Laqadja akum rasulum


web stats

Jumat, 10 April 2026

TAHU KEBENARAN TAPI BELUM TAAT


TAHU KEBENARAN TAPI BELUM TAAT

Hari ini kita tahu sholat itu wajib tapi masih ditunda. 
Kita tahu menutup aurat itu perintah Allah tapi masih saja mencari alasan. 
Kita tahu riba itu haram tapi masih dianggap biasa. 

Masalahnya kita masih menunda. Padahal kematian
tidak pernah menunda. 

Allah berfirman:
“Dan tidaklah seseorang mengetahui di bumi mana dia akan mati.” (QS. Luqman: 34)

Hari ini kita bilang:
“Nanti aku berubah…”
“Nanti aku hijrah…”
“Nanti aku perbaiki sholat…”

Tapi berapa banyak yang berkata “nanti” ternyata tidak sempat lagi untuk taat. 

Rasulullah SAW bersabda:
“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara…”
(HR. Al-Hakim)
Sehat sebelum sakit…
hidup sebelum mati…

Karena saat ajal datang…
tidak ada lagi kata “nanti”
Yang ada hanya penyesalan:
“Ya Rabb… kembalikan aku ke dunia…” (QS. Al-Mu’minun: 99–100)

Tapi semuanya sudah terlambat. 

Coba Renungkan…
Kita tahu jalan kebenaran
namun terlalu sering menundanya. 

Dan setiap penundaan itu…
bisa jadi selangkah lebih dekat ke penyesalan…

Mulai hari ini…
Jangan tunggu sempurna…
jangan tunggu siap…

Mulailah taat nanti Allah yang menyempurnakan.
Kalau bukan sekarang…
kapan lagi?

Semoga Allah melembutkan hati kita untuk segera taat, sebelum waktu benar-benar habis. Aamiin ya rabbal aalamin. 

Jangan Jadikan Hidupmu sebagai Hiburan Musuh Allah

Jangan Jadikan Hidupmu sebagai Hiburan Musuh Allah

“Ya Allah jika Engkau jadikan aku sholeh…”
Ini bukan sekadar harapan, tapi pengakuan bahwa kesalehan itu bukan hasil usaha semata, melainkan karunia Allah.
Allah berfirman:
“Dan kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari dosa) selamanya…”
(QS. An-Nur: 21)
Artinya, kita ini tidak bisa merasa sudah baik. Bahkan untuk menjadi orang sholeh pun kita harus memohon agar Allah yang menjadikan kita demikian.
“…maka yang senang adalah kekasih-Mu, Nabi Muhammad ﷺ”
Ini sangat menyentuh.
Nabi Muhammad ﷺ mencintai umatnya, bahkan lebih dari kita mencintai diri sendiri.
Beliau bersabda:
“Umatku… umatku…”
(HR. Muslim)
Di saat sakaratul maut pun, yang beliau pikirkan bukan dirinya, tapi kita.
Ketika kita menjadi sholeh:
kita mengikuti sunnah beliau
kita menghidupkan ajarannya
kita menjadi bukti bahwa risalah beliau berhasil
Maka beliau senang… bangga… dan akan memberi syafaat.
“Jika Engkau jadikan aku fasik…”
Ini kalimat yang penuh rasa takut.
Fasik artinya keluar dari ketaatan, tahu kebenaran tapi melanggar.
Ini bukan sekadar dosa kecil, tapi gaya hidup yang menjauh dari Allah.
Allah berfirman:
“Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan…”
(QS. Al-Baqarah: 168)
Karena kefasikan itu sering dimulai dari langkah kecil… lalu menjadi kebiasaan… lalu menjadi karakter.
“…maka yang senang adalah musuh-Mu”
Siapa musuh Allah?
Dialah setan.
Allah sudah menegaskan:
“Sesungguhnya setan itu musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh…”
(QS. Fatir: 6)
Setan tidak butuh kita jadi kafir dulu.
Cukup kita:
malas sholat
ringan berdosa
lalai dari dzikir
bangga dengan maksiat
Itu sudah membuat setan “senang”.
Bayangkan…
Saat kita bermaksiat:
kita menyakiti hati Rasulullah ﷺ
tapi kita justru membuat setan tertawa
Ini yang seharusnya membuat hati kita gemetar.
Makna terdalam dari doa ini
Doa ini sebenarnya sedang berkata:
“Ya Allah… aku tidak ingin hidupku menjadi hiburan bagi setan…
aku ingin hidupku menjadi kebahagiaan bagi Nabi-Mu…”
Ini bukan doa biasa. Ini doa orang yang sudah mulai sadar arah hidupnya.
Renungan untuk diri kita
Setiap hari kita memilih:
sholat atau menunda
dzikir atau lalai
taat atau maksiat
Dan setiap pilihan itu:
bisa membuat Rasulullah tersenyum
atau membuat setan bersorak
Tidak ada yang netral.
Penutup yang menusuk hati
Coba tanyakan dalam diam:
Hari ini…
lebih banyak mana…
yang membuat Rasulullah ﷺ bangga…
atau yang membuat setan tertawa?
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang sholeh, yang kehadirannya membahagiakan Nabi ﷺ, bukan yang menjadi bahan kegembiraan musuh Allah. Aamiin.

