang

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa.

Isi Khutbah 
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah…

Hari ini kita duduk di masjid ini
Masih bisa bernafas;
Masih bisa mendengar khutbah;
Namun kita tidak tahu, apakah ini Jumat terakhir bagi kita.

Allah berfirman:
“Wal ‘ashr. Innal insaana lafii khusr.” (QS. Al-‘Ashr: 1–2)
Demi waktu… manusia benar-benar dalam kerugian.

Sidang jumah yg berbahagia, 

Ada sebuah Kisah seorang lelaki, ia datang ke masjid seperti kita hari ini.
Ia berwudhu, berdiri dalam shalat,  Ketika sujud…
ia tidak bangkit.
Orang-orang mengira ia khusyuk, ternyata… ia telah wafat dalam sujudnya.
Subhanallah…
Betapa indah akhir hidupnya. 

Tapi hal ini menjadi peringatan bagi kita, bahwa Kematian bisa datang tanpa kita duga.

Maasiral muslimin rahima kumullah

Berapa banyak orang yang tadi pagi masih tertawa…
siang hari sudah terbujur kaku.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Perbanyaklah mengingat kematian.” (HR. Tirmidzi no. 2307)

Ada pula kisah lain…
Seorang jamaah rutin shalat berjamaah. Ia dikenal baik, sederhana, tidak banyak bicara.

Suatu hari ia datang ke masjid untuk shalat Isya.
Ia duduk menunggu iqamah…
Tiba-tiba ia terjatuh…
dan wafat di rumah Allah.

Orang-orang menangis…
karena mereka tahu… ia meninggal dalam keadaan terbaik.

Jamaah jumah yang dirahmati Allah…

Coba kita bayangkan…
Jika hari ini kita yang dipanggil…
Apa yang akan kita bawa?
Apakah kita  sudah siap?
Atau kita masih menunda taubat,  masih sibuk dengan dosa, masih lalai dari Allah? 

Allah berfirman:
“Waltanzur nafsun maa qaddamat lighad.” (QS. Al-Hasyr: 18) 
Artinya: "Dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)."

Ayat ini adalah peringatan agar kita selalu introspeksi diri, melihat amal apa yang sudah kita siapkan untuk kehidupan akhirat.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

 Maka: 
Jangan tunggu nanti…
Jangan tunggu tua…
Jangan tunggu sakit, karena setelah sakit tak bisa lagi ke mesjid. Mumpung masih kuat dan sehat, datanglah ke mesjid. 

Karena banyak yang sehat… 
Banyak yang muda… mereka mati duluan. 


Aqulu qauli hadza wa astaghfirullaha li wa lakum, fastaghfiruhu innahu huwal ghafurur rahim.



KHUTBAH KEDUA

Alhamdulahi hamdan katsiran tayyiban mubarakan fih…
Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina Muhammad…


Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Mari kita jujur pada diri kita…
Dan Kita semua pasti mati…
tinggal menunggu giliran.

Ada Kisah seorang lelaki di detik terakhir hidupnya berkata:
“Tolong… beri aku waktu sebentar saja…
aku ingin shalat… aku ingin bersedekah…”
Namun malaikat maut tidak menunggu.
Kesempatan itu telah habis.

Jamaah sekalian…
Hari ini kita masih punya waktu; Masih bisa sujud;
Masih bisa istighfar. 
Besok… belum tentu. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Orang yang cerdas adalah yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.” (HR. Ibnu Majah no. 4260)

Jamaah Jumat rahima kumullah, 

Pulanglah dengan niat:
Taubat sungguh-sungguh
Memperbaiki shalat
Meninggalkan dosa


Allahummaghfir lana dzunubana, wa kaffir ‘anna sayyi’atina, wa tawaffana ma’al abrar.

Allahumma la taj’al hadzal yauma akhira ‘ahdina minad dunya illa wa anta radhin ‘anna.

Allahumma khatim lana bihusnil khatimah…
wa la takhtim ‘alaina bisu’il khatimah…

Allahumma jika hari ini adalah hari terakhir kami…
maka wafatkan kami dalam keadaan sujud kepada-Mu…

Rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar. Alhamdulillahi rabbal aalamin. 


Innallaha ya’muru bil ‘adli wal ihsan…
Fadzkurullaha yadzkurkum, wasykuruhu yazidkum.
Wala dzikrullahu akbar, 

Aqimishalah

KAMU MASIH MENUNDA DHUHA…?

KAMU MASIH MENUNDA DHUHA…?

Ada yang hari ini menangis diam-diam…
rezeki seret, hutang menumpuk, hati gelisah…

Tapi anehnya…
saat waktu Dhuha datang, dia tetap sibuk…
seolah tidak butuh pertolongan Allah.

Padahal…
di waktu itulah Allah membuka pintu langit.
Rasulullah SAW bersabda:
“Dua rakaat Dhuha mencukupi sedekah seluruh tubuhmu.”
(HR. Muslim)

Artinya…
bukan hanya pahala…
tapi hutang hidup kita kepada Allah sedang dilunasi.

