Menanamkan Adab Anak agar Menghormati Guru
Mengharapkan anak hormat kepada guru, harus ditanam, dicontohkan, dan dibiasakan sejak kecil.
Pertama, orang tua harus memberi teladan
Jika di rumah orang tua sering meremehkan guru, mengkritik dengan kasar, atau menyalahkan sekolah di depan anak maka anak tumbuh tanpa rasa hormat.
Sebaliknya, jika orang tua berkata: “Dengarkan gurumu, beliau ingin kamu jadi orang baik,” maka itu akan tertanam kuat dalam hati anak.
Allah berfirman:
QS. Al-Mujadilah: “Allah meninggikan orang-orang yang berilmu beberapa derajat.”
Ajarkan anak: guru itu dimuliakan oleh Allah.
Kedua, tanamkan adab sebelum ilmu
Katakan kepada anak dengan lembut: “Kalau kamu hormat kepada guru, ilmunya akan mudah masuk.”
Ketiga, ceritakan kisah inspiratif
Ceritakan bagaimana Nabi Musa ‘alaihis salam bersikap kepada gurunya dalam:
QS. Al-Kahfi: 66
Musa berkata: “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku…”
Tanamkan: bahwa nabi pun tetap sopan kepada guru.
Keempat, doakan anak secara rutin
Jangan hanya menyuruh, tapi iringi dengan doa.
“Ya Allah, jadikan anakku anak yang beradab, mencintai ilmu, dan menghormati guru-gurunya.”
Doa orang tua itu menembus langit.
Kelima, hargai dan dukung guru di hadapan anak
Jika ada masalah dengan guru, selesaikan dengan baik tanpa menjatuhkan wibawa guru di depan anak.
Karena sekali anak kehilangan hormat, akan sulit mengembalikannya.
Renungan untuk orang tua:
Anak yang cerdas itu banyak…
tapi anak yang beradab itulah yang akan selamat.
Ilmu tanpa adab bisa membuat sombong…
tapi adab akan mengangkat derajat, walau ilmunya sedikit.
Doa penutup:
Ya Allah…
titipkan dalam hati anak-anak kami rasa hormat kepada guru-guru mereka,
jadikan mereka penuntut ilmu yang beradab,
dan berkahi setiap ilmu yang mereka pelajari.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.