Laqadja akum rasulum


web stats

Senin, 16 Maret 2026

RAMADHAN HAMPIR PERGI

RAMADHAN HAMPIR PERGI

Baru kemarin rasanya kita menyambutnya dengan penuh harap.
Sekarang tanpa terasa, hari-harinya tinggal sedikit.
Entah kita masih dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan…
atau justru inilah Ramadhan terakhir dalam hidup kita.
Betapa banyak orang yang tahun lalu masih berpuasa bersama kita.
Hari ini mereka sudah berada di dalam kubur.
Karena itu para ulama mengatakan:
yang terpenting dari Ramadhan bukan hanya menahannya lapar dan haus, tetapi apakah dosa-dosa kita diampuni.
Rasulullah pernah mengingatkan bahwa orang yang sangat rugi adalah orang yang melewati Ramadhan, tetapi tidak mendapatkan ampunan dari Allah.
(Hadis riwayat Tirmidzi)
Maka selama Ramadhan masih ada…
jangan berhenti berdoa.
Jangan berhenti beristighfar.
Jangan berhenti bershalawat.
Karena mungkin saja…
satu doa di malam-malam terakhir ini
menjadi sebab seluruh dosa kita diampuni.
Dan mungkin saja…
Ramadhan ini adalah kesempatan terakhir yang Allah berikan kepada kita.
Semoga kita termasuk orang yang keluar dari Ramadhan dengan hati yang bersih dan dosa yang diampuni.
Aamiin. 

Minggu, 15 Maret 2026

TIPS CEMERLANG AMALAN 10 MALAM TERAKHIR

TIPS CEMERLANG AMALAN 10 MALAM TERAKHIR

Bacalah Surah Al-Ikhlas 3 kali setiap malam.
Jika bacaanmu bertepatan dengan Lailatul Qadar, maka seakan-akan kamu telah membaca Al-Qur'an seluruhnya selama 84 tahun.

Dalil:
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Apakah salah seorang di antara kalian tidak mampu membaca sepertiga Al-Qur’an dalam satu malam?"
Para sahabat bertanya: Bagaimana itu, wahai Rasulullah?
Beliau menjawab: "Qul huwallahu Ahad (Surah Al-Ikhlas) setara dengan sepertiga Al-Qur’an."
(HR. Muslim)

Ide Kedua

Shalatlah dua rakaat atau lebih setiap malam dengan membaca 100 ayat atau lebih.
Jika shalatmu bertepatan dengan Lailatul Qadar, maka pahalanya seakan-akan kamu telah melakukannya selama 84 tahun.

Dalil:
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa yang shalat malam dengan membaca 100 ayat, maka ia ditulis sebagai orang yang taat kepada Allah. Dan barang siapa yang membaca 1000 ayat, maka ia ditulis sebagai orang yang mendapat pahala sangat besar."
(HR. Ahmad, dishahihkan oleh Al-Albani)

Ide Ketiga

Bacalah dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah setiap malam:

"Lillahi maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh…" (QS. Al-Baqarah: 285-286)

Jika bacaanmu bertepatan dengan Lailatul Qadar, maka kamu seakan-akan telah mengerjakan sholat malam selama 30.000 malam.

Dalil:
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa membaca dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah pada malam hari, maka itu sudah mencukupinya."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ide Keempat

Bersedekahlah setiap hari, walaupun hanya 1 Riyal (atau sedikit harta).
Jika sedekahmu bertepatan dengan Lailatul Qadar, maka pahalanya seakan-akan kamu telah bersedekah setiap hari selama 84 tahun.

Dalil:
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Allah menerima sedekah dengan tangan kanan-Nya, lalu Dia mengembangkannya sebagaimana seseorang memelihara anak kudanya, hingga akhirnya sedekah itu menjadi sebesar gunung."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ide Kelima

Ucapkan La ilaha illallah wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir sebanyak 100 kali setiap malam.
Jika ucapanmu bertepatan dengan Lailatul Qadar, maka pahalanya seperti memerdekakan 300.000 budak.

Dalil:
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa yang mengucapkan kalimat ini 100 kali dalam sehari, maka pahalanya seperti membebaskan 10 budak."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ide Keenam

Bacalah dzikir:
"Subhanallah walhamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar wa la haula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhim", lalu berdoalah:
"Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku petunjuk, dan rezeki yang baik."

