Laqadja akum rasulum


web stats

Senin, 29 Juni 2026

Surah Al-Mulk Menjadi Pembelanya Cerpen: oleh Ismilianto

Surah Al-Mulk Menjadi Pembelanya
Cerpen: oleh Ismilianto

Malam itu langit begitu bening. Angin berembus pelan, seolah enggan mengusik keheningan.

Usai menunaikan salat Isya, Pak Hasan duduk di atas sajadahnya. Seperti malam-malam sebelumnya, kedua bibirnya kembali melantunkan Surah Al-Mulk. Tiga puluh ayat yang telah bertahun-tahun menjadi teman sebelum tidur itu mengalir lembut dari lisannya.
"Tabārakalladzī biyadihil mulku..."

Tak ada yang mengetahui bahwa itulah bacaan terakhirnya di dunia.
Sesaat kemudian, kepalanya tertunduk. Wajahnya begitu damai. Senyum tipis masih tersisa di bibirnya ketika ruhnya kembali kepada Sang Pencipta.

Keesokan harinya, rumah sederhana itu dipenuhi pelayat.
Saat jenazah dimandikan, seorang yang membantu memandikan tiba-tiba terdiam.
"Subhanallah... harum sekali..."
Yang lain mengangguk pelan. Tak ada parfum. Tak ada minyak wangi. Namun ruangan itu dipenuhi aroma yang menenangkan hati.

Ketika tubuh Pak Hasan dibungkus kain kafan, keharuman itu justru semakin semerbak. Beberapa pelayat saling berpandangan, sementara air mata mereka perlahan jatuh tanpa disadari.

Di pemakaman, keajaiban itu kembali terasa.
Seorang penggali kubur mengangkat segenggam tanah lalu mendekatkannya ke hidung.
"Wangi... tanah ini wangi..."

Mereka saling berpandangan penuh takjub. Seakan bumi pun sedang menyambut seorang hamba yang selama hidupnya selalu mengingat Tuhannya.

Usai talqin dan doa selesai dibacakan, satu demi satu pelayat meninggalkan makam.
Tangis keluarga semakin menjauh.
Langkah kaki mereka perlahan menghilang.
Kini Pak Hasan benar-benar sendiri.
Tak ada lagi istri yang menggenggam tangannya.
Tak ada lagi anak-anak yang memanggil namanya.
Tak ada lagi sahabat yang menemani.
Yang tinggal hanyalah amal-amal yang dahulu ia bawa dengan ikhlas.

Gelap menyelimuti liang kubur.
Sunyi begitu dalam.
Lalu, dengan izin Allah, datanglah dua malaikat yang diutus untuk mendatangi setiap hamba di alam barzakh.

Saat itulah, rahmat Allah turun memenuhi kubur Pak Hasan.
Liang kubur yang sempit berubah menjadi lapang.
Udara yang gelap dipenuhi cahaya ketenangan.
Rasa takut yang biasa menghampiri manusia berganti dengan ketenteraman yang sulit digambarkan.

Allah meneguhkan hati hamba-Nya.
Sebagaimana firman-Nya,
"Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan dunia dan di akhirat." (QS Ibrahim: 27)

Dengan hati yang mantap, Pak Hasan menjawab,
"Rabbku adalah Allah."
"Agamaku Islam."
"Nabiku Muhammad SAW."

Maka Allah memuliakannya.
Kuburnya dilapangkan sejauh mata memandang.
Sebuah pintu menuju kenikmatan surga dibukakan baginya.
Angin surga berembus lembut membawa kesejukan dan aroma yang tak pernah ada di dunia.

Di saat itulah tampak betapa berharganya amal yang selama ini dianggap sederhana.
Surah Al-Mulk yang hampir setiap malam ia baca menjadi sebab datangnya perlindungan Allah dari azab kubur.

Rasulullah SAW bersabda,
"Surah Tabārak (Al-Mulk) adalah penghalang yang melindungi pembacanya dari azab kubur."

Dalam hadis lain beliau juga bersabda,
"Ada satu surah yang terdiri dari tiga puluh ayat. Surah itu memberi syafaat kepada seseorang hingga dosanya diampuni, yaitu Surah Al-Mulk." (HR. At-Tirmidzi)

Malam demi malam, Pak Hasan dahulu mungkin tidak pernah membayangkan bahwa bacaan yang hanya memerlukan beberapa menit itu kelak menjadi salah satu sebab datangnya kasih sayang Allah di alam kubur.

