Laqadja akum rasulum


web stats

Jumat, 20 Februari 2026

Bismillah Lima Sebagai doa perlindungan

Bismillah Lima 

Sebagai doa perlindungan, 
Berikut bacaan yang paling umum dipakai:

Arab: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
بِسْمِ اللَّهِ الشَّافِي
بِسْمِ اللَّهِ الْكَافِي
بِسْمِ اللَّهِ الْمُعَافِي
بِسْمِ 
اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ


Latin: 

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
Bismillāhis-syāfī
Bismillāhil-kāfī
Bismillāhil-mu‘āfī
Bismillāhilladzī lā yaḍurru ma‘asmihī shay’un fil-arḍi wa lā fis-samā’i wa huwas-samī‘ul-‘alīm

Artinya ringkas: – Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
– Dengan nama Allah Yang Maha Menyembuhkan
– Dengan nama Allah Yang Maha Mencukupi
– Dengan nama Allah Yang Maha Memberi keselamatan
– Dengan nama Allah, yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi dan di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui
Catatan penting agar lurus niatnya: – Bismillah Lima adalah doa, bukan ayat Al-Qur’an, jadi boleh dibaca sebagai wirid atau doa perlindungan
– Khasiatnya bukan pada jumlah atau lafaz semata, tapi pada tawakal dan keyakinan kepada Allah – Umumnya dibaca 1 kali, atau 3 kali, pagi dan petang, atau saat merasa perlu perlindungan

MALAM KITA BELAJAR PULANG

MALAM KITA BELAJAR PULANG

Di suatu malam, di zaman Nabi Muhammad SAW, datang seorang lelaki yang dadanya penuh dosa.
Ia tidak menyusun alasan.
Ia hanya berkata dengan jujur,
“Wahai Rasulullah, aku telah menzalimi diriku.”
Tak ada bentakan.
Tak ada hardikan.

Rasulullah SAW justru membuka pintu harapan,
mengajarinya taubat dan menguatkan hatinya.

Di malam lain, seorang sahabat menangis tersedu-sedu karena satu kesalahan.
Ia mengira dosanya telah menutup semua pintu langit.

Namun Rasulullah SAW menenangkannya,
seakan berkata:
“Selama engkau mau kembali, Allah tidak pernah menutup pintu.”

Begitulah Islam datang:
bukan untuk mematahkan orang berdosa, tetapi menuntun mereka pulang.

Allah berfirman:
“Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah.” (Az-Zumar: 53)

Ayat ini turun bukan untuk orang yang merasa suci,
tetapi untuk mereka yang merasa kotor dan ingin dibersihkan.

Dan Allah juga menegur dengan lembut:
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah?” (Al-Hadid: 16)

Bukan ancaman.
Hanya satu pertanyaan.
Namun cukup untuk merobohkan kesombongan dan membangunkan hati.

Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah lebih bergembira dengan taubat seorang hamba daripada seseorang yang menemukan kembali untanya yang hilang di padang pasir.” (HR. Muslim)

Artinya, taubat yang datang malam ini— meski mendadak, meski terlambat— disambut Allaah dengan kegembiraan, bukan kemarahan.

Renungan ... 
Mungkin kita bukan orang terbaik.
Mungkin shalat kita belum khusyuk.
Mungkin dosa kita lebih banyak daripada amal.

Tapi malam ini,
selama hati masih mau tunduk, selama bibir masih bisa berdoa, pintu pulang masih terbuka.

Allahumma innā nas’aluka riḍāka wal-jannah,
wa na‘ūdzu bika min sakhathika wan-nār.

Ya Allah, di malam ini kami datang bukan membawa kebanggaan, melainkan membawa pengakuan.
Ampuni yang kami sembunyikan, perbaiki yang kami rusakkan, dan terimalah kepulangan kami meski langkahnya tertatih dan penuh salah.

Jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri cahaya. Aamiin ya rabbal aalamin. 


