Laqadja akum rasulum


web stats

Minggu, 15 Maret 2026

SENYAPNYA AMAL DI WAKTU MALAM

SENYAPNYA AMAL DI WAKTU MALAM

Malam mulai turun pelan.
Lampu-lampu rumah menyala satu per satu.
Orang-orang mulai beristirahat setelah seharian bekerja.

Tetapi ada satu waktu yang sering tidak terlihat oleh manusia:
waktu ketika seorang hamba berbicara sendirian dengan Tuhannya.
Tidak ada yang mendengar.
Tidak ada yang melihat.
Hanya ada doa yang lirih…
dan hati yang berharap.

Allah berfirman:
"Lambung mereka jauh dari tempat tidur, mereka berdoa kepada Tuhan mereka dengan rasa takut dan harap."
(QS. As-Sajdah: 16)

Mungkin di siang hari kita tidak dikenal manusia.
Mungkin usaha kita belum terlihat berhasil.
Mungkin doa kita terasa lama dijawab.

Tetapi langit tidak pernah tidur.
Setiap tasbih yang kita ucapkan…
setiap shalawat yang kita baca…
setiap istighfar yang keluar dari hati…
semuanya dicatat oleh Allah.

Ada orang yang hidupnya terlihat biasa saja di mata manusia.
Namun ketika ia wafat, langit seakan kehilangan satu suara yang selama ini setia memuji Allah.

Karena itu jangan remehkan amal kecil di waktu malam.
Satu istighfar…
satu doa…
satu sujud panjang…
Bisa jadi itulah yang suatu hari menyelamatkan kita ketika semua manusia sibuk memikirkan dirinya sendiri.

Malam ini, sebelum tidur, bisikkanlah satu doa kepada Allah.
Mungkin doa yang paling sunyi itulah yang paling didengar oleh-Nya.

Sabtu, 14 Maret 2026

Langit Timur Tengah Syair: oleh Ismilianto

Langit Timur Tengah
Syair: oleh Ismilianto

Langit timur bergulung awan,
Iran tegak menantang zaman.
Rudal melintas malam kelam,
dunia resah menahan diam.
Israel berdiri di benteng baja,
United States di belakangnya.
Kuasa besar mengangkat suara,
api perang makin membara.
Namun sejarah selalu berkata,
kuasa dunia tak selamanya.
Hari ini kuat dan berjaya,
esok diuji oleh masa.
Bila perang akhirnya reda,
yang tersisa luka manusia.
Bukan siapa paling perkasa,
tetapi siapa menjaga jiwa.

Malam yang Tidak Biasa Cerpen: oleh Ismilianto

Malam yang Tidak Biasa
Cerpen: oleh Ismilianto

Malam itu langit Timur Tengah terasa lebih sunyi dari biasanya. Angin gurun berhembus pelan, tetapi di ruang-ruang komando militer banyak negara, lampunya justru menyala terang.

Di layar-layar besar, peta kawasan ditampilkan.
Garis merah, titik-titik biru, dan lingkaran kuning bergerak perlahan. 

Setiap titik berarti satu pangkalan militer, satu kapal perang, atau satu radar.

Semua mata tertuju pada satu negara: IRAN.
Seorang analis senior berbisik pelan,
“Jika perang ini benar-benar dimulai… dunia tidak akan sama lagi.”

Di ruang lain, jauh di seberang laut, radar juga menyala. Para komandan militer di Israel memperhatikan setiap pergerakan. 

Mereka tahu satu hal: jarak antara mereka dan Iran tidak lagi sangat berarti ketika rudal bisa terbang ribuan kilometer menuju Teaviv.

Sementara itu kapal perang milik Amerika Serikat berlayar di perairan yang sangat sempit namun sangat penting bagi dunia: SELAT HORMUZ.

Jalur itu adalah urat nadi minyak dunia. Jika jalur itu terganggu, ekonomi dunia bisa gemetar.

Jam menunjukkan pukul dua dini hari.
Seorang operator radar tiba-tiba berdiri.

“Gerakan baru terdeteksi!”
Semua kepala menoleh ke layar.
Beberapa titik kecil muncul… lalu bertambah… lalu semakin banyak.