JANGAN TUNGGU…

JANGAN TUNGGU…

Jangan tunggu sakit…
karena saat sakit datang,
jalan ke masjid  terasa sangat jauh.

Jangan tunggu sakit…
karena ketika tubuh terbaring lemah, yang tersisa hanya penyesalan:
“dulu kenapa aku tidak rajin sujud…”

Jangan tunggu waktu luang…
karena yang sibuk hari ini,
banyak yang esoknya sudah di dalam liang lahat.

Jangan tunggu tua…
karena yang muda pun banyak yang dipanggil lebih dulu.

Ada kisah nyata…
seorang laki-laki, setiap azan berkumandang selalu berkata:
“nanti saja… masih capek…”

Hari demi hari…
azan hanya lewat di telinganya.
Sampai suatu hari…
ia benar-benar terbaring sakit.

Ketika azan berkumandang,
ia menangis…
ingin ke masjid…
ingin sujud…
ingin mengejar yang dulu ia tunda…
Tapi tubuhnya tak mampu lagi.

Tak lama setelah itu…
ia dipanggil oleh Allah.
Yang tersisa… hanya penyesalan.

Allah berfirman:
"Dan setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati."
(QS. Ali Imran: 185)

Dan saat kematian datang, manusia berkata:
"Ya Rabb-ku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat amal saleh…”
(QS. Al-Mu’minun: 99–100)
Tapi…
permintaan itu sudah tidak akan dikabulkan.

Hari ini…
kita masih bisa berdiri.
Masih bisa melangkah ke masjid.
Masih bisa sujud.
Masih bisa bertaubat.
Jangan tunggu sakit.
Jangan tunggu lemah.
Jangan tunggu menyesal.
Karena saat penyesalan datang…
semua sudah terlambat.

Rabu, 08 April 2026

KHUTBAH PERTAMA (Waktu Terus Berlalu dan Usia Makin Berkurang)

KHUTBAH PERTAMA
(Waktu Terus Berlalu dan Usia Makin Berkurang) 

Mukadimah 

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruh, 
wa na’udzu billahi min syururi anfusina wa min sayyi’ati a’malina.

Mayyah dihillahu fala mudhilla lah, wa mayyudhlil fala hadiya lah.

Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh la nabiya ba'da. 

Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina Muhammad, wa ‘ala alihi wa ashhabihi ajma’in.
Amma ba’du…

JUDUL: 
WAKTU TERUS BERLALU DAN USIA MAKIN BERKURANG

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah…

Hari ini kita duduk di masjid ini
Masih bisa bernafas;
Masih bisa mendengar khutbah;
Namun kita tidak tahu, apakah ini Jumat terakhir bagi kita.

Allah berfirman:
“Wal ‘ashr. Innal insaana lafii khusr.” artinya: Demi waktu… manusia benar-benar dalam kerugian. (QS. Al-‘Ashr: 1–2)

Sidang jumah yg berbahagia, 

Ada Kisah seorang lelaki, yang datang ke masjid seperti kita hari ini.
Ia berwudhu, berdiri dalam shalat,  Ketika …
ia tidak bangkit.
Orang-orang mengira ia khusyuk, ternyata… ia telah wafat dalam sujudnya.
Subhanallah…
Betapa indah akhir hidupnya. 

Tapi hal ini menjadi peringatan bagi kita, bahwa Kematian bisa datang tanpa kita duga.

Ma'asyiral muslimin rahima kumullah

Berapa banyak orang yang tadi pagi masih tertawa…
siang hari sudah terbujur kaku.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Perbanyaklah mengingat kematian.” (HR. Tirmidzi no. 2307)

Ada pula kisah lain…
Seorang jamaah rutin shalat berjamaah. Ia dikenal baik, sederhana, tidak banyak bicara.

