Laqadja akum rasulum


web stats

Kamis, 26 Februari 2026

Bahtera yang Ditertawakan (Dari kisah istri Nabi Nuh) Cerpen: oleh Ismilianto

Bahtera yang Ditertawakan
(Dari kisah istri Nabi Nuh) 
Cerpen: oleh Ismilianto

Palu itu berbunyi sejak matahari naik hingga senja.
Di tanah kering, seorang lelaki tua membangun bahtera—sendirian.
Perempuan itu, istri Nabi Nuh, berdiri di pintu rumah.
Bukan kagum yang tumbuh, tapi malu.
Kaumnya menertawakan.
Ia ikut tersenyum.
Zaman itu adalah zaman syirik.
Manusia menyembah berhala: Wadd, Suwa‘, Yaghuts, Ya‘uq, dan Nasr.
Tauhid dianggap ancaman, kebenaran dianggap kegilaan.
Ia tahu suaminya jujur.
Ia tahu dakwah itu benar.
Namun ia memilih aman di mata manusia.
Kekafirannya bukan zina.
Bukan pembunuhan.
Tetapi penolakan iman dan ejekan terhadap kebenaran.
Saat hujan turun, ia masih berdiri bersama pencemooh.
Saat air naik, ia masih yakin:
“Aku istri nabi.”
Namun air tidak mengenal status.
Air hanya mengenal perintah Allah.
Dan ketika dadanya dipenuhi air terakhir,
ia sadar—
iman yang ditolak seumur hidup
tak bisa dikejar di detik terakhir.
Ayat Penutup:
“Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir: istri Nuh dan istri Luth…”
(QS. At-Tahrim: 10)
Hadis Penguat:
“Barang siapa mati dalam keadaan mempersekutukan Allah, maka ia masuk neraka.”
(HR. Muslim)
Renungan Malam Pertama:
Dekat dengan orang saleh tidak menjamin keselamatan
bila hati menolak iman.
🌙 MALAM RAMADHAN KEDUA
Perempuan yang Membela Kota Dosa
Kota itu hidup dari malam.
Apa yang dulu memalukan, kini dibanggakan.
Laki-laki mendatangi laki-laki.
Dosa disebut kebebasan.
Ia, istri Nabi Luth, tahu semua itu salah.
Ia mendengar peringatan.
Ia tahu azab bukan cerita kosong.
Namun kekafirannya bukan ikut berbuat,
melainkan membela dan memberi jalan.
Ia memberi isyarat.
Ia membocorkan rahasia tamu.
Ia berkata dalam hati,
“Biarlah, ini urusan mereka.”
Malam itu perintah datang:
pergi tanpa menoleh.
Ia melangkah…
tapi hatinya tertinggal di kota dosa.
Ia menoleh—
bukan karena lupa,
tetapi karena ridha terhadap keburukan.
Langit menurunkan batu panas.
Kota itu musnah.
Ia binasa bukan karena ikut melakukan,
tetapi karena membenarkan dan membela dosa.
Ayat Penutup:
“Maka Kami hujani mereka dengan batu. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa.”
(QS. Al-A‘raf: 84)
Hadis Penguat:
“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah…”
(HR. Muslim)
Renungan Malam Kedua:
Diam terhadap kemungkaran,
apalagi membelanya,
adalah tanda rusaknya iman.
🌙 MALAM RAMADHAN KETIGA
Doa yang Mengalahkan Istana
Istana itu berkilau,
namun penuh kezaliman.
Suaminya adalah Fir'aun—
mengaku tuhan,
membunuh bayi,
menindas manusia.
Namun di sudut istana,
seorang perempuan menyimpan iman.
Asiyah memilih Allah.
Ia tahu risikonya:
disiksa,
bahkan dibunuh.
Fir‘aun murka.
Ia menyiksanya hingga tubuhnya hancur.
Namun di detik akhir, Asiyah berdoa:
“Ya Rabb, bangunkan untukku rumah di sisi-Mu di surga.”
Allah memperlihatkan rumah itu.
Senyum pun menutup napasnya.
Sementara Fir‘aun tenggelam di laut.
Ia beriman saat sekarat—
namun terlambat.
Tubuhnya diselamatkan sebagai pelajaran,
ruh­nya disiksa hingga hari kiamat.
Ayat Penutup:
“Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang beriman: istri Fir‘aun…”
(QS. At-Tahrim: 11)
Hadis Penguat:
“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi melihat hati dan amal kalian.”
(HR. Muslim)
Renungan Malam Ketiga:
Lingkungan paling rusak
tak mampu mematikan iman
yang benar-benar hidup.
🌙 PENUTUP SERI RAMADHAN
Tiga malam.
Tiga perempuan.
Tiga akhir kehidupan.
Yang satu binasa karena menolak iman.
Yang satu hancur karena membela dosa.
Yang satu mulia karena memilih Allah meski tersiksa.
Ramadhan bertanya pada kita:
di pihak siapa kita berdiri hari ini?