Jika dzikirmu bertepatan dengan Lailatul Qadar, maka pahalanya setara dengan 30.000 hari penuh keberkahan.

Dalil:
Rasulullah ﷺ mengajarkan dzikir ini kepada seorang sahabat, lalu beliau berkata:
"Orang ini telah memenuhi tangannya dengan kebaikan."
(HR. Muslim)

Ide Ketujuh

Ucapkan "Allahummaghfir lil-mu’minina wal-mu’minat" (Ya Allah, ampunilah kaum mukminin dan mukminat).
Jika doamu bertepatan dengan Lailatul Qadar, maka kamu akan mendapatkan 60 miliar kebaikan.

Dalil:
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa memohon ampunan bagi seluruh mukminin dan mukminat, maka Allah akan mencatat baginya satu kebaikan untuk setiap mukmin dan mukminah."
(HR. Thabrani, dishahihkan oleh Al-Albani)

Ide Kedelapan

Ucapkan "Subhanallah" sebanyak 100 kali.
Jika ucapanmu bertepatan dengan Lailatul Qadar, maka pahalanya setara dengan 30 juta kebaikan atau menghapus 30 juta dosa.

Dalil:
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Apakah salah seorang di antara kalian tidak mampu mendapatkan 1000 kebaikan setiap hari?"
Salah seorang sahabat bertanya: "Bagaimana caranya?"
Beliau menjawab: "Bacalah tasbih (Subhanallah) 100 kali, maka akan dicatat bagimu 1000 kebaikan atau dihapuskan 1000 kesalahan."
(HR. Muslim)

Ide Kesembilan

Ucapkan "Subhanallahil ‘azhim wa bihamdih" sebanyak 100 kali.
Jika ucapanmu bertepatan dengan Lailatul Qadar, maka pahalanya seperti menanam 3 juta pohon kurma di surga.

Dalil:
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa yang mengucapkan ‘Subhanallahil ‘azhim wa bihamdih’ maka akan ditanamkan untuknya satu pohon kurma di surga."
(HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albani)

Ide Kesepuluh

Bacalah "Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad" sebanyak 100 kali.
Jika bacaanmu bertepatan dengan Lailatul Qadar, maka kamu akan mendapatkan 3 miliar rahmat dari Allah.

Dalil:
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan memberikan rahmat kepadanya sepuluh kali."
(HR. Muslim)


IKAN GABUS DI TEPI TELAGA


IKAN GABUS DI TEPI TELAGA

Tadi malam saya bermimpi aneh. Saya berdiri di tepi telaga yang airnya jernih.
Tenang sekali.

Tiba-tiba dari dalam air muncul seekor ikan gabus.
Besar sekali… sebesar batang pinang.

Awalnya saya kira ikan pelus.
Tapi ketika mendekat, ternyata ikan gabus.
Ikan itu datang sampai ke pinggir telaga, tepat di depan saya.

Saya turun ke air.
Saya kepit badannya ke pinggang.

Aneh…
Ikan sebesar itu tidak meronta sedikit pun.
Seolah-olah ia pasrah.
Saya bawa ke daratan.
Lalu saya pukulkan kepalanya ke batu besar.

Saat itu saya terbangun.
Saya duduk lama di tempat tidur.

Lalu tiba-tiba saya berpikir…
Kadang Allah memang memperlihatkan sesuatu kepada kita.

Bukan supaya kita menebak masa depan.
Tetapi supaya kita ingat satu hal:
Rezeki itu seperti ikan di telaga. Ia sudah ada di sana.
Tetapi hanya orang yang berani turun ke air yang bisa membawanya ke darat.

Pagi ini saya pergi ke kebun pepaya seperti biasa.
Sambil berdoa dalam hati:
“Ya Allah… jika ada rezeki besar yang Engkau siapkan untukku, dekatkanlah seperti ikan itu datang ke tepi telaga.”

Dan semoga kita semua diberi rezeki yang halal, berkah, dan cukup untuk hidup dengan tenang.

SENYAPNYA AMAL DI WAKTU MALAM

SENYAPNYA AMAL DI WAKTU MALAM

Malam mulai turun pelan.
Lampu-lampu rumah menyala satu per satu.
Orang-orang mulai beristirahat setelah seharian bekerja.