Kini keluarganya hanya bisa berdoa dari dunia.
Namun Surah Al-Mulk yang dahulu ia baca dengan istiqamah telah lebih dahulu "menemaninya" sebagai amal saleh yang terus memberi manfaat dengan izin Allah.

Maka, jangan pernah merasa berat membaca Surah Al-Mulk sebelum tidur.
Kita tidak pernah tahu, malam ini mungkin masih menjadi milik kita.

Namun boleh jadi, malam esok Surah Al-Mulk-lah yang menjadi bacaan terakhir sebelum malaikat maut datang menjemput.

Semoga Allah menjadikan lisan kita selalu basah dengan Al-Qur'an, mengakhiri hidup kita dalam husnul khatimah, melapangkan kubur kita, melindungi kita dari azab kubur, dan mengumpulkan kita bersama orang-orang saleh di surga-Nya.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Minggu, 28 Juni 2026

Saat Malaikat Datang, Surah Al-Mulk Menjadi Pembelanya"Cerpen:oleh Ismilianto

Surah Al-Mulk Menjadi Pembelanya
Cerpen:oleh Ismilianto

Malam itu langit begitu teduh.
Pak Hasan mengembuskan napas terakhirnya setelah salat Isya. Sebelum wafat, bibirnya masih sempat berbisik membaca Surah Al-Mulk, sebagaimana kebiasaannya setiap malam.
Tidak ada yang menyangka, itulah bacaan terakhirnya di dunia.
Ketika jenazah dimandikan, seluruh ruangan dipenuhi aroma harum yang sulit dilukiskan.
"Subhanallah... wangi sekali," bisik seorang tetangga.
Saat kain kafan membungkus tubuhnya, keharuman itu justru semakin semerbak.
Di pemakaman, para penggali kubur kembali dibuat heran.
Tanah yang baru digali mengeluarkan aroma harum, seolah-olah bumi sedang menyambut seorang hamba yang dicintai Allah.
Usai pemakaman, satu per satu pelayat pulang.
Tinggallah Pak Hasan sendirian di dalam kuburnya.
Gelap.
Sunyi.
Tak ada lagi keluarga.
Tak ada lagi sahabat.
Yang tersisa hanyalah amal.
Tak lama kemudian, datanglah dua malaikat yang ditugaskan Allah untuk mendatangi setiap manusia di alam kubur.
Dengan izin Allah, mereka hendak menanyakan pertanyaan yang akan menentukan keadaan seorang hamba di alam barzakh.
Namun, pada saat itulah tampak cahaya memenuhi liang kubur.
Seakan-akan bacaan Surah Al-Mulk yang selama ini istiqamah dibaca hadir sebagai pembela.

Dalam hadis sahih, Rasulullah SAW bersabda:
"Surah Al-Mulk adalah penghalang; ia melindungi pembacanya dari azab kubur."
(Hadis dengan makna yang diriwayatkan dari beberapa jalur dan dinilai sahih oleh sejumlah ulama.)

Maka kubur itu menjadi lapang.
Udara menjadi sejuk.
Rasa takut berubah menjadi ketenangan.
Allah meneguhkan hati hamba-Nya sehingga ia mampu menjawab pertanyaan malaikat dengan benar.

Sebab Allah telah berfirman:
"Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan dunia dan di akhirat." (QS Ibrahim: 27)

Pak Hasan pun menjawab dengan penuh keyakinan:
"Rabbku adalah Allah."
"Agamaku Islam."
"Nabiku adalah Muhammad SAW."

Dengan izin Allah, ujian itu dilaluinya dengan mudah.
Lalu dibukakan baginya sebuah pintu menuju kenikmatan surga.
Aroma surga mulai memasuki liang kuburnya.
Kuburnya menjadi luas sejauh mata memandang.
Ia pun beristirahat dengan tenang hingga datang hari kebangkitan.

Kisah ini mengingatkan kita bahwa tidak ada amal yang sia-sia.

Rasulullah SAW bersabda:
"Ada satu surah yang terdiri dari tiga puluh ayat yang memberi syafaat kepada seseorang hingga dosanya diampuni, yaitu Surah Al-Mulk." (HR. At-Tirmidzi)

Karena itu, marilah kita membiasakan membaca Surah Al-Mulk setiap malam sebelum tidur. Kita tidak tahu malam mana yang akan menjadi malam terakhir kita di dunia.

Semoga ketika seluruh manusia meninggalkan kita di liang kubur, Allah mengirimkan amal-amal saleh sebagai teman, pelindung, dan penenang hingga datang hari perjumpaan dengan-Nya.


