Laqadja akum rasulum


web stats

Kamis, 12 Februari 2026

BERANI PERCAYA SAAT SEMUANYA RUNTUH?

BERANI PERCAYA SAAT SEMUANYA RUNTUH?

Seorang petani pernah kehilangan segalanya.
Sawahnya gagal panen. Anaknya merantau tanpa kabar. Rumahnya bocor seperti langit menangis.

Tetangganya berkata, “Sudahlah, mungkin memang sudah nasibmu.”

Ia tidak membantah. Ia hanya bangkit, mengambil air wudhu, lalu berdiri dalam gelap. Di antara sunyi dan suara jangkrik, ia membaca pelan:
"Hasbunallahu wa ni’mal wakil, sebanyak-banyaknya" Artinya: 
“Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung”

Kalimat ini terdapat dalam Al-Qur'an, Surah Ali 'Imran ayat 173, sebagai ungkapan tawakal orang-orang beriman ketika menghadapi ancaman.

Dalam diam air matanya jatuh. Bukan karena putus asa. Tapi karena ia memilih sangat percaya kepada Allaah. 

Beberapa bulan kemudian, seorang pengusaha tertarik menyewa lahannya untuk pertanian organik. Tanah yang dulu dianggap gagal, justru menjadi ladang terbaik di desa itu. 

Anaknya pulang. Rumahnya diperbaiki. Orang-orang berkata, “Beruntung sekali kau.”

Petani itu hanya tersenyum.
“Bukan keberuntungan,” katanya pelan, “ini tentang tidak berhenti percaya ketika semuanya terasa hancur.”

Allah berfirman dalam Surah Al-Qur'an, tepatnya Surah At-Talaq ayat 2–3:
"Wa man yattaqillāha yaj‘al lahu makhrajā. Wa yarzuqhu min haitsu lā yahtasib..."
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya. Dan Dia akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”

Ayat ini bukan sekadar janji.
Ia adalah tantangan untuk tetap bertakwa saat dunia memojokkan. Tantangan untuk tetap jujur saat rugi. Tantangan untuk tetap sabar saat dihina.
Tantangan untuk tetap sujud saat tidak ada lagi yang bisa diandalkan.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Sunan At-Tirmidzi:
"Ketahuilah, jika seluruh umat berkumpul untuk memberi manfaat kepadamu, mereka tidak akan mampu memberi manfaat kecuali yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu, mereka tidak akan mampu mencela kakanmu kecuali yang telah Allah tetapkan atasmu."

Hadis ini mengguncang rasa takut kita. Mengapa masih gentar pada manusia, jika takdir sudah ditulis?
Mengapa masih ragu melangkah, jika rezeki sudah dijamin?
Mengapa masih cemas kehilangan, jika Allah adalah Pemilik segalanya?

Hidup ini adalah tentang siapa yang paling berani menyerahkan segalanya kepada Allaah.

Ada saatnya Allah meruntuh kan satu pintu, untuk memaksa kita melihat pintu lain yang lebih luas.

Ada saatnya Allah membiarkan kita sendirian, agar kita sadar bahwa yang paling setia hanyalah Allaah.

Mukjizat datang saat hati memilih yakin — meski logika berkata mustahil.
Dan di situlah, Allah bekerja dengan cara-Nya yang paling indah.

Tukang Sapu Tak Malu-malu

Tukang Sapu Tak Malu-malu

Di sebuah kota kecil, ada seorang tukang sapu jalanan. Setiap pagi sebelum matahari terbit, ia sudah mendorong gerobaknya. 
Suatu hari, seorang anak kecil bertanya,
“Pak, kenapa Bapak selalu tersenyum? Bukankah pekerjaan ini berat?”
Ia berhenti sejenak, lalu berkata pelan,
“Nak, yang membuat hidup ini berat bukan pekerjaannya. Tapi kalau hati kita merasa hina.” Anak itu terdiam.

Bertahun-tahun kemudian, anak kecil itu tumbuh menjadi seorang pejabat. Saat diwawancarai tentang siapa yang paling menginspirasi hidupnya, ia tidak menyebut profesor, tidak menyebut tokoh besar.
Ia menyebut tukang sapu itu.
“Dia mengajarkan saya bahwa kemuliaan bukan pada jabatan, tapi pada cara kita menjalani amanah.”
Dan yang lebih mengharukan, pejabat itu kemudian memperjuangkan kesejahteraan para petugas kebersihan di kotanya.