Tetapi ada satu waktu yang sering tidak terlihat oleh manusia:
waktu ketika seorang hamba berbicara sendirian dengan Tuhannya.
Tidak ada yang mendengar.
Tidak ada yang melihat.
Hanya ada doa yang lirih…
dan hati yang berharap.

Allah berfirman:
"Lambung mereka jauh dari tempat tidur, mereka berdoa kepada Tuhan mereka dengan rasa takut dan harap."
(QS. As-Sajdah: 16)

Mungkin di siang hari kita tidak dikenal manusia.
Mungkin usaha kita belum terlihat berhasil.
Mungkin doa kita terasa lama dijawab.

Tetapi langit tidak pernah tidur.
Setiap tasbih yang kita ucapkan…
setiap shalawat yang kita baca…
setiap istighfar yang keluar dari hati…
semuanya dicatat oleh Allah.

Ada orang yang hidupnya terlihat biasa saja di mata manusia.
Namun ketika ia wafat, langit seakan kehilangan satu suara yang selama ini setia memuji Allah.

Karena itu jangan remehkan amal kecil di waktu malam.
Satu istighfar…
satu doa…
satu sujud panjang…
Bisa jadi itulah yang suatu hari menyelamatkan kita ketika semua manusia sibuk memikirkan dirinya sendiri.

Malam ini, sebelum tidur, bisikkanlah satu doa kepada Allah.
Mungkin doa yang paling sunyi itulah yang paling didengar oleh-Nya.

Sabtu, 14 Maret 2026

Langit Timur Tengah Syair: oleh Ismilianto

Langit Timur Tengah
Syair: oleh Ismilianto

Langit timur bergulung awan,
Iran tegak menantang zaman.
Rudal melintas malam kelam,
dunia resah menahan diam.
Israel berdiri di benteng baja,
United States di belakangnya.
Kuasa besar mengangkat suara,
api perang makin membara.
Namun sejarah selalu berkata,
kuasa dunia tak selamanya.
Hari ini kuat dan berjaya,
esok diuji oleh masa.
Bila perang akhirnya reda,
yang tersisa luka manusia.
Bukan siapa paling perkasa,
tetapi siapa menjaga jiwa.

Malam yang Tidak Biasa Cerpen: oleh Ismilianto

Malam yang Tidak Biasa
Cerpen: oleh Ismilianto

Malam itu langit Timur Tengah terasa lebih sunyi dari biasanya. Angin gurun berhembus pelan, tetapi di ruang-ruang komando militer banyak negara, lampunya justru menyala terang.

Di layar-layar besar, peta kawasan ditampilkan.
Garis merah, titik-titik biru, dan lingkaran kuning bergerak perlahan. 

Setiap titik berarti satu pangkalan militer, satu kapal perang, atau satu radar.

Semua mata tertuju pada satu negara: IRAN.
Seorang analis senior berbisik pelan,
“Jika perang ini benar-benar dimulai… dunia tidak akan sama lagi.”

Di ruang lain, jauh di seberang laut, radar juga menyala. Para komandan militer di Israel memperhatikan setiap pergerakan. 

Mereka tahu satu hal: jarak antara mereka dan Iran tidak lagi sangat berarti ketika rudal bisa terbang ribuan kilometer menuju Teaviv.

Sementara itu kapal perang milik Amerika Serikat berlayar di perairan yang sangat sempit namun sangat penting bagi dunia: SELAT HORMUZ.

Jalur itu adalah urat nadi minyak dunia. Jika jalur itu terganggu, ekonomi dunia bisa gemetar.

Jam menunjukkan pukul dua dini hari.
Seorang operator radar tiba-tiba berdiri.

“Gerakan baru terdeteksi!”
Semua kepala menoleh ke layar.
Beberapa titik kecil muncul… lalu bertambah… lalu semakin banyak.

“Drone?” tanya seorang perwira.
Operator itu menelan ludah.
“Belum pasti… bisa drone… bisa rudal.”