Sobatku semua, mari kita urai persoalan seperti ini.

Sobatku semua, mari kita urai persoalan seperti ini. 

Pertama, penting bagi kita menahan emosi dan melihat persoalan ini dengan kepala dingin.

Isu rangkap jabatan dan penegakan hukum memang sensitif, karena menyentuh rasa keadilan masyarakat kecil.

Kedua, setiap kasus sejatinya perlu dibaca dalam konteks aturan yang berlaku.
Apa yang terjadi pada guru honorer di Probolinggo dan pada pejabat di Jakarta seharusnya diuji dengan standar hukum yang sama, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ketiga, kritik publik adalah hal yang wajar dalam negara hukum.
Namun kritik yang paling kuat adalah yang disampaikan dengan adab, data, dan niat menjaga kebaikan bersama, bukan sekadar melampiaskan kekecewaan.

Keempat, masyarakat berhak berharap agar hukum tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas, melainkan tegak lurus bagi siapa pun—baik rakyat kecil maupun pejabat tinggi.

Dalam Islam, keadilan adalah fondasi kekuasaan dan hukum. Allah berfirman:
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.”
(QS. An-Nisa: 58)

Amanah jabatan bukan sekadar legalitas administratif, tetapi tanggung jawab moral dan spiritual. Jabatan yang menumpuk, jika menimbulkan konflik kepentingan atau ketidakadilan, berpotensi menjadi beban hisab di akhirat.

Rasulullah SAW mengingatkan bahwa kehancuran umat-umat terdahulu terjadi ketika hukum hanya tegas kepada yang lemah, namun longgar kepada yang berkuasa. 

Ini peringatan agar keadilan tidak dipilih-pilih berdasarkan status sosial.

Islam juga mengajarkan empati sosial. Guru honorer yang hidup dalam keterbatasan dan pejabat dengan fasilitas berlimpah sama-sama akan berdiri di hadapan Allah tanpa gelar dan jabatan. 

Yang membedakan hanyalah amanah yang ditunaikan dan keadilan yang ditegakkan.

Maka, kegelisahan publik atas kasus seperti ini sejatinya adalah doa agar negeri ini dijaga oleh hukum yang adil, pemimpin yang amanah, dan sistem yang tidak melukai rasa keadilan rakyatnya.

Rabu, 25 Februari 2026

Paket Doa Pendek, Tulus, Dan Kuat Untuk Anak Dan Cucu,

Paket Doa Pendek, Tulus, Dan Kuat Untuk Anak Dan Cucu,

Setiap setelah Subuh dan Magrib.

Doa pertama – ilmu dan pemahaman agama

Allahumma faqqihhum fid-dīn wa ‘allimhum at-ta’wīl.
Artinya:
“Ya Allah, pahamkanlah mereka dalam urusan agama dan ajarkanlah kepada mereka pemahaman.”