Kuburnya Harum, Malaikat Pun Terdiam Cerpen: oleh Ismilianto

Kuburnya Harum, Malaikat Pun Terdiam
Cerpen: oleh Ismilianto

Malam itu, hujan baru saja reda. Angin berembus pelan ketika kabar duka menyebar dari rumah sederhana di ujung kampung.
Pak Hasan telah wafat.
Beliau bukan orang kaya. Bukan pula seorang ulama terkenal. Sehari-harinya hanya petani biasa. Hidupnya sederhana, tutur katanya lembut, tidak suka menyakiti hati orang lain.
Namun ada satu amalan yang hampir tidak pernah beliau tinggalkan.
Setiap selesai salat Isya, sebelum tidur, beliau selalu membaca Surah Al-Mulk hingga selesai.
Anak-anaknya sering bertanya, "Ayah, kenapa setiap malam membaca Surah Al-Mulk?"
Beliau hanya tersenyum.
"Kalau suatu saat Ayah sendirian di alam kubur, semoga Allah menjadikan Surah Al-Mulk sebagai teman dan pembela."
Tak ada yang menyangka, malam itu menjadi malam terakhir beliau membaca surah itu.
Keesokan paginya, beliau ditemukan telah berpulang dengan wajah yang begitu tenang.
Saat dimandikan, para tetangga saling berpandangan.
"Apa kalian mencium bau ini?"
"Iya... harum sekali..."
Harumnya bukan seperti minyak wangi biasa, melainkan semerbak yang menenangkan hati.
Ketika kain kafan mulai dililitkan, aroma itu justru semakin kuat.
Orang-orang yang hadir merinding.
Saat jenazah dibawa ke pemakaman, keharuman itu masih terus tercium.
Yang lebih mengherankan lagi, ketika liang lahat digali, tanah yang biasanya berbau lembap justru mengeluarkan aroma yang sangat wangi.
Seorang penggali kubur berkata lirih,
"Seumur hidup saya menggali ratusan kubur, baru kali ini tanahnya seharum ini."
Semua yang hadir meneteskan air mata.
Mereka sadar, kemuliaan seseorang tidak selalu tampak ketika hidup, tetapi sering kali Allah tampakkan ketika ia telah wafat.
Malam pertama di alam kubur adalah malam yang paling menegangkan bagi setiap manusia.
Namun Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa Surah Al-Mulk memiliki keutamaan yang sangat besar.
Beliau bersabda:
"Ada satu surah yang terdiri dari tiga puluh ayat yang memberi syafaat kepada seseorang hingga dosanya diampuni, yaitu Surah Al-Mulk."
(HR. At-Tirmidzi)
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Surah Al-Mulk menjadi pelindung dari azab kubur.
Karena itu, banyak ulama menganjurkan agar membacanya setiap malam.
Adapun cerita bahwa malaikat sama sekali tidak bertanya di dalam kubur karena seseorang membaca Surah Al-Mulk tidak memiliki dasar yang sahih dalam hadis. Yang dijelaskan dalam hadis-hadis sahih adalah bahwa Surah Al-Mulk menjadi sebab perlindungan dari azab kubur dan memberi syafaat bagi pembacanya, bukan menghapus adanya pertanyaan kubur.
Allah berfirman:
"Dialah yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya."
(QS Al-Mulk: 2)
Maut tidak memilih usia, jabatan, maupun kekayaan.
Yang akan menemani kita hanyalah iman dan amal saleh.
Mungkin kita tidak mampu menghafal banyak surah.
Namun jika mulai malam ini kita membiasakan membaca Surah Al-Mulk sebelum tidur dengan ikhlas, semoga Allah menjadikannya cahaya di alam kubur, pelindung dari azab, dan pemberi syafaat pada hari kiamat.
Karena pada akhirnya, bukan panjangnya umur yang menentukan kemuliaan seseorang, melainkan amal yang terus ia jaga hingga napas terakhir.

Jangan Tinggalkan Salat Taubat Sebelum Tahajud dan Witir

Jangan Tinggalkan Salat Taubat Sebelum Tahajud dan Witir

Suatu malam, seorang ulama dikunjungi seorang lelaki tua yang wajahnya dipenuhi penyesalan.
"Guru," katanya sambil menangis, "umur saya sudah enam puluh tahun. Dosa saya terlalu banyak. Apakah Allah masih mau menerima taubat saya?"