Pemupukan Kates

Pemupukan Kates


Pemupukan di akhir fase vegetatif (sekitar umur 3-4 bulan) sangat krusial karena mempersiapkan cadangan nutrisi dan kekuatan struktur tanaman untuk mendukung pembungaan lebat di awal fase generatif. Pada fase ini, fokus beralih dari nitrogen  ke peningkatan unsur fosfor (P) dan kalium (K) untuk merangsang akar, batang kokoh, dan inisiasi bunga, mencegah bunga rontok

Poin penting pemupukan untuk peralihan fase vegetatif ke generatif.

Pentingnya K/P (Kalsium & Kalium/Fosfor): Gunakan pupuk dengan kandungan kalium dan fosfor yang tinggi. Kalium (𝐾) berperan penting dalam pembentukan buah dan meningkatkan kualitas buah, sementara Fosfor (𝑃) diperlukan untuk merangsang pertumbuhan akar dan pembungaan.

Contoh Kombinasi Pupuk: Pada umur 3,5 bulan, disarankan memberikan campuran pupuk Fertiphos dan KCL. Alternatif lain adalah menggunakan pupuk NPK ( NPK Mutiara Profesional 9 - 25- 25) dan ditambahkan pupuk yang kaya unsur mikro seperti Karate Plus Boroni (10 gram/tanaman).
Pupuk MKP (Mono Kalium Phosphate): Mengandung P dan K tinggi tanpa Nitrogen, sangat baik digunakan untuk merangsang pembungaan dan mencegah pertumbuhan vegetatif berlebihan.

Pemupukan Organik: Pupuk kandang atau organik tetap wajib diberikan untuk menyediakan nutrisi dasar yang seimbang.

Manfaat Pemupukan yang Tepat.

Akar lebih kuat untuk menyerap nutrisi.
Batang lebih kokoh menopang buah.
Pencegahan kerontokan bunga dan buah muda.
Produksi buah yang tinggi, lebat, dan berkualitas.

TAUBAT MENDADAK

TAUBAT MENDADAK

Kita mengira taubat itu harus menunggu waktu yang tepat.
Menunggu hidup lebih rapi.
Menunggu dosa berkurang.

Ramadhan mengajarkan bahwa taubat sering kali datang mendadak.

Kita belajar dari seorang lelaki bernama Fudhail bin Iyadh. Hidupnya diisi maksiat dan perampokan.
Suatu malam di bulan Ramadhan, ia mendengar satu ayat Al-Qur’an  Surah Al-Hadid ayat 16 dibacakan:
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang beriman untuk tunduk hati mengingat Allah…”  

Ayat itu tidak panjang.
Namun malam itu, hatinya runtuh.
Ia berkata, “Ya Allah, saat itu telah datang.”

Dan sejak malam Ramadhan itu, hidupnya berbalik arah jadi taubat nasuha. 

Ada pula kisah Malik bin Dinar.
Dahulu ia tenggelam dalam dosa. Namun suatu Ramadhan, di waktu sahur, hatinya disentuh oleh kesadaran:
“Apa gunanya hidup jika berakhir dalam murka Allah?”

Malam itu, ia meninggalkan maksiatnya karena takut bertemu Allah dalam keadaan kotor.

Allah tidak bertanya berapa lama kita bermaksiat.
Allah hanya melihat seberapa cepat kita kembali.
Ramadhan bukan menunggu kita suci. Ramadhan datang agar kita dibersihkan.

Jika hari ini kita masih bergelimang salah,
jangan tunda berkata,
“Besok aku akan berubah.”
Karena bisa jadi,
Ramadhan ini adalah undangan terakhir
untuk pulang menghadap Allaah. 

Allahumma innā nas’aluka riḍāka wal-jannah,
wa na‘ūdzu bika min sakhathika wan-nār.
Ya Allah,
jangan tunda taubat kami sampai ajal menjemput.
Terimalah taubat kami,
meski datang mendadak dan penuh dosa.
Aamiin ya rabbal aalamin. 