Hidup ini bukan tentang seberapa tinggi posisi kita.
Tapi seberapa tulus kita bekerja.

Bukan tentang dilihat manusia. Tapi tentang dinilai Allah. Jangan malu dengan prosesmu.
Jangan kecil hati dengan keadaanmu.
Karena bisa jadi, dari tempat yang paling sederhana,
lahir pengaruh yang luar biasa.

Rabu, 11 Februari 2026

ARTI MEMAAFKAN SESUNGGUHNYA

ARTI MEMAAFKAN SESUNGGUHNYA
Assalamualaika ya Sayyidi ya Rasulullah…

Ada kisah, dua orang bersaudara tidak saling sapa selama belasan tahun hanya karena sengketa tanah warisan. 

Setiap Lebaran mereka saling membelakangi. Hingga suatu hari, sang adik jatuh sakit keras. Di ranjang rumah sakit, ia menangis dan berkata, “Abang, kalau aku mati sebelum kita berbaikan, bagaimana aku menghadap Allah?” Abangnya terdiam… lalu memeluknya. 

Tanah itu tidak lagi penting. Yang penting, hati mereka kembali bersatu. 

Sejak hari itu, rezeki keluarga mereka justru terasa lapang dan hidup lebih tenang.

Kisah di Padang Mahsyar: Keutamaan Memaafkan

Kelak di Padang Mahsyar, ketika manusia berdiri menunggu hisab, Allah SWT mengadili seorang hamba. Ia merasa amalnya cukup banyak. Salatnya ada, sedekahnya ada, puasanya ada. Hatinya pun berharap surga.

Tiba-tiba datang seseorang yang pernah ia zalimi di dunia.
Orang itu berkata,
“Ya Allah, dia pernah menzalimiku. Ambilkan dari pahala kebaikannya untukku.”

Maka Allah Yang Maha Adil memerintahkan agar pahala orang tersebut diberikan. Satu demi satu amalnya berpindah kepada orang yang terzalimi waktu di dunia.

Namun ternyata masih ada lagi orang yang menuntut. Pahalanya hampir habis. Ia gemetar. Ia sadar, jika pahala tak cukup, dosa orang lain bisa ditimpakan kepadanya.

Di tengah ketakutan itu, Allah memperlihatkan sebuah istana yang sangat indah di surga.
Cahaya dan kemuliaannya tak terbayangkan. Orang yang menuntut itu bertanya, “Ya Allah, untuk siapa istana itu?”

Allah berfirman,
“Itu untuk hamba yang mau memaafkan saudaranya.”
Hati orang yang dizalimi itu luluh. Ia berkata,
“Ya Allah, aku telah memaafkannya.”

Maka dengan rahmat-Nya, Allah memasukkan keduanya ke dalam surga.

Renungan untuk Kita
Pertama, memaafkan di dunia jauh lebih ringan daripada menuntut di akhirat.

Di dunia kita masih punya waktu, masih bisa berjabat tangan, masih bisa berkata, “Saya maafkan.” Di akhirat, yang menjadi alat tukar bukan lagi uang atau harta, melainkan pahala.

Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa memiliki kezaliman terhadap saudaranya, baik terkait kehormatan atau sesuatu yang lain, maka hendaklah ia meminta halal darinya hari ini, sebelum datang hari yang tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Bukhari)

Kedua, memaafkan adalah kemuliaan.

Allah berfirman:
“Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah kamu ingin Allah mengampunimu?”
(QS. An-Nur: 22)

Bukankah kita semua ingin diampuni?

Ketiga, orang yang mampu menahan amarah dan memaafkan dijanjikan derajat tinggi.

“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”
(QS. Ali ‘Imran: 134)

Memaafkan bukan tanda lemah. Memaafkan adalah tanda kuatnya iman.
Mari kita bertanya pada diri sendiri malam ini…

Masih adakah nama yang jika disebut membuat dada kita sesak?

Masih adakah wajah yang jika terbayang membuat hati panas?
Jika ada… mungkin justru di situlah pintu istana kita di surga.

