Kisah Ta’ziyah yang Sangat Mengguncang
“Catatan Dosa Seorang Ayah”
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Ada sebuah kisah yang sangat menyentuh hati, yang sering diceritakan oleh para ulama sebagai pelajaran bagi kita semua.
Seorang ayah meninggal dunia.
Ia dimakamkan dengan baik.
Tetangga datang melayat.
Doa-doa dipanjatkan.
Beberapa hari setelah pemakaman, anaknya membersihkan kamar ayahnya.
Di dalam lemari, ia menemukan sebuah buku kecil.
Buku itu tampak sudah lama disimpan.
Anak itu membukanya.
Ternyata itu catatan pribadi ayahnya.
Di halaman pertama tertulis kalimat:
“Ini catatan dosaku… agar aku tidak lupa bertaubat kepada Allah.”
Anak itu terdiam.
Ia mulai membaca halaman demi halaman.
Di sana tertulis banyak hal.
Ada dosa-dosa kecil.
Ada kesalahan kepada orang lain.
Ada juga catatan yang membuat anak itu menangis.
Di salah satu halaman tertulis:
“Hari ini aku lalai dari salat Subuh berjamaah.
Ya Allah… ampuni aku.”
Di halaman lain tertulis:
“Hari ini aku memarahi seseorang dengan kata-kata kasar.
Aku takut jika kata-kata itu menjadi dosaku di akhirat.”
Di halaman berikutnya tertulis:
“Aku takut mati dalam keadaan banyak dosa.
Ya Allah… jangan Engkau ambil nyawaku sebelum Engkau mengampuniku.”
Anak itu membaca sampai halaman terakhir.
Di sana tertulis kalimat yang sangat pendek.
Tetapi membuat anak itu menangis tersedu-sedu.
“Aku tidak tahu kapan aku akan mati…
tetapi aku berharap ketika aku mati, Allah telah mengampuni dosaku.”
Beberapa hari kemudian anak itu bermimpi.
Ia melihat ayahnya.
Wajahnya tenang.
Anak itu bertanya dalam mimpi:
“Ayah… bagaimana keadaanmu di sana?”
Ayahnya menjawab:
“Allah Maha Pengampun…
Dia mengampuni orang yang sungguh-sungguh bertaubat.”
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Allah memang membuka pintu taubat seluas-luasnya.
Allah berfirman:
“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah.”
(QS. Az-Zumar ayat 53)
Artinya:
Tidak ada dosa yang terlalu besar jika kita benar-benar kembali kepada Allah.
Penutup yang membuat jamaah hening
Hadirin yang dimuliakan Allah…
Bayangkan jika hari ini kita meninggal.
Apa yang akan ditemukan anak-anak kita di kamar kita?
Apakah mereka menemukan:
mushaf Al-Qur'an yang sering kita baca…
atau mushaf yang penuh debu?
Apakah mereka menemukan catatan amal kita…
atau justru jejak dosa kita?
Karena itu sebelum kematian datang…
perbaikilah hidup kita.
Perbaikilah salat kita.
Perbanyaklah istighfar.
Perbanyaklah amal baik.
Karena ketika kematian sudah datang…
tidak ada lagi kesempatan kedua.
Semoga Allah mengampuni dosa orang yang telah wafat dari keluarga ini.
Semoga kuburnya dilapangkan.
Dan semoga kita semua dipanggil oleh Allah dalam keadaan husnul khatimah.
Amin ya Rabbal ‘alamin.