Bayangkan…
kita minta rezeki… saat Allah “menunggu” kita di waktu Dhuha, namun kita malah lewat begitu saja…

Hari ini…
coba berhenti sejenak…
Ambil wudhu…
shalatlah walau hanya 2 rakaat…

Lalu berdoa:
“Allahumma innad dhuhaa’a dhuhaa’uka…
Allahumma in kaana rizqii fis samaa’i fa anzilhu…
wa in kaana fil ardhi fa akhrijhu…”

(Ya Allah, jika rezekiku di langit turunkan, jika di bumi keluarkan…)

Jangan tunggu hidup tenang baru Dhuha…
justru Dhuha itulah yang menenangkan hidupmu.
Mungkin… hari ini Allah sedang menunggu sujudmu.

AMALAN GABUNGAN (LATIN – SEKALI BACA)

AMALAN GABUNGAN (LATIN – SEKALI BACA)

🌿 Pembuka
Bismillah
Astaghfirullah 3x
Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad 3x
🌿 Inti Amalan
Ayat Kursi (1x)
Allahu laa ilaaha illa huwa al-hayyul qayyum, laa ta’khudzuhu sinatun walaa naum… (boleh dibaca sampai selesai ayat)
Al-Ikhlas (3x)
Qul huwallahu ahad, Allahus shamad, lam yalid wa lam yuulad, wa lam yakun lahu kufuwan ahad
Al-Falaq (3x)
Qul a’udzu birabbil falaq, min syarri maa khalaq, wa min syarri ghaasiqin idzaa waqab, wa min syarrin naffaatsaati fil ‘uqad, wa min syarri haasidin idzaa hasad
An-Nas (3x)
Qul a’udzu birabbin naas, malikin naas, ilaahin naas, min syarril waswaasil khannaas, alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas, minal jinnati wan naas
Dua Ayat Terakhir Al-Baqarah (1x)
Aamanar rasuulu bimaa unzila ilaihi mir rabbihi wal mu’minuun… (sampai selesai ayat 286)
Akhrajatil Ardhu (11x)
Wa akhrajatil ardhu athqaalahaa
Ayat Penyembuhan (7x)
Wa idzaa maridhtu fahuwa yasyfiin
Doa Ruqyah (3x)
Bismillah arqiika min kulli syai’in yu’dziika, min syarri kulli nafsin au ‘ainin haasid, Allahu yasyfiika, bismillah arqiika
Tambahan Penting (3x)
A’udzu bi kalimaatillaahit taammaati min syarri maa khalaq
🌿 Dzikir Khas
Ya Jabbar 94x
Bismillah laa ilaaha illa anta ya Jabbar 66x
A’udzu billahi minannar wa min syarril kuffar wa min ghadabil Jabbar, al-‘izzatu lillaahi wa li rasulihi wa lil mu’minin 33x
🌿 Penutup
Allahumma inni a’udzu bika minas sihri wa min syarri kulli dzi syarr
Allahumma isyfini syifaa’an laa yughaadiru saqamaa, wahfazhni min kulli suu’
🌿 Cara Pakai
Dibaca sekali duduk (sekali waktu / sewaktu-waktu)
Bisa saat:
sakit
merasa ada gangguan
sebelum tidur
setelah Magrib/Subuh
🌿 Cara Lebih Kuat
Setelah selesai:
Tiupkan ke tangan → usap ke tubuh
atau tiupkan ke air → diminum

Selasa, 07 April 2026

ANAKNYA YANG TAJAM

ANAKNYA YANG TAJAM

Suatu pagi…
ada seorang anak kecil membangunkan ayahnya untuk salat Subuh.
“Yah… ayo Subuh,” bisiknya pelan.
Ayahnya terbangun, lalu berkata,
“Masih ngantuk… nanti saja.”

Anak itu diam… lalu berkata dengan suara lirih,
“Yah… kalau nanti kita sudah mati, masih bisa bilang ‘nanti’ juga?”

Ayahnya langsung terdiam.
Hatinya bergetar.
Matanya basah.

Pagi itu…
bukan alarm yang membangunkannya,
tapi peringatan dari Allah lewat mulut anaknya.
Sejak hari itu…
dia tidak pernah lagi meninggalkan Subuh.
Sekarang coba kita tanya diri sendiri…

Berapa kali kita bilang “nanti”…
untuk taubat?
untuk salat?
untuk berubah?
Padahal…
kematian tidak pernah bilang “nanti”.

Pagi ini masih ada kesempatan:
Bangun… ambil wudhu…
dan sujudlah sebelum terlambat.
Semoga Allah bangunkan hati kita,
sebelum Allah benar-benar “membangunkan” kita di alam kubur.
Aamiin.