Suasana ruangan langsung membeku.
Di tempat lain, seorang analis berkata pelan, hampir seperti berdoa,
“Semoga ini hanya latihan…”

Tetapi semua orang di ruangan itu tahu satu hal yang tidak pernah mereka ucapkan dengan keras:
Jika satu tombol ditekan malam ini, maka bukan hanya satu negara yang terlibat.
Tetapi seluruh Timur Tengah bisa terbakar.

Di luar ruangan komando, dunia tetap tidur.
Orang-orang masih terlelap tanpa tahu bahwa malam itu beberapa orang sedang memegang keputusan yang bisa mengguncang bumi.

Seorang teknisi muda menatap layar yang penuh titik merah itu, lalu berbisik lirih,
“Ya Tuhan… jangan malam ini.”

Karena jika malam ini perang benar-benar dimulai,
maka sejarah baru dunia akan ditulis — bukan dengan tinta,
tetapi dengan api.

Dan semua orang tahu,
ketika api itu menyala di Timur Tengah,
sulit sekali memadamkannya.

PENGERTIAN SYAIR

PENGERTIAN SYAIR

Syair adalah bentuk karya sastra lama yang disusun dalam bait-bait dengan irama dan rima tertentu. Biasanya setiap bait terdiri dari empat baris, dan setiap baris berakhir dengan bunyi yang sama.
Ciri utama syair adalah mengalir seperti cerita atau nasihat, bukan seperti pantun yang memiliki sampiran.
Secara umum syair dipakai untuk:
menyampaikan nasihat
kisah kehidupan
ajaran agama
renungan hati
hikmah kehidupan
Karena itu syair sangat cocok untuk dakwah yang lembut dan menyentuh jiwa.
Ciri-ciri syair dalam sastra
Pertama, satu bait biasanya terdiri dari empat baris.
Kedua, setiap baris memiliki jumlah suku kata yang hampir sama sehingga terasa berirama.
Ketiga, rima atau bunyi akhir biasanya sama pada setiap baris, misalnya a-a-a-a.
Keempat, semua baris berisi makna (tidak ada sampiran seperti pantun).
Kelima, isi syair biasanya berupa cerita, nasihat, atau ajaran moral.

Contoh sederhana bentuk syair
Misalnya untuk dakwah:

Di pagi hari hati bertanya
Apakah bekal sudah tersedia
Hari berlalu usia berkurang jua
Sedang amal belum seberapa
Dunia ini hanya persinggahan
Tempat menanam amal kebaikan
Yang kita bawa bukan kekayaan
Tetapi iman dan juga amalan
Syair dalam tradisi Islam
Dalam sejarah Islam, syair juga digunakan untuk membela kebenaran. Salah satu sahabat Nabi yang terkenal dengan syair dakwah adalah Hassan bin Tsabit. Beliau dikenal sebagai penyair Rasulullah ﷺ.
Rasulullah ﷺ bahkan mendorong beliau membuat syair untuk membela Islam.
Nabi ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya sebagian syair itu mengandung hikmah.”
(HR. Bukhari no. 6145)
Hadis ini menunjukkan bahwa syair bisa menjadi media menyampaikan kebijaksanaan dan kebenaran.
Banyak ulama kemudian menulis syair dakwah, misalnya Imam Al-Busiri dengan qasidah Burdah yang terkenal berisi pujian kepada Nabi ﷺ.
Mengapa syair efektif untuk dakwah
Pertama, syair mudah diingat karena berirama.
Kedua, syair menyentuh emosi dan hati pendengar.
Ketiga, pesan nasihat terasa lebih halus dan tidak menggurui.
Keempat, syair mudah dibagikan di media sosial karena pendek dan indah.
Bahkan dalam budaya Melayu dan Nusantara, para ulama dulu berdakwah melalui syair dan hikayat.
Tips berdakwah melalui syair
Pertama, gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Kedua, isi syair dengan nilai iman, akhlak, dan renungan kehidupan.
Ketiga, jangan terlalu panjang, cukup dua atau tiga bait agar mudah diingat.
Keempat, akhiri dengan pesan yang kuat atau mengajak kepada kebaikan.

Contoh syair dakwah pendek

Waktu berjalan tak terasa
Usia berkurang setiap masa
Jangan sampai kita terlena
Kubur menunggu tanpa suara
Jika amal masih sedikit
Jangan putus harapan bangkit
Selama nafas masih terbit
Pintu taubat selalu terbuka dekat