“Drone?” tanya seorang perwira.
Operator itu menelan ludah.
“Belum pasti… bisa drone… bisa rudal.”

Suasana ruangan langsung membeku.
Di tempat lain, seorang analis berkata pelan, hampir seperti berdoa,
“Semoga ini hanya latihan…”

Tetapi semua orang di ruangan itu tahu satu hal yang tidak pernah mereka ucapkan dengan keras:
Jika satu tombol ditekan malam ini, maka bukan hanya satu negara yang terlibat.
Tetapi seluruh Timur Tengah bisa terbakar.

Di luar ruangan komando, dunia tetap tidur.
Orang-orang masih terlelap tanpa tahu bahwa malam itu beberapa orang sedang memegang keputusan yang bisa mengguncang bumi.

Seorang teknisi muda menatap layar yang penuh titik merah itu, lalu berbisik lirih,
“Ya Tuhan… jangan malam ini.”

Karena jika malam ini perang benar-benar dimulai,
maka sejarah baru dunia akan ditulis — bukan dengan tinta,
tetapi dengan api.

Dan semua orang tahu,
ketika api itu menyala di Timur Tengah,
sulit sekali memadamkannya.

PENGERTIAN SYAIR

PENGERTIAN SYAIR

Syair adalah bentuk karya sastra lama yang disusun dalam bait-bait dengan irama dan rima tertentu. Biasanya setiap bait terdiri dari empat baris, dan setiap baris berakhir dengan bunyi yang sama.
Ciri utama syair adalah mengalir seperti cerita atau nasihat, bukan seperti pantun yang memiliki sampiran.
Secara umum syair dipakai untuk:
menyampaikan nasihat
kisah kehidupan
ajaran agama
renungan hati
hikmah kehidupan
Karena itu syair sangat cocok untuk dakwah yang lembut dan menyentuh jiwa.
Ciri-ciri syair dalam sastra
Pertama, satu bait biasanya terdiri dari empat baris.
Kedua, setiap baris memiliki jumlah suku kata yang hampir sama sehingga terasa berirama.
Ketiga, rima atau bunyi akhir biasanya sama pada setiap baris, misalnya a-a-a-a.
Keempat, semua baris berisi makna (tidak ada sampiran seperti pantun).
Kelima, isi syair biasanya berupa cerita, nasihat, atau ajaran moral.

Contoh sederhana bentuk syair
Misalnya untuk dakwah:

Di pagi hari hati bertanya
Apakah bekal sudah tersedia
Hari berlalu usia berkurang jua
Sedang amal belum seberapa
Dunia ini hanya persinggahan
Tempat menanam amal kebaikan
Yang kita bawa bukan kekayaan
Tetapi iman dan juga amalan
Syair dalam tradisi Islam
Dalam sejarah Islam, syair juga digunakan untuk membela kebenaran. Salah satu sahabat Nabi yang terkenal dengan syair dakwah adalah Hassan bin Tsabit. Beliau dikenal sebagai penyair Rasulullah ﷺ.
Rasulullah ﷺ bahkan mendorong beliau membuat syair untuk membela Islam.
Nabi ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya sebagian syair itu mengandung hikmah.”
(HR. Bukhari no. 6145)
Hadis ini menunjukkan bahwa syair bisa menjadi media menyampaikan kebijaksanaan dan kebenaran.
Banyak ulama kemudian menulis syair dakwah, misalnya Imam Al-Busiri dengan qasidah Burdah yang terkenal berisi pujian kepada Nabi ﷺ.
Mengapa syair efektif untuk dakwah
Pertama, syair mudah diingat karena berirama.
Kedua, syair menyentuh emosi dan hati pendengar.
Ketiga, pesan nasihat terasa lebih halus dan tidak menggurui.
Keempat, syair mudah dibagikan di media sosial karena pendek dan indah.
Bahkan dalam budaya Melayu dan Nusantara, para ulama dulu berdakwah melalui syair dan hikayat.
Tips berdakwah melalui syair
Pertama, gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Kedua, isi syair dengan nilai iman, akhlak, dan renungan kehidupan.
Ketiga, jangan terlalu panjang, cukup dua atau tiga bait agar mudah diingat.
Keempat, akhiri dengan pesan yang kuat atau mengajak kepada kebaikan.