Sang ulama tersenyum lalu bertanya, "Apakah engkau masih bernapas?"
"Masih."
"Berarti pintu taubat masih terbuka."

Sejak malam itu, lelaki tersebut mengubah kebiasaannya. Setiap sepertiga malam terakhir ia bangun, berwudu, lalu mengawali ibadahnya dengan salat taubat dua rakaat. Setelah itu ia melaksanakan tahajud, berdoa dengan penuh harap, kemudian menutup malamnya dengan salat witir.

Bulan demi bulan berlalu. Orang-orang melihat perubahan yang luar biasa. Wajahnya menjadi teduh, lisannya lembut, keluarganya kembali harmonis, dan yang paling membahagiakan, ia wafat dalam keadaan yang sangat baik. Orang-orang yang mengenalnya berkata, "Malam telah mengubah hidupnya."

Begitulah kekuatan taubat. Sebelum kita meminta rezeki, kesehatan, atau kemudahan kepada Allah dalam tahajud, bersihkan dahulu hati dengan memohon ampun kepada-Nya.

Allah berfirman:
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi." (QS. Ali 'Imran: 133)

Allah juga memuji hamba-hamba-Nya yang menghidupkan malam dengan istigfar:
"Dan pada akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah." (QS. Adz-Dzariyat: 18)

Rasulullah SAW bersabda:
"Tuhan kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni." (HR. Bukhari dan Muslim)

Beliau SAW juga bersabda:
"Jadikanlah salat witir sebagai penutup salat kalian pada malam hari." (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, biasakanlah urutan ibadah malam yang indah:
• Salat taubat dua rakaat. • Salat tahajud. • Perbanyak istigfar dan doa. • Tutup dengan salat witir.

Siapa yang datang kepada Allah dengan hati yang penuh penyesalan, niscaya Allah akan menyambutnya dengan ampunan dan kasih sayang.

Jangan menunggu sampai usia senja. Jangan menunggu sakit. Jangan menunggu ajal mendekat.
Mungkin, salat taubat yang kita lakukan malam ini adalah salat yang menghapus dosa-dosa kita. 

Tahajud yang kita dirikan adalah salat yang mengangkat derajat kita. Dan witir yang kita tutupkan adalah ibadah terakhir yang menjadi saksi bahwa kita tidur dalam keadaan taat kepada Allah.

Jangan Biarkan Waktu Antara Magrib dan Isya Berlalu Sia-Sia

Jangan Biarkan Waktu Antara Magrib dan Isya Berlalu Sia-Sia

Langit mulai gelap. Burung-burung telah kembali ke sarangnya. Azan Magrib berkumandang, lalu manusia pun berbondong-bondong menghadap Allah. Namun, setelah salam terakhir salat Magrib, tidak semua orang memilih tetap dekat dengan-Nya.

Ada yang segera sibuk dengan telepon genggam. Ada yang kembali tertawa dan bercanda. Ada pula yang menghabiskan waktu tanpa arah.
Padahal, waktu antara Magrib dan Isya adalah salah satu waktu yang sangat berharga untuk memperbanyak ibadah.

Seorang ulama pernah bercerita tentang seorang lelaki saleh yang hampir setiap malam tidak pernah meninggalkan masjid setelah Magrib. Ia mengisi waktunya dengan membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, dan melaksanakan salat sunnah. Bertahun-tahun ia menjaga kebiasaan itu.
Ketika ajal menjemputnya, wajahnya tampak tenang. Orang-orang yang memandikannya mengatakan bibirnya seakan masih tersenyum. Mereka mengenangnya sebagai orang yang selalu menghidupkan waktu antara Magrib dan Isya dengan ibadah.

Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa mengerjakan salat enam rakaat setelah Magrib tanpa diselingi perkataan yang sia-sia, maka baginya pahala seperti beribadah selama dua belas tahun." (Hadis riwayat At-Tirmidzi)

Tentang orang-orang yang menghidupkan waktu setelah Magrib, Allah berfirman:
"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap..." (QS. Al-Qur'an Surah As-Sajdah: 16)

Jangan sia-siakan waktu yang singkat ini. Duduklah di masjid atau di rumah dalam keadaan suci. Bacalah Al-Qur'an, perbanyak istigfar, shalawat, doa, dan jika mampu, kerjakan salat Awwabin enam rakaat. Bisa jadi, beberapa puluh menit yang kita persembahkan setiap malam menjadi sebab Allah mengampuni dosa-dosa kita, melapangkan rezeki, menenangkan hati, dan mengangkat derajat kita di akhirat.