Doa kedua – akhlak dan hati yang baik

Allahumma ihdihim wa aṣliḥ qulūbahum wa ḥassin akhlāqahum.
Artinya:
“Ya Allah, berilah mereka petunjuk, perbaikilah hati mereka, dan indahkanlah akhlak mereka.”

Doa ketiga – masa depan dan keberkahan hidup

Allahummaj‘alhum min aṣ-ṣāliḥīn, mubārakīna aynamā kānū.
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah mereka termasuk orang-orang yang saleh dan penuh keberkahan di mana pun mereka berada.”

Doa keempat – perlindungan dari keburukan zaman

Allahumma iḥfaẓhum min bayni aidīhim wa min khalfihim wa ‘an aimānihim wa ‘an syamā’ilihim.
Artinya:
“Ya Allah, lindungilah mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka.”

Doa kelima – penutup penuh harap

Rabbanā hablana min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a‘yun, waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā.
Artinya:
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

doa malam lailatul qadar

Allahumma innaka afuwun karim tuhibbul afwa fakfu 'ana

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Maha Mulia. Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah kami.”

UNTUK TARAWIH I

UNTUK TARAWIH I

Al-Baqarah ayat 38

Qulnāh bitū minhā jamī ‘ā, 
fa immā ya’tiyannakum minnī hudan fa man tabi‘a hudāya falā khaufun ‘alaihim wa lā hum yaḥzanūn.

Terjemah:
Kami berfirman, “Turunlah kamu semua dari surga itu. Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”

Al-Baqarah ayat 39

Walladzī na kafarū wa kazzabū bi ā yā tinā ulā ’ika aṣḥā bun-nā rihum fī hā khā lidūn.

Dan orang-orang yang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Al-Baqarah ayat 40

Yā banī isrā ’ī ladzkurū ni‘matiyallatī an‘amtu ‘alaikum wa aufū bi‘ahdī ūfi bi‘ahdikum wa iyyā ya farhabūn.

Wahai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan penuhilah janji-Ku, niscaya Aku penuhi janjimu; dan hanya kepada-Ku kamu harus takut.

Al-Baqarah ayat 41

Wa āminū bimā anzaltu muṣad diqal limā ma‘akum 
wa lā takū nū awwala kā firin bih, 
wa lā tasy tarū bi ā yā tī tsamanan qalī lā 
wa iyyā ya fattaqūn.

Dan berimanlah kepada apa yang telah Aku turunkan yang membenarkan apa yang ada padamu, dan janganlah kamu menjadi orang pertama yang kafir kepadanya. Janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit, dan bertakwalah kepada-Ku.

Ali ‘Imran ayat 133

Wa sā ri‘ū ilā maghfiratim mir rabbikum 
wa jannatin ‘arḍuhas-samā wā tu wal-arḍu 
u‘iddat lil-muttaqīn.

Bersegeralah kamu menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.

Ali ‘Imran ayat 134

Alladzī na yunfiqū na fis-sarrā ’i waḍ-ḍarrā ’i wal-kā ẓimī nal-ghaiẓa 
wal-‘ā fī na ‘anin-nās, 
wallāhu yuḥibbul-muḥsinīn.

Yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit, yang menahan amarah dan memaafkan manusia. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.

Ali ‘Imran ayat 135

Walladzī na idzā fa‘alū fā ḥisyatan aw ẓalamū anfusahum dzakarullāha fastaghfarū lidzunū bihim 
wa man yaghfirudz-dzunū ba illallāh, wa lam yuṣirrū ‘alā mā fa‘alū wa hum ya‘lamūn.

Dan orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka segera mengingat Allah lalu memohon ampun atas dosa-dosa mereka—dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah—dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosanya itu sedang mereka mengetahui.