Contoh syair dakwah pendek

Waktu berjalan tak terasa
Usia berkurang setiap masa
Jangan sampai kita terlena
Kubur menunggu tanpa suara
Jika amal masih sedikit
Jangan putus harapan bangkit
Selama nafas masih terbit
Pintu taubat selalu terbuka dekat

Syair Pagi – Mengingat Tujuan Hidup

Mengingat Tujuan Hidup 
Syair: oleh Ismilianto

Fajar menyingsing membuka hari
Burung bernyanyi di pucuk seri
Namun manusia sering tak mengerti
Usia berkurang tanpa disadari
Bangunlah hati sebelum terlambat
Selagi nafas masih bersahabat
Dunia hanya tempat singgah sesaat
Akhirat jua tujuan hakikat

TENTANG AMAL
Syair: oleh Ismilianto

Terik matahari di tengah hari
Langkah manusia sibuk berlari
Mengejar dunia tanpa henti
Lupa bekal untuk kembali

Harta banyak belum berarti
Jika hati jauh dari Ilahi
Amal saleh yang menemani
Saat tubuh masuk ke bumi


Renungan Usia
Syair: oleh Ismilianto

Mentari turun di ufuk barat
Cahaya redup perlahan sekarat
Begitulah umur berjalan cepat
Hari berlalu tanpa terasa berat

Jika dosa masih melekat
Jangan menunggu ajal mendekat
Selagi pintu taubat terbuka lebar
Kembalilah kepada Allah Yang Maha Besar

MUNAJAT KEPADA ALLAAH
SYAIR: oleh Ismilianto

Sunyi malam menyelimuti bumi
Bintang berkelip menjadi saksi
Ada hamba menunduk diri
Memohon ampun kepada Rabbi

Air mata jatuh tanpa suara
Menyesali dosa masa lalu jua
Siapa yang kembali dengan doa
Allah bukakan pintu rahmat-Nya


SYAIR DAKWAH 1 Tentang Kubur dan Akhirat

SYAIR DAKWAH 1
Tentang Kubur dan Akhirat

Dunia ini tempat singgah sebentar
Laksana musafir di jalan yang panjang
Hari berganti usia beredar
Langkah manusia menuju pulang

Kuburan sunyi menanti diri
Tak ada harta ikut menemani
Hanya amal yang setia berdiri
Menjadi cahaya di alam sepi

Jika hidup hanya, mengejar dunia
Akhirat sering, terlupa jua
Padahal mati, pasti tiba
Menutup kisah, anak manusia


Hikmah
Syair ini mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Yang benar-benar menemani manusia setelah kematian hanyalah amal saleh.

Rasulullah SAW bersabda:
“Tiga perkara mengikuti mayit: keluarganya, hartanya, dan amalnya. Dua kembali dan satu tetap bersamanya. Yang kembali adalah keluarganya dan hartanya, sedangkan yang tetap bersamanya adalah amalnya.” (HR. Bukhari no. 6514 dan Muslim no. 2960)

Al-Qur'an juga mengingatkan:
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.”
(QS. Ali ‘Imran: 185)


SYAIR DAKWAH 2

Tentang Taubat dan Ampunan Allah
Syair: oleh Ismilianto

Jika dosa bagai, lautan luas
Jangan putus, dari harapan
Rahmat Allah, lebih tak terbatas
Menyambut hamba, yang kembali berjalan

Air mata jatuh, di malam sunyi
Menyesali salah, di masa lalu
Allah melihat, hati yang kembali
Lalu menghapus, dosa dosa itu

Selama nafas, masih berhembus
Pintu taubat, belum tertutup
Jangan menunggu, waktu terputus
Sebelum datang, ajal menjemput


Hikmah
Syair ini mengajarkan bahwa sebesar apa pun dosa manusia, pintu taubat selalu terbuka selama belum datang kematian.
Allah berfirman:
“Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” (QS. Az-Zumar: 53)
Rasulullah SAW bersabda:
“Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di siang hari.” (HR. Muslim no. 2759)