 

Doa Setelah Witir

Doa Setelah Witir

Pembuka Tasbih Witir 

1, Subḥānal-Malikil-Quddūs 3x
“Maha Suci Allah, Raja Yang Maha Suci.”


2, Allahumma innaka ‘afuwwun tuḥibbul-‘afwa fa‘fu ‘annā.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah kami.”


3, Allāhumma innā nas’aluka riḍāka wal-jannah, 
wa na‘ūdzu bika min sakhathika wan-nār.

“Ya Allah, kami memohon ridha-Mu dan surga, dan kami berlindung kepada-Mu dari murka-Mu dan neraka.”

4, Allāhummaghfir lanā dzunūbanā, wa kaffir ‘annā sayyiātinā, wa tawaffanā ma‘al-abrār.

“Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, hapuskan kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkan kami bersama orang-orang yang saleh.”


5, Rabbanā taqabbal minnā, innaka antas-Samī‘ul-‘Alīm, wa tub ‘alainā innaka antat-Tawwābur-Raḥīm.

“Wahai Tuhan kami, terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah tobat kami, sungguh Engkau Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”


Shalat Tarawih dan Witir

Shalat Tarawih dan Witir

Shalat Tarawih adalah shalat sunnah malam yang khusus dikerjakan pada bulan Ramadhan, setelah shalat Isya dan sebelum Witir. Ia disebut tarawih karena di dalamnya ada jeda istirahat, menandakan shalat ini panjang dan penuh ketenangan.

Secara hukum, Tarawih adalah sunnah muakkadah, sangat dianjurkan dan tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW di bulan Ramadhan. Beliau melaksanakannya beberapa malam bersama para sahabat, lalu memilih melanjutkannya di rumah agar tidak dianggap wajib oleh umatnya.

Keutamaan Tarawih sangat besar. 

Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang menegakkan shalat malam di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Inilah shalat yang bukan sekadar gerakan, tapi jalan penghapusan dosa.
Tentang jumlah rakaat, para ulama sepakat bahwa inti Tarawih adalah qiyam Ramadhan, bukan jumlahnya. Ada yang mengerjakan delapan rakaat, ada yang dua puluh rakaat, dan semuanya sah selama dilakukan dengan khusyuk, tenang, dan sesuai tuntunan.

Shalat Witir
Shalat Witir adalah penutup shalat malam. Kata witir berarti ganjil, dan inilah ciri utamanya. 

Rasulullah SAW sangat menjaga shalat Witir, baik di Ramadhan maupun di luar Ramadhan.
Hukum Witir adalah sunnah muakkadah, bahkan sebagian ulama menyebutnya hampir mendekati wajib karena begitu kuat penekanan Rasulullah SAW terhadapnya. 

Beliau bersabda, “Wahai ahli Al-Qur’an, berwitirlah, karena Allah itu ganjil dan mencintai yang ganjil.”
Jumlah rakaat Witir minimal satu rakaat, bisa tiga, lima, tujuh, atau lebih, dengan penutup satu rakaat ganjil. Di bulan Ramadhan, Witir biasanya dilakukan berjamaah setelah Tarawih, dan inilah yang paling umum di tengah umat.
Salah satu kekhususan Witir adalah adanya doa qunut, terutama pada separuh akhir Ramadhan, meskipun membacanya sejak awal Ramadhan juga dibolehkan menurut banyak ulama.

Doa Setelah Tarawih dan Witir
Tidak ada doa khusus yang diwajibkan setelah Tarawih dan Witir. Namun para ulama membolehkan dan menganjurkan doa sebagai bentuk penutup ibadah malam.