Ali ‘Imran ayat 136

Ulā ’ika jazā ’uhum maghfiratum mir rabbihim wa jannātun tajrī min taḥtihal-anhāru khālidīna fīhā wa ni‘ma ajrul-‘āmilīn.
Terjemah:
Mereka itulah balasannya ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya, dan itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.
An-Nisa’ ayat 36
Latin:
Wa‘budullāha wa lā tusyrikū bihī syai’ā, wa bil-wālidayni iḥsānā, wa bidzil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīn wal-jāridzil-qurbā wal-jāril-junubi waṣ-ṣāḥibi bil-janbi wabnis-sabīli wa mā malakat aimānukum, innallāha lā yuḥibbu man kāna mukhtālan fakhūrā.
Terjemah:
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.
An-Nisa’ ayat 37
Latin:
Alladzīna yabkhalūna wa ya’murūnan-nāsa bil-bukhli wa yaktumūna mā ātāhumullāhu min faḍlih, wa a‘ tadnā lil-kāfirīna ‘ażāban muhīnā.
Terjemah:
Yaitu orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir serta menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan kepada mereka. Kami sediakan bagi orang-orang kafir azab yang menghinakan.
An-Nisa’ ayat 38
Latin:
Walladzīna yunfiqūna amwālahum ri’ā’an-nāsi wa lā yu’minūna billāhi wa lā bil-yaumil-ākhir, wa man yakunis-syaithānu lahū qarīnan fasā’a qarīnā.
Terjemah:
Dan orang-orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Barang siapa berteman dengan setan, maka setan itu seburuk-buruk teman.
An-Nisa’ ayat 39
Latin:
Wa mādzā ‘alaihim lau āmanū billāhi wal-yaumil-ākhiri wa anfaqū mimmā razaqahumullāh, wakānallāhu bihim ‘alīmā.
Terjemah:
Apa salahnya bagi mereka jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhir serta menginfakkan sebagian rezeki yang diberikan Allah kepada mereka? Dan Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.
Al-Ma’idah ayat 8
Latin:
Yā ayyuhalladzīna āmanū kūnū qawwāmīna lillāhi syuhadā’a bil-qisṭi wa lā yajrimannakum syana’ānu qaumin ‘alā allā ta‘dilū, i‘dilū huwa aqrabu littaqwā, wattaqullāh, innallāha khabīrum bimā ta‘malūn.
Terjemah:
Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Bertakwalah kepada Allah; sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Al-Ma’idah ayat 9
Latin:
Wa‘adallāhul-ladzīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti lahum maghfiratun wa ajrun ‘aẓīm.
Terjemah:
Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh ampunan dan pahala yang besar.
Al-Ma’idah ayat 10
Latin:
Walladzīna kafarū wa kazzabū bi āyātinā ulā’ika aṣḥābul-jaḥīm.
Terjemah:
Dan orang-orang yang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka.
Al-Ma’idah ayat 11
Latin:
Yā ayyuhalladzīna āmanudzkurū ni‘matallāhi ‘alaikum idz hamma qaumun ay yabṣuṭū ilaikum aidiyahum fakaffa aidiyahum ‘ankum, wattaqullāh wa ‘alallāhi fal-yatawakkalil-mu’minūn.
Terjemah:
Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika suatu kaum bermaksud mengulurkan tangan mereka kepadamu, lalu Allah menahan tangan mereka darimu. Bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang beriman bertawakal.
Al-An‘am ayat 160
Latin:
Man jā’a bil-ḥasanati falahū ‘asyru amtsālihā wa man jā’a bis-sayyi’ati falā yujzā illā mitslahā wa hum lā yuẓlamūn.
Terjemah:
Barang siapa membawa satu kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipat pahalanya; dan barang siapa membawa satu kejahatan, maka dia tidak diberi balasan kecuali seimbang dengannya, dan mereka tidak dizalimi.
Al-A‘raf ayat 56
Latin:
Wa lā tufsīdū fil-arḍi ba‘da iṣlāḥihā wad‘ūhu khaufan wa ṭama‘ā, inna raḥmatallāhi qarībun minal-muḥsinīn.
Terjemah:
Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diperbaiki. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harap. Sesungguhnya rahmat Allah dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
Al-A‘raf ayat 57
Latin:
Wa huwalladzī yursilur-riyāḥa busyran baina yadai raḥmatih, ḥattā idzā aqallat saḥāban tsiqālan suqnāhu libaladin mayyitin fa anzalnā bihil-mā’a fa akhrajnā bihī min kullits-tsamarāt, kadzālika nukhrijul-mautā la‘allakum tadzakkarūn.
Terjemah:
Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira sebelum rahmat-Nya (hujan). Hingga apabila angin itu membawa awan yang berat, Kami halau ke negeri yang mati, lalu Kami turunkan hujan dengannya dan Kami keluarkan dengan air itu berbagai buah-buahan. Demikianlah Kami membangkitkan orang-orang mati agar kamu mengambil pelajaran.
Yunus ayat 57
Latin:
Yā ayyuhannāsu qad jā’atkum mau‘iẓatum mir rabbikum wa syifā’un limā fish-ṣudūr wa hudan wa raḥmatul lil-mu’minīn.
Terjemah:
Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Yunus ayat 58
Latin:
Qul bifaḍlillāhi wa biraḥmatihī fabidzālika fal-yafraḥū, huwa khairum mimmā yajma‘ūn.
Terjemah:
Katakanlah, “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya hendaklah dengan itu mereka bergembira.” Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.
Hud ayat 6
Latin:
Wa mā min dābbatin fil-arḍi illā ‘alallāhi rizquhā wa ya‘lamu mustaqarrahā wa mustauda‘ahā, kullun fī kitābin mubīn.
Terjemah:
Tidak ada satu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang menjamin rezekinya. Dia mengetahui tempat tinggal dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata.
Ar-Ra‘d ayat 28
Latin:
Alladzīna āmanū wa taṭma’innu qulūbuhum bidzikrillāh, alā bidzikrillāhi taṭma’innul-qulūb.
Terjemah:
Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
Al-Isra’ ayat 82
Latin:
Wa nunazzilu minal-qur’āni mā huwa syifā’un wa raḥmatul lil-mu’minīn wa lā yazīduẓ-ẓālimīna illā khasārā.
Terjemah:
Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, tetapi bagi orang-orang zalim Al-Qur’an itu hanya menambah kerugian.
Az-Zumar ayat 53
Latin:
Qul yā ‘ibādiyalladzīna asrafū ‘alā anfusihim lā taqnaṭū mir raḥmatillāh, innallāha yaghfirudz-dzunūba jamī‘ā, innahū huwal-ghafūrur-raḥīm.
Terjemah:
Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sungguh Allah mengampuni semua dosa. Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