SYAIR DAKWAH 3

Tentang Keikhlasan dan Sabar
Syair: oleh Ismilianto

Berbuat baik, jangan berharap pujian
Karena manusia, mudah melupakan
Ikhlaskan amal, hanya pada Tuhan
Itulah rahasia, untuk ketenangan

Jika hidup, penuh ujian
Sabar menjadi, perisai iman
Allah melihat, setiap kesabaran
Walau tersembunyi, dari pandangan

Orang yang sabar, tidak sia-sia
Setiap luka, menjadi pahala
Di sisi Allah, mulia hamba
Yang ikhlas dalam, segala perkara

Hikmah
Syair ini mengajarkan bahwa amal harus dilakukan dengan ikhlas dan sabar, bukan untuk pujian manusia.
Allah berfirman:
“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”(QS. Al-Bayyinah: 5)
Dan Allah juga berfirman:
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah: 153)

Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.”
(HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)

SYAIR DAKWAH Penyesalan Manusia di Alam Kubur

SYAIR DAKWAH

Penyesalan Manusia di Alam Kubur
Syair: oleh Ismilianto

Di dalam tanah sunyi terasa
Tiada lagi suara dunia
Barulah hati menyesal jua
Mengapa dulu lalai berdoa

Harta dahulu begitu dicinta
Kini tertinggal menjadi cerita
Yang menemani hanyalah dosa
Jika amal tak pernah dibina

Andai waktu dapat kembali
Ingin rasanya sujud kembali
Namun kesempatan telah pergi
Hidup di dunia tak terulangi

Hikmah
Syair ini menggambarkan penyesalan manusia setelah kematian ketika ia menyadari bahwa kesempatan beramal telah habis.
Allah berfirman:
“Ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia agar aku dapat berbuat kebajikan terhadap yang telah aku tinggalkan.”
(QS. Al-Mu’minun: 99–100)
Ayat ini menjelaskan bahwa setelah kematian, manusia ingin kembali ke dunia untuk beramal, tetapi kesempatan itu sudah tertutup.

SYAIR DAKWAH

Renungan Tentang Kematian
Syair: oleh Ismilianto

Banyak manusia tertawa riang
Seolah hidup akan panjang
Padahal maut selalu datang
Menjemput jiwa tanpa undangan
Istana tinggi bisa runtuh
Tubuh kuat akan rapuh
Yang hidup pasti akan jatuh
Ke dalam liang yang sunyi dan kukuh
Maka sebelum waktu berlalu
Perbaikilah amal selalu
Sebab yang selamat hanyalah itu
Saat kita menghadap Yang Maha Tahu
Hikmah
Syair ini mengingatkan bahwa kematian pasti datang dan tidak mengenal usia, jabatan, atau kekayaan.
Allah berfirman:
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, sekalipun kamu berada dalam benteng yang tinggi dan kokoh.”
(QS. An-Nisa: 78)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan, yaitu kematian.”
(HR. At-Tirmidzi no. 2307)
SYAIR DAKWAH
Nasihat Orang Tua Kepada Anak
Wahai anak dengarlah pesan
Hidup di dunia hanya ujian
Jangan terlena oleh kesenangan
Karena akhirat tujuan insan
Jagalah shalat sepanjang usia
Itulah tiang agama kita
Jika shalat engkau pelihara
Allah menjaga hidupmu pula
Berbuat baiklah kepada semua
Walau orang kadang menyakiti kita
Karena akhlak yang mulia
Menjadi cahaya di hari pembalasan
Hikmah
Syair ini terinspirasi dari nasihat para nabi dan orang saleh kepada anak-anak mereka agar menjaga iman, shalat, dan akhlak.
Allah mengabadikan nasihat seorang ayah kepada anaknya dalam Al-Qur’an:
“Wahai anakku, dirikanlah shalat, suruhlah berbuat yang makruf dan cegahlah dari yang mungkar serta bersabarlah terhadap apa yang menimpamu.”
(QS. Luqman: 17)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun.”
(HR. Abu Dawud no. 495)