JANGAN MAIN-MAIN DENGAN AMANAH MASJID
Petang mulai turun…
Dan kita pun perlahan mendekat kepada malam.
Di saat seperti ini, mari kita bertanya dalam hati:
Jika hari ini kita dipanggil Allah, apakah amanah kita terhadap masjid sudah selesai dengan jujur… atau masih menyisakan beban?
Masjid bukan bangunan biasa.
Ia adalah rumah Allah… tempat sujud… tempat air mata taubat jatuh… tempat doa-doa orang lemah diangkat ke langit.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir…” (QS. At-Taubah: 18)
Memakmurkan bukan hanya ramai jamaahnya, tapi juga menjaga kejujuran, amanah, dan keikhlasan dalam setiap urusan masjid.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah beriman orang yang tidak amanah.” (HR. Ahmad)
Renungkan…
Ada orang yang ringan datang ke masjid… tapi berat menjaga amanahnya.
Ada yang semangat jadi panitia… tapi lalai dalam kejujuran.
Ada yang memegang uang umat… tapi lupa bahwa itu akan ditanya satu per satu di hadapan Allah.
Ini bukan sekadar laporan dunia… ini laporan akhirat.
Kisah Renungan
Dikisahkan, ada seorang pengurus masjid sederhana.
Setiap menerima uang infak, ia catat dengan rapi, bahkan uang receh pun tidak ia abaikan.
Suatu hari ditanya,
“Kenapa engkau begitu teliti, padahal ini hanya uang kecil?”
Ia menjawab pelan,
“Di dunia ini mungkin kecil… tapi di akhirat, semua akan diperbesar oleh Allah.”
Dan benar…
Yang membuat masjid itu hidup bukan kemegahan bangunannya, tapi kejujuran orang-orang yang mengurusnya.
Untuk kita semua…
Jika kita pengurus masjid:
luruskan niat
jaga kejujuran
transparan kepada jamaah.
Jika kita jamaah:
dukung dengan doa
bantu dengan sedekah
jangan mudah berprasangka, tapi tetap peduli.
Petang ini…
Mari kita berdoa:
“Ya Allah, jadikan kami hamba yang amanah…
Jika kami mengurus rumah-Mu, maka bersihkan hati kami dari khianat…
Jika kami memegang titipan umat, maka kuatkan kami untuk jujur…
Dan jangan Engkau cabut keberkahan dari masjid kami karena kelalaian kami…”
Karena sejatinya…
Yang membangun masjid bukan hanya tangan…
Tapi hati yang takut kepada Allah.
Dan yang meruntuhkan bukan hanya alat…
Tapi hati yang berani berkhianat.
Semoga petang ini menjadi saksi taubat kita… sebelum malam benar-benar menutup kesempatan.