UNTUK TARAWIH.

UNTUK TARAWIH

Al-Baqarah ayat 286

Lā yukallifullāhu nafsan illā wus ‘ahā, lahā mā kasabat wa ‘alaihā mak tasabat. 

Rabbanā lā tu’ ākhidznā in nasī nā aw akhtha’nā. 

Rabbanā wa lā tahmil ‘alainā ishran kamā hamaltahū ‘alalladzī naminqablina. Rabbanā wa lā tuhammilnā mā lā thāqata lanā bih, 
wa‘fu ‘annā, waghfirlana, warhamnā. 
Anta maulā nā fansurnā ‘alal-qaumil kā firīn.

Āli ‘Imrān ayat 8

Rabbanā lā tuzigh qulū banā ba‘da idz hadaitanā 
wa hablana milladunka rahmah. 
Innaka antal-Wahhāb.

An-Nisā’ ayat 110

Wa man ya‘mal sū’an aw yazhlim nafsahū tsumma yastaghfirillāha yajidillāha Ghafū rarrahī mā.

Al-Mā’idah ayat 9

Wa‘adallāhul-ladzī na āmanū wa ‘amilush-shā lihā ti lahum maghfiratuwwa ajrun ‘azhīm.

Al-An‘ām ayat 160

Man jā’a bil-hasanati falahū ‘asyru amtsā lihā, 
wa man jā’a bis-sayyi’ati falā yuj zā illā mitslahā wa hum lā yuzh lamūn.