Maafkanlah sebelum kita diminta mempertanggung jawabkannya di Padang Mahsyar. Maafkanlah, agar Allah pun memaafkan kita.

Semoga permaafan yang keluar dari hati kita menjadi sedekah jariyah, yang terus mengalirkan pahala hingga kita berdiri di hadapan-Nya.
Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.

INDONESIA HARUS MAJU DAN BERKELAS DUNIA (sebuah harapan) oleh: Ismilianto

INDONESIA HARUS MAJU DAN BERKELAS DUNIA
(sebuah harapan) oleh: Ismilianto

Saudaraku sebangsa dan setanah air…
Kita ini negeri besar. Laut kita luas. Tanah kita subur.
Anak-anak kita cerdas.

Tapi pertanyaannya satu:
Sudahkah kita benar-benar maju?

Jepang pernah hancur oleh bom. Korea Selatan pernah miskin. Singapura tidak punya sumber daya alam.
Namun hari ini mereka berdiri tegak, disegani dunia.

Mengapa?
Karena mereka menjadikan ilmu sebagai panglima.
Menjadikan disiplin sebagai budaya. Menjadikan kejujuran sebagai fondasi. Indonesia pun bisa. Bahkan harus bisa.

Pertama, kita harus memuliakan pendidikan.
Guru bukan sekadar pegawai, tapi pembangun peradaban.

Profesor bukan hanya pengajar di kampus, tapi harus didorong ikut menentukan arah kebijakan bangsa.

Ilmu tidak boleh berhenti di ruang kelas — ia harus memimpin negeri.

Kedua, pertanian dan teknologi harus kita satukan.

Petani kita jangan dibiarkan bekerja dengan cara lama sementara negara lain sudah pakai drone, sensor tanah, dan riset genetik.

Kalau Jepang bisa menghasilkan panen berkali-kali lipat dari lahan yang sempit, mengapa kita yang tanahnya luas tidak bisa?

Ketiga, pemimpin harus lahir dari orang-orang berintegritas dan berilmu.

Bukan hanya pintar bicara, tapi harus paham data kehidupan rakyat.
Bukan hanya pandai berjanji, tapi mampu bekerja.

Keempat, rakyat jangan kehilangan harapan.
Bangsa besar tidak dibangun oleh orang yang pesimis.
Ia dibangun oleh orang-orang yang berani bermimpi dan bekerja keras mewujudkannya.

Saya percaya…
Di desa-desa ada anak-anak yang kelak menjadi ilmuwan dunia.

Di sekolah-sekolah ada calon pemimpin jujur masa depan.
Di kampung-kampung ada petani yang bisa jadi penggerak ekonomi nasional.
Indonesia tidak kekurangan potensi.

Yang kita butuhkan adalah kesungguhan, keberanian berubah, dan persatuan.

Mari kita bangun negeri ini bukan dengan saling menjatuh kan, tetapi dengan saling menguatkan. Bukan dengan iri, tetapi dengan inovasi.
Bukan dengan marah,
tetapi dengan kerja nyata.

Mari kita tutup dengan doa:
Ya Allah…
Bangkitkan negeri kami dari segala kelemahan.
Jadikan pemimpin kami amanah.
Jadikan rakyat kami rajin dan jujur.
Jadikan Indonesia negeri yang makmur, adil, dan bermartabat di mata dunia.
Aamiin ya rabbal 'aalamin. 

Selasa, 10 Februari 2026

tayangan slide gambar (slide show gambar diam) memang dilarang dalam monetisasi konten di Facebook

tayangan slide gambar (slide show gambar diam) memang dilarang dalam monetisasi konten di Facebook. Facebook melarang konten yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri dari gambar diam yang ditampilkan dalam format tayangan slide. Ini termasuk foto yang diedit menjadi video dengan musik atau efek, atau tayangan slide yang diulang-ulang. 

Alasan dilarangnya:
Facebook ingin konten yang dimonetisasi memberikan pengalaman menonton yang dinamis dan menarik bagi pengguna. Konten tayangan slide gambar dianggap kurang menarik dan tidak memberikan nilai tambah yang cukup dibandingkan dengan video yang lebih interaktif atau konten yang dibuat dengan konten orisinal.

