Bermimpilah Setinggi Langit, Lalu Menangislah di Hadapan Allah
Bermimpilah…
meski mimpimu terasa keterlaluan dan membuat orang lain tersenyum sinis.
Karena mimpi tidak butuh persetujuan manusia.
Ia hanya butuh keyakinan di dada.
Lalu bawalah mimpi itu ke tempat paling sunyi:
ke atas sajadah, di antara dua sujud, saat hanya ada engkau dan Allah.
Allah berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan.” (QS. Ghafir: 60)
Allah tidak bertanya,
“Masuk akal atau tidak?”
Allah hanya melihat,
“Seberapa yakin hamba-Ku kepada-Ku?”
Ada doa yang terlalu besar untuk diucapkan keras-keras.
Tapi Allah mendengar bahkan ada doa yang hanya bergetar di hati tak luput dari Allaah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan.”
(HR. Tirmidzi)
Jangan kecilkan doa hanya karena keadaan terlihat sempit. Jangan potong harapan hanya karena logika manusia berkata,
“Mustahil.”
Bagi Allah, yang mustahil hanyalah satu:
jika hamba berhenti berharap.
Lihatlah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.
Usianya telah renta,
harapannya nyaris tinggal cerita.
Namun ia tetap berdoa.
Dan Allah membalasnya dengan kehidupan baru.
“Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan seorang anak.”
(QS. Ash-Shaffat: 101)
Doa tidak pernah mengenal kata terlambat.
Ia hanya menunggu waktu yang tepat.
Ada orang berdoa sambil menahan malu.
Takut doanya terlalu tinggi.
Padahal ALLAH MENYUKAI DOA YANG BESAR, KARENA DOA BESAR MENANDAKAN KEYAKINAN BESAR.
Rasulullah SAW bersabda:
“Mintalah surga Firdaus.”
(HR. Bukhari)
Jika surga tertinggi saja boleh diminta, mengapa rezeki, jalan hidup, dan kebahagiaan
justru kita kecilkan?
Mimpi besar bukan untuk dipamerkan. Ia untuk diperjuangkan dalam diam.
Dengan sabar.
Dengan sujud yang lama.
Dengan air mata yang jujur.
Karena sering kali,
Allah mengabulkan doa bukan untuk mengubah keadaan seketika, tetapi untuk menguatkan hati agar kita sanggup menunggu.
Dan kelak, saat doa itu benar-benar menjadi nyata,
kita akan tersenyum sambil berkata pelan:
“Dulu aku hanya berani bermimpi.
Hari ini aku bersyukur…
karena Allah mengabulkannya dengan cara-Nya yang paling indah.”
Semoga tulisan ini menjadi penguat bagi siapa pun yang sedang bermimpi dan belum melihat jawabannya.