Suatu hari ia datang ke masjid untuk shalat Isya.
Ia duduk menunggu iqamah…
Tiba-tiba ia terjatuh…
dan wafat di rumah Allah.

Orang-orang menangis…
karena mereka tahu… ia meninggal dalam keadaan terbaik.

Jamaah jumah yang dirahmati Allah…

Coba kita bayangkan…
Jika hari ini kita yang dipanggil…
Apa yang akan kita bawa?
Apakah kita  sudah siap?
Atau kita masih menunda taubat,  masih sibuk dengan dosa, masih lalai untuk ibadah pada Allah? 

Allah berfirman:
“Waltanzur nafsun maa qaddamat lighad.” Artinya: "Dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)."  (QS. Al-Hasyr: 18) 

Ayat ini adalah peringatan agar kita selalu introspeksi diri, melihat amal apa yang sudah kita siapkan untuk kehidupan akhirat.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

 Maka: 
Jangan tunggu nanti…
Jangan tunggu tua…
Jangan tunggu sakit, karena setelah sakit tak bisa lagi ke mesjid. Mumpung masih kuat dan sehat, datanglah ke mesjid untuk shalat berjamaah. 

Karena banyak yang sehat… 
Banyak yang muda tapi mereka mati duluan. 


Aqulu qauli hadza wastaghfirullaha li wa lakum, fastaghfiruhu innahu huwal ghafurur rahim.



KHUTBAH KEDUA

Alhamdulahi hamdan katsiran tayyiban mubarakan fih…
Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina Muhammad…

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Kita semua pasti mati…
tinggal menunggu giliran.

Ada Kisah seorang lelaki di detik terakhir hidupnya berkata:
“Tolong… beri aku waktu sebentar saja…
aku ingin shalat… aku ingin bersedekah…”
Namun malaikat maut tidak menunggu kita siap.  Kesempatan itu telah habis.

Jamaah sekalian…
Hari ini kita masih punya waktu; Masih bisa sujud;
Masih bisa istighfar. 
Besok… belum tentu. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Orang yang cerdas adalah yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.” (HR. Ibnu Majah no. 4260)

Jamaah Jumat rahima kumullah, 

Mulai sekarang
Taubatlah sungguh-sungguh;
Perbaiki shalat;
Tinggalkan dosa. 


Allahummaghfir lana dzunubana, wa kaffir ‘anna sayyi’atina, wa tawaffana ma’al abrar.

Rabbanaghfir lī wa liwālidayya walil mu’minīna yauma yaqūmul hisāb

Allahumma la taj’al hadzal yauma akhira ‘ahdina minad dunya illa wa anta radhin ‘anna.

Allahumma khatim lana bihusnil khatimah…
wa la takhtim ‘alaina bisu’il khatimah…

Allahumma jika hari ini adalah hari terakhir kami…
maka wafatkan kami dalam keadaan sujud kepada-Mu…

Rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar. Alhamdulillahi rabbal aalamin. 


Innallaha ya’muru bil ‘adli wal ihsan…
Fadzkurullaha yadzkurkum, wasykuruhu yazidkum.
Wala dzikrullahu akbar, 

Aqimishalah

AMALAN GABUNGAN (LATIN – SEKALI BACA)

AMALAN GABUNGAN (LATIN – SEKALI BACA)