Doa yang baik adalah doa yang mencerminkan kerendahan hati, pengakuan dosa, dan harapan akan rahmat Allah. Biasanya berisi permohonan ampun, rahmat, keberkahan umur, rezeki yang halal, keselamatan keluarga, dan husnul khatimah.
Salah satu doa yang sering dibaca setelah Witir adalah:
“Subhaanal Malikil Qudduus”
(Maha Suci Allah Yang Maha Raja lagi Maha Suci)
Dibaca tiga kali, dan pada bacaan terakhir dikeraskan suaranya.
Kemudian ditutup dengan doa bebas, sebab waktu setelah shalat malam adalah waktu mustajab, saat hati paling dekat dengan Allah dan dunia terasa paling jauh.

Penutup Renungan
Tarawih mengajarkan ketekunan, Witir mengajarkan penyerahan diri. Tarawih melatih tubuh berdiri lama, Witir melatih hati untuk berserah sepenuhnya.
Ramadhan bukan tentang kuatnya kaki berdiri, tapi tentang lembutnya hati saat sujud terakhir.

Kamis, 19 Februari 2026

Lawan Kata Berkah


Lawan Kata Berkah

Berkah artinya kebaikan yang bertambah dan menetap.

Lawan katanya bukan sekadar “sedikit”, tetapi:
Hilangnya berkah / tercabutnya berkah (mahqul barakah).
Tandanya:
yang banyak terasa kurang,
yang ada cepat habis,
yang dikerjakan melelahkan tapi tidak menguatkan.
Dalam Al-Qur’an Allah menyebut kondisi ini sebagai
“mahq”—dihapuskan kebaikannya.
Allah ﷻ berfirman dalam
Al-Qur'an:
يَمْحَقُ ٱللَّهُ ٱلرِّبَوٰا
“Allah menghapus keberkahan riba.”
(QS. Al-Baqarah: 276)
Jadi lawan berkah bukan kemiskinan,
melainkan hidup tanpa nilai tambah dari Allah.
Lawan Kata Ridha
Ridha Allah artinya Allah menerima dan merelakan hamba-Nya.
Lawan katanya bukan sekadar “tidak disukai”, tetapi:
Murkaan Allah (sakhathullah).
Namun murka Allah tidak selalu berupa azab besar.
Sering kali ia hadir sebagai:
hati yang keras,
doa yang terasa jauh,
dan kebaikan yang sulit istiqamah.
Allah ﷻ berfirman:
وَمَن يَحْلِلْ عَلَيْهِ غَضَبِى فَقَدْ هَوَىٰ
“Barangsiapa ditimpa murka-Ku, sungguh ia telah binasa.”
(QS. Thaha: 81)
Orang yang kehilangan ridha
sering merasa sibuk tapi kosong,
aktif tapi gelisah.
Lawan Kata Rahmat
Rahmat Allah adalah kasih sayang, perlindungan, dan kesempatan kembali.
Lawan katanya bukan semata-mata hukuman fisik, tetapi:
Tercabutnya rahmat / tertutupnya kasih sayang Allah.
Tandanya:
tidak merasa bersalah saat berbuat salah,
tidak rindu saat jauh dari ibadah,
dan nyaman dalam maksiat.
Allah ﷻ berfirman:
فَلَمَّا نَسُوا۟ مَا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَٰبَ كُلِّ شَىْءٍ
“Ketika mereka melupakan peringatan, Kami bukakan bagi mereka pintu segala sesuatu.”
(QS. Al-An‘am: 44)
Ini bukan nikmat,
melainkan istidraj—
dibiarkan naik duniawi
sementara hatinya dijauhkan dari Allah.
Ringkasan Awam
Berkah lawannya:
banyak tapi habis, ada tapi tidak menenangkan.
Ridha lawannya:
sibuk ibadah tapi tidak diterima.
Rahmat lawannya:
hidup lancar tapi hati mati.
Maka yang perlu kita jaga
bukan sekadar amal,
tetapi keberkahan, ridha, dan rahmat Allah.
Karena tanpa ketiganya,
hidup bisa berjalan…
namun jiwa pelan-pelan kehilangan arah.
Semoga Allah menjaga kita
dari hidup yang ramai di luar
namun kosong di dalam.