Cek akunmu jika ada 5 ciri_ciri ini artinya sistem mulai bekerja✅5 Ciri-Ciri Akun yang Mulai Berkembang di Facebook

Cek akunmu jika ada 5 ciri_ciri ini artinya sistem mulai bekerja✅

5 Ciri-Ciri Akun yang Mulai Berkembang di Facebook

Kalau akhir-akhir ini kamu merasa akunmu makin “hidup”, coba cek lima ciri berikut. Ini tanda-tanda kuat bahwa algoritma mulai melirik akunmu 👇

 1. Follower bertambah setiap hari
Walaupun sedikit, penambahan follower secara konsisten adalah sinyal bahwa kontenmu sedang bekerja. Artinya, orang mulai percaya dan nyaman dengan gaya kontenmu.

 2. View naik-turun, tapi tidak stuck
Performa yang fluktuatif itu wajar. Yang penting, grafiknya nggak diam di angka yang sama. Ini tandanya distribusi kontenmu sedang diuji oleh sistem ke audiens yang lebih luas.

 3. Muncul banyak orang baru di komentar
Kalau yang nongol bukan itu-itu saja, berarti jangkauanmu mulai melebar. Akunmu berhasil masuk ke layar orang yang belum pernah melihatmu sebelumnya.

 4. Kamu konsisten posting setiap hari
Konsistensi adalah bahan bakar pertumbuhan. Semakin sering kamu hadir, semakin sering algoritma mengenali pola aktivitasmu sebagai kreator aktif.

 5. Profilmu makin sering direkomendasikan
Ini salah satu indikator paling jelas. Kalau tiba-tiba banyak yang bilang “mampir dari rekomendasi”, tandanya akunmu mulai diprioritaskan oleh sistem.

Kalau ciri-ciri ini sudah muncul di akunmu, selamat! Itu tandanya akunmu sedang dalam fase pertumbuhan. Jangan berhenti, jangan kendor—lanjutkan ritme dan kualitas kontenmu. Perkembangan besar selalu berawal dari tanda-tanda kecil seperti ini.

Nah, biar makin naik, lakukan lima hal ini.
Satu: pertahankan pola konten yang sudah terbukti jalan. Jangan ganti-ganti dulu.
Dua: tingkatkan konsistensi. Minimal 3–5 konten sehari biar algoritma makin percaya.
Tiga: balas komentar dan bangun percakapan. Interaksi organik itu pengaruhnya besar banget.
Empat: kalau ada topik yang naik, bikin versi lain—storytelling, tips cepat, atau hook baru.
Lima: cek data harian, lihat jam terbaik dan konten yang paling nempel.

Semoga bermanfaat

Ciri Akun Sudah Terbaca Algoritma Facebook

Ciri Akun Sudah Terbaca Algoritma Facebook

1. Reach stabil atau naik
Setiap postingan tetap ada penonton meski tanpa share. Ini tanda kontenmu langsung didorong ke beranda karena akun sudah dipercaya algoritma.

2. Interaksi cepat di awal
Dalam 30–60 menit pertama sudah ada like, komentar, atau share. Respons cepat ini jadi sinyal kuat bahwa konten layak diperluas jangkauannya.

3. Penonton bukan cuma followers
Insight menunjukkan banyak penonton dari non-pengikut. Artinya Facebook mulai merekomendasikan kontenmu ke audiens baru.

4. Durasi tonton tinggi
Video ditonton lebih dari 50% bahkan sampai habis. Semakin lama ditonton, semakin besar peluang konten terus disebar.

5. Niche jelas & konsisten
Konten fokus pada satu tema (edukasi, hiburan, motivasi, dll). Algoritma lebih mudah mengenali dan mendorong akun yang konsisten.

6. Posting rutin
Upload teratur, minimal 1 konten per hari atau jam yang konsisten. Akun terlihat aktif dan sehat di mata algoritma.

7. Komentar aktif & relevan
Komentar bukan sekadar emoji, tapi nyambung dengan isi konten. Ini menandakan interaksi nyata, bukan pasif.

8. Tanda paling kuat
Satu video bisa bikin video lain ikut naik, termasuk konten lama. Ini bukti akun sudah masuk sistem rekomendasi.

Kesimpulan:
Akun terbaca algoritma = konsisten + interaksi cepat + niche jelas + durasi tonton tinggi