Tata Cara Penyembelihan Hewan Qurban Sesuai Sunnah
Pertama: Niat karena Allah
Penyembelihan qurban adalah ibadah, maka harus diniatkan:
Ikhlas karena Allah;
Menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim;
Mengikuti tuntunan Nabi Muhammad SAW.
Allah berfirman:
“Fa shalli li rabbika wanhar.” (QS. Al-Kautsar: 2)
“Salatlah untuk Tuhanmu dan berqurbanlah.”
Kedua: Memastikan Hewan Layak Qurban
Hewan harus:
Sehat (tidak sakit);
Tidak cacat (tidak buta, pincang, atau sangat kurus);
Cukup umur (misalnya kambing minimal 1 tahun).
Sabda Nabi SAW:
“Ada empat (hewan) yang tidak sah dijadikan qurban:
yang pertama, hewan yang buta sebelah yang jelas kebutaannya;
yang kedua, hewan yang sakit yang jelas sakitnya;
yang ketiga, hewan yang pincang yang jelas pincangnya;
yang keempat, hewan yang sangat kurus hingga tidak memiliki sumsum tulang.” (HR. Abu Dawud)Ketiga: Mengasah Pisau (Tidak di Depan Hewan)
Adab penting:
Pisau harus sangat tajam;
Tidak mengasah di depan hewan. Tidak menyiksa hewan.
Sabda Nabi SAW:
“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal… tajamkanlah pisau dan tenangkan hewan sembelihan.” (HR. Muslim)
Keempat: Merebahkan Hewan dengan Lembut
Hewan direbahkan ke sisi kiri;
Kaki diikat secukupnya agar tidak menyiksa;
Dipegang dengan tenang, tidak kasar.
Rasulullah SAW mencontohkan menyembelih dengan penuh kasih, bukan kekerasan.
Kelima: Menghadapkan ke Arah Kiblat
Disunnahkan:
Hewan dihadapkan ke kiblat;
Penyembelih juga menghadap kiblat;
Ini bentuk memuliakan ibadah.
Keenam: Membaca Basmalah dan Takbir
Saat menyembelih, baca:
“Bismillahi, Allahu Akbar.”
Boleh ditambah doa:
“Allahumma hadza minka wa laka…”
(Ya Allah, ini dari-Mu dan untuk-Mu)
Nabi SAW membaca basmalah dan bertakbir saat menyembelih (HR. Bukhari dan Muslim)
Ketujuh: Cara Menyembelih yang Benar
Bagian yang dipotong:
Saluran napas (hulqum);
Saluran makan (mari’);
Dua urat leher (wadajain).
Teknisnya:
Sekali sayatan kuat (tidak berulang-ulang menyiksa)
Jangan memutus leher langsung (tidak boleh dipenggal)
Biarkan darah mengalir sempurna.
Ini penting agar hewan mati dengan cepat dan halal.
Kedelapan: Tidak Menyiksa Hewan
Larangan keras:
Menyembelih di depan hewan lain; Memukul atau menyeret kasar; Membiarkan hewan kesakitan lama.
Islam sangat menekankan kasih sayang bahkan kepada hewan.
Kesembilan: Menunggu Hingga Hewan Benar-Benar Mati
Jangan langsung dikuliti.
Tunggu sampai benar-benar mati (gerakan refleks berhenti)
Ini bagian dari ihsan dalam penyembelihan.
Kesepuluh: Pembagian Daging
Setelah disembelih:
Sebagian dimakan sendiri
Sebagian diberikan kepada tetangga
Sebagian disedekahkan kepada fakir miskin
Firman Allah:
“Makanlah sebagian dan berilah makan orang yang membutuhkan.” (QS. Al-Hajj: 28)
Kesebelas: Larangan Memberi Upah dari Daging Qurban
Tukang sembelih tidak boleh dibayar dari daging qurban
Harus diberi upah terpisah
Hadis:
“Kami tidak memberi upah kepada penyembelih dari hewan qurban.” (HR. Bukhari)
Penutup Renungan
Saat tangan menggenggam pisau…
dan hewan itu rebah tak berdaya…
Sebenarnya bukan hanya hewan yang kita sembelih…
Tapi:
ego kita, cinta dunia kita,
dan keengganan kita untuk berkorban.
Kalau qurban hanya berhenti pada darah…
maka itu hanya penyembelihan biasa…
Tapi kalau hati ikut tunduk…
maka di situlah qurban menjadi ibadah yang hidup.