Al-A‘rāf ayat 56

Wa lā tufsī dū fil-ardhi ba‘da ishlā hihā 
wad‘ū hu khaufan wa thama‘ā. Inna rahmatallāhi qarī bumminal  muhsinīn.

Yūnus ayat 57

Yā ayyuhannā su qad jā’at kum mau‘izhah mir rabbikum 
wa syifā ’ullimā fish-shudūr 
wa hudawwa rahmatul lil-mu’minīn.

Hūd ayat 6

Wa mā min dābbatin fil-ardhi illā ‘alallāhi rizquhā 
wa ya‘lamu mustaqarrahā 
wa mustauda‘ahā. 
Kullun fī kitā bimmubīn.

Ar-Ra‘d ayat 28

Alladzī na ā manū 
watath ma’innu qulū buhum bidzikrillāh. 
Alā bidzikrillā hi tathma’innul qulūb.

Az-Zumar ayat 53

Qul yā ‘ibādiyalladzī na asrafū ‘alā anfusihim lā taqnathū mir rahmatillāh. 

Innallāha yaghfirudz-dzunū ba jamī ‘ā. 
Innahū huwal-Ghafū rurrahīm.

Ghāfir ayat 60

Wa qā la rabbukumud‘ū nī astajib lakum. 
Innalladzī na yastakbirū na ‘an ‘ibā datī sayad khulū na jahannama dā khirīn.

saat mengupload Reels di Facebook agar performanya maksimal:

Assalamualaikum...
Hooyy hoyyy hoyy ‼️😎....
Jadi begini ketua...
Hal-hal penting yang harus diperhatikan saat mengupload Reels di Facebook agar performanya maksimal:
‎✅ 1. Hook di 3 Detik Pertama
‎Buat penonton langsung tertarik.
‎Contoh: pertanyaan, kalimat mengejutkan, atau tampilan visual yang mencolok.
‎Jangan pakai intro yang lama dan membosankan.
‎✅ 2. Rasio Video yang Tepat
‎Gunakan 9:16 (vertical) untuk hasil terbaik.
‎Resolusi minimal: 720p, idealnya 1080p ke atas.
‎✅ 3. Durasi Ideal
‎Reels bisa sampai 90 detik, tapi idealnya 15–30 detik.
‎Pendek tapi padat lebih disukai algoritma dan penonton.
‎✅ 4. Caption dan Hashtag
‎Tambahkan caption singkat yang relevan.
‎Gunakan 3–5 hashtag yang sesuai (jangan spam).
‎Contoh: #BelajarFacebook, #TipsReels, #ViralHack
‎✅ 5. Thumbnail Menarik (Opsional)
‎Pilih momen menarik sebagai cover jika ingin tampil rapi di feed.
‎✅ 6. Audio yang Populer
‎Gunakan lagu yang sedang tren atau suara original yang engaging.
‎Facebook punya pustaka audio yang bisa kamu manfaatkan.
‎✅ 7. Call to Action (CTA)
‎Ajak penonton untuk komen, share, atau follow.
‎Contoh: “Komen ‘YES’ kalau kamu setuju!”
‎✅ 8. Upload Konsisten & Tepat Waktu
‎Upload rutin: pagi, siang, sore, malam (kamu sudah bagus di sini).
‎Algoritma suka akun yang aktif dan konsisten.
‎✅ 9. Cek Insights
‎Lihat performa Reels di Creator Studio atau Profesional Dashboard.
‎Amati: Retention Rate, Reach, Shares, Saves.
‎✅ 10. Perhatikan Komunitas Guidelines
‎Jangan upload konten yang melanggar aturan Facebook, bisa kena limit jangkauan.
‎HAPPY NGONTEN GESSS ‼️...
SEMOGA 
CACING JADI 🐉 
LELAHMU JADI 💰 💰 💰 😁😊‼️

SHARE KE TEMAN MU YG SEDANG BLJR FBPRO 😊‼️...