Sebelum Matahari Tenggelam, Pulangkan Hatimu kepada Allah
Petang ini, mari pulang sejenak ke hati.
Matahari sedang turun, langit perlahan redup. Itu tanda bahwa satu hari dari umur kita telah berkurang.
Hari ini mungkin kita sibuk mencari rezeki, mengejar urusan, memenuhi janji—tapi jangan lupa, ruh kita juga butuh istirahat dalam zikir.
Betapa banyak orang yang pagi tadi masih sehat, sore ini sudah terbaring lemah. Betapa banyak yang kemarin masih sempat tertawