Shalat Tarawih dan Witir
Shalat Tarawih adalah shalat sunnah malam yang khusus dikerjakan pada bulan Ramadhan, setelah shalat Isya dan sebelum Witir. Ia disebut tarawih karena di dalamnya ada jeda istirahat, menandakan shalat ini panjang dan penuh ketenangan.
Secara hukum, Tarawih adalah sunnah muakkadah, sangat dianjurkan dan tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW di bulan Ramadhan. Beliau melaksanakannya beberapa malam bersama para sahabat, lalu memilih melanjutkannya di rumah agar tidak dianggap wajib oleh umatnya.
Keutamaan Tarawih sangat besar.
Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang menegakkan shalat malam di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Inilah shalat yang bukan sekadar gerakan, tapi jalan penghapusan dosa.
Tentang jumlah rakaat, para ulama sepakat bahwa inti Tarawih adalah qiyam Ramadhan, bukan jumlahnya. Ada yang mengerjakan delapan rakaat, ada yang dua puluh rakaat, dan semuanya sah selama dilakukan dengan khusyuk, tenang, dan sesuai tuntunan.
Shalat Witir
Shalat Witir adalah penutup shalat malam. Kata witir berarti ganjil, dan inilah ciri utamanya.
Rasulullah SAW sangat menjaga shalat Witir, baik di Ramadhan maupun di luar Ramadhan.
Hukum Witir adalah sunnah muakkadah, bahkan sebagian ulama menyebutnya hampir mendekati wajib karena begitu kuat penekanan Rasulullah SAW terhadapnya.
Beliau bersabda, “Wahai ahli Al-Qur’an, berwitirlah, karena Allah itu ganjil dan mencintai yang ganjil.”
Jumlah rakaat Witir minimal satu rakaat, bisa tiga, lima, tujuh, atau lebih, dengan penutup satu rakaat ganjil. Di bulan Ramadhan, Witir biasanya dilakukan berjamaah setelah Tarawih, dan inilah yang paling umum di tengah umat.
Salah satu kekhususan Witir adalah adanya doa qunut, terutama pada separuh akhir Ramadhan, meskipun membacanya sejak awal Ramadhan juga dibolehkan menurut banyak ulama.
Doa Setelah Tarawih dan Witir
Tidak ada doa khusus yang diwajibkan setelah Tarawih dan Witir. Namun para ulama membolehkan dan menganjurkan doa sebagai bentuk penutup ibadah malam.
Doa yang baik adalah doa yang mencerminkan kerendahan hati, pengakuan dosa, dan harapan akan rahmat Allah. Biasanya berisi permohonan ampun, rahmat, keberkahan umur, rezeki yang halal, keselamatan keluarga, dan husnul khatimah.
Salah satu doa yang sering dibaca setelah Witir adalah:
“Subhaanal Malikil Qudduus”
(Maha Suci Allah Yang Maha Raja lagi Maha Suci)
Dibaca tiga kali, dan pada bacaan terakhir dikeraskan suaranya.
Kemudian ditutup dengan doa bebas, sebab waktu setelah shalat malam adalah waktu mustajab, saat hati paling dekat dengan Allah dan dunia terasa paling jauh.
Penutup Renungan
Tarawih mengajarkan ketekunan, Witir mengajarkan penyerahan diri. Tarawih melatih tubuh berdiri lama, Witir melatih hati untuk berserah sepenuhnya.
Ramadhan bukan tentang kuatnya kaki berdiri, tapi tentang lembutnya hati saat sujud terakhir.