DOA PERLINDUNGAN

DOA PERLINDUNGAN
(sebelum tidur) 

Pertama, bacakan ini sambil usap kepala Yumna:

A’ūdzu bi kalimātillāhit-tāmmāti min kulli syaitānin wa hāmmah, wa min kulli ‘ainin lāmmah  (HR. Bukhari).

(Artinya: Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari gangguan setan, binatang berbahaya, dan dari setiap pandangan yang jahat.)  

Kedua, baca Ayat Kursi di dekatnya:
Allāhu lā ilāha illā huwa al-ḥayyul qayyūm… (QS. Al-Baqarah: 255)
InsyaAllah menjadi penjaga dari gangguan hingga pagi.

Ketiga, bacakan 3 surat perlindungan:
Al-Ikhlas
Al-Falaq
An-Nas
Tiupkan perlahan ke telapak tangan, lalu usapkan ke kepala dan tubuhnya.

Keempat, bisa tambahkan dzikir lembut: “Bismillah… ya Jabbar… ya Salam…” sambil menepuk lembut punggungnya.

Biasanya anak menangis malam karena:
kaget (fase perkembangan)
mimpi atau rasa tidak nyaman
atau butuh rasa aman dari orang tuanya. 


PETANG INI… JANGAN LEWATKAN BEGITU SAJA

PETANG INI… JANGAN LEWATKAN BEGITU SAJA

Petang mulai turun…
Langit perlahan meredup…
Dan satu hari dalam hidup kita… telah hampir selesai.

Pertanyaannya…
Apa yang sudah kita kirim ke akhirat hari ini?

Banyak orang sibuk sejak pagi…
berlari, bekerja, mengejar dunia…
tapi lupa…
bahwa umur juga sedang berlari menuju titik akhir.

Allah mengingatkan:
"Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian..." (QS. Al-‘Ashr: 1–2)

Petang ini adalah kesempatan terakhir hari ini…
untuk memperbaiki yang tadi sempat terlewat.
Jika tadi kita lalai…
sekarang masih bisa istighfar.
Jika tadi hati sempat kotor…
sekarang masih bisa bersih dengan dzikir.
Jika tadi belum sempat berbuat baik…
petang ini masih ada peluang.

Coba lakukan ini sebelum malam benar-benar datang:
Duduk sebentar, tenangkan hati
Ucapkan: Astaghfirullah minimal 33x
Baca shalawat 10–100x

Lalu ucapkan dengan penuh harap:
"Ya Allah… jika hari ini aku belum jadi hamba yang baik,
jangan Engkau tutup hariku sebelum Engkau ampuni aku."

Ada kisah…
Seorang lelaki biasa… tidak dikenal siapa-siapa.
Setiap petang, ia selalu menangis.
Saat ditanya kenapa, ia menjawab:
“Karena aku takut… hari ini ditutup tanpa ampunan.”

Tidak lama… ia wafat.
Dan orang-orang yang memandikannya berkata:
wajahnya seperti orang yang tersenyum… tenang sekali.

Petang ini…
bisa jadi petang biasa…
atau bisa jadi
petang yang menghapus dosa-dosa kita.

Jangan tunggu nanti.
Karena tidak semua orang… diberi kesempatan sampai malam.
Berhenti sebentar… lalu kembali kepada Allah.

Senin, 06 April 2026

Kamu Cari Dolar… Tapi Sedang Mengumpulkan Api Neraka

Kamu Cari Dolar… Tapi Sedang Mengumpulkan Api Neraka

Ini bukan sekadar konten.
Ini soal akhir hidupmu.
Kamu buka aurat…
kamu rekam…
kamu sebarkan…
Lalu kamu bangga:
“View naik, dolar masuk.”

Tapi dengar ini baik-baik…
“Wanita yang berpakaian tapi telanjang… tidak akan mencium bau surga.”
(HR. Muslim No. 2128)

Kamu kira itu rezeki?
Tidak.
Itu umpan.

Setiap mata yang melihatmu jadi dosa. 

Setiap laki-laki yang berkhayal karena kamu jadi dosa. 

Setiap yang terseret maksiat karena kontenmu jadi dosa. 

Dan semuanya balik ke kamu
Tanpa putus. Tanpa henti.

“Barangsiapa mengajak kepada kesesatan, ia menanggung dosa seperti dosa orang yang mengikutinya” (HR. Muslim)

Kamu mungkin belum merasa apa-apa sekarang…
Tapi nanti:
Saat sendiri di kubur;
Saat amal dibuka;
Saat tidak ada lagi like dan followers. 

Yang ada hanya: tumpukan dosa dari video yang kamu upload, atau aurat yang kamu jadikan tontonan, atau uang yang dulu kamu banggakan… jadi saksi yang memberatkan. 

Maka sesungguhnya, 
Tidak ada satu pun dolar itu yang bisa menebus satu detik azab.

Masih mau lanjut?

Atau mau berhenti sekarang…
sebelum semuanya terlambat?
Hapus.
Tutup.
Bertaubat.
Sebelum kamu yang ditutup… untuk selamanya.