Malam ini, sebelum Isya tiba, jangan buru-buru meninggalkan Allah. Bisa jadi, justru di sela-sela waktu yang sering dilupakan itulah Allah sedang menyiapkan rahmat yang selama ini kita harapkan.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang menghidupkan waktu antara Magrib dan Isya dengan amal saleh, menerima seluruh ibadah kita, dan mengumpulkan kita kelak di surga bersama Rasulullah SAW. Aamiin.

Sabtu, 27 Juni 2026

Jangan Tidur Terus Nanti Rezekimu Mencari Orang Lain Cerpen: oleh Ismilianto

Jangan Tidur Terus Nanti Rezekimu Mencari Orang Lain
Cerpen: oleh Ismilianto

Pagi itu, embun masih menggantung di ujung daun. Burung-burung sudah bernyanyi, sementara matahari perlahan menyibak gelap.

Namun, di sebuah rumah sederhana, Arman masih terlelap.
Ibunya sudah beberapa kali mengetuk pintu.
"Man... bangun, Nak. Subuh sudah lama berlalu."
Tak ada jawaban.
"Kalau terus begini, kapan hidupmu berubah?"
Arman hanya membalikkan badan, lalu kembali tidur.

Hari demi hari berlalu. Ia selalu punya alasan untuk menunda. Menunda salat. Menunda bekerja. Menunda belajar. Menunda membantu orang tuanya.
Ia sering berkata, "Besok saja."
Padahal, tidak ada seorang pun yang dijamin bertemu dengan hari esok.

Suatu sore, kabar duka datang dari kampung sebelah. Seorang pemuda yang terkenal rajin, baru pulang bekerja, lalu mengeluh pusing. Tak lama kemudian ia meninggal dunia.
Usianya bahkan lebih muda daripada Arman.

Sejak hari itu, Arman mulai bertanya dalam hati,
"Kalau tadi yang dipanggil Allah adalah aku, bekal apa yang kubawa?"
Ia menangis.
Ia sadar, kemalasan bukan hanya membuat seseorang miskin. Kemalasan juga bisa membuat seseorang miskin amal.

Kisah seperti ini bukan sekadar cerita. Dalam kehidupan nyata, tidak sedikit orang yang menyesal karena terlalu sering menunda.

Ada yang baru ingin berbakti kepada orang tua ketika keduanya telah tiada.
Ada yang baru ingin rajin salat setelah divonis sakit keras.
Ada pula yang baru ingin bersedekah ketika hartanya telah habis.
Penyesalan memang selalu datang belakangan.

Allah telah mengingatkan dalam Al-Qur'an:
"Berlomba-lombalah kamu dalam mengerjakan kebaikan."
(QS. Al-Baqarah: 148)

Allah juga berfirman:
"Maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain."
(QS. Al-Insyirah: 7)

Ayat ini mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh tenggelam dalam kemalasan. Selesai satu amal, lanjutkan dengan amal berikutnya.

Rasulullah SAW juga bersabda:
"Mukmin yang kuat lebih Allah cintai daripada mukmin yang lemah, walaupun pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu..."
(HR. Muslim no. 2664)

Dalam hadis lain beliau mengingatkan:
"Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu."
(HR. Al-Hakim, dinilai sahih oleh banyak ulama)

Kemalasan adalah pintu yang pelan-pelan menutup masa depan. Ia mencuri waktu tanpa terasa. Ia membuat amal tertunda, rezeki terhambat, ilmu tidak bertambah, dan cita-cita hanya tinggal angan.
Jangan malas untuk salat.
Jangan malas bekerja.
Jangan malas mencari ilmu.
Jangan malas membantu sesama.
Jangan malas berbuat baik.
Sebab kita tidak tahu, mungkin amal kecil yang kita lakukan hari ini adalah amal terakhir yang mengantarkan kita menuju surga.

Mulailah sekarang. Jangan tunggu besok. Karena yang kita miliki hanyalah hari ini, sedangkan besok masih menjadi rahasia Allah.

PENJEGHUM BEIJE ADIK SANAK

PENJEGHUM BEIJE ADIK SANAK

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dengan hormat, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk dapat hadir pada acara Beije Adik Sanak, yang insya Allah akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Malam Kamis/ Malam tgl 2 Juli 2026
Tempat : Jalan Rajawali, Manna

Atas perhatian dan kehadirannya, kami ucapkan terima kasih.

Yang Mengundang

ISMILIANTO