🌿 Pembuka
Bismillah
Astaghfirullah 3x
Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad 3x
🌿 Inti Amalan
Ayat Kursi (1x)
Allahu laa ilaaha illa huwa al-hayyul qayyum, laa ta’khudzuhu sinatun walaa naum… (boleh dibaca sampai selesai ayat)
Al-Ikhlas (3x)
Qul huwallahu ahad, Allahus shamad, lam yalid wa lam yuulad, wa lam yakun lahu kufuwan ahad
Al-Falaq (3x)
Qul a’udzu birabbil falaq, min syarri maa khalaq, wa min syarri ghaasiqin idzaa waqab, wa min syarrin naffaatsaati fil ‘uqad, wa min syarri haasidin idzaa hasad
An-Nas (3x)
Qul a’udzu birabbin naas, malikin naas, ilaahin naas, min syarril waswaasil khannaas, alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas, minal jinnati wan naas
Dua Ayat Terakhir Al-Baqarah (1x)
Aamanar rasuulu bimaa unzila ilaihi mir rabbihi wal mu’minuun… (sampai selesai ayat 286)
Akhrajatil Ardhu (11x)
Wa akhrajatil ardhu athqaalahaa
Ayat Penyembuhan (7x)
Wa idzaa maridhtu fahuwa yasyfiin
Doa Ruqyah (3x)
Bismillah arqiika min kulli syai’in yu’dziika, min syarri kulli nafsin au ‘ainin haasid, Allahu yasyfiika, bismillah arqiika
Tambahan Penting (3x)
A’udzu bi kalimaatillaahit taammaati min syarri maa khalaq
🌿 Dzikir Khas
Ya Jabbar 94x
Bismillah laa ilaaha illa anta ya Jabbar 66x
A’udzu billahi minannar wa min syarril kuffar wa min ghadabil Jabbar, al-‘izzatu lillaahi wa li rasulihi wa lil mu’minin 33x
🌿 Penutup
Allahumma inni a’udzu bika minas sihri wa min syarri kulli dzi syarr
Allahumma isyfini syifaa’an laa yughaadiru saqamaa, wahfazhni min kulli suu’
🌿 Cara Pakai
Dibaca sekali duduk (sekali waktu / sewaktu-waktu)
Bisa saat:
sakit
merasa ada gangguan
sebelum tidur
setelah Magrib/Subuh
🌿 Cara Lebih Kuat
Setelah selesai:
Tiupkan ke tangan → usap ke tubuh
atau tiupkan ke air → diminum

Selasa, 07 April 2026

DOA PERLINDUNGAN

DOA PERLINDUNGAN
(sebelum tidur) 

Pertama, bacakan ini sambil usap kepala Yumna:

A’ūdzu bi kalimātillāhit-tāmmāti min kulli syaitānin wa hāmmah, wa min kulli ‘ainin lāmmah  (HR. Bukhari).

(Artinya: Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari gangguan setan, binatang berbahaya, dan dari setiap pandangan yang jahat.)  

Kedua, baca Ayat Kursi di dekatnya:
Allāhu lā ilāha illā huwa al-ḥayyul qayyūm… (QS. Al-Baqarah: 255)
InsyaAllah menjadi penjaga dari gangguan hingga pagi.

Ketiga, bacakan 3 surat perlindungan:
Al-Ikhlas
Al-Falaq
An-Nas
Tiupkan perlahan ke telapak tangan, lalu usapkan ke kepala dan tubuhnya.

Keempat, bisa tambahkan dzikir lembut: “Bismillah… ya Jabbar… ya Salam…” sambil menepuk lembut punggungnya.

Biasanya anak menangis malam karena:
kaget (fase perkembangan)
mimpi atau rasa tidak nyaman
atau butuh rasa aman dari orang tuanya. 


Senin, 06 April 2026

Kamu Cari Dolar… Tapi Sedang Mengumpulkan Api Neraka

Kamu Cari Dolar… Tapi Sedang Mengumpulkan Api Neraka

Ini bukan sekadar konten.
Ini soal akhir hidupmu.
Kamu buka aurat…
kamu rekam…
kamu sebarkan…
Lalu kamu bangga:
“View naik, dolar masuk.”

Tapi dengar ini baik-baik…
“Wanita yang berpakaian tapi telanjang… tidak akan mencium bau surga.”
(HR. Muslim No. 2128)

Kamu kira itu rezeki?
Tidak.
Itu umpan.

Setiap mata yang melihatmu jadi dosa. 

Setiap laki-laki yang berkhayal karena kamu jadi dosa. 

Setiap yang terseret maksiat karena kontenmu jadi dosa. 

Dan semuanya balik ke kamu
Tanpa putus. Tanpa henti.

“Barangsiapa mengajak kepada kesesatan, ia menanggung dosa seperti dosa orang yang mengikutinya” (HR. Muslim)

Kamu mungkin belum merasa apa-apa sekarang…
Tapi nanti:
Saat sendiri di kubur;
Saat amal dibuka;
Saat tidak ada lagi like dan followers. 

Yang ada hanya: tumpukan dosa dari video yang kamu upload, atau aurat yang kamu jadikan tontonan, atau uang yang dulu kamu banggakan… jadi saksi yang memberatkan. 

Maka sesungguhnya, 
Tidak ada satu pun dolar itu yang bisa menebus satu detik azab.

Masih mau lanjut?

Atau mau berhenti sekarang…
sebelum semuanya terlambat?
Hapus.
Tutup.
Bertaubat.
Sebelum kamu yang ditutup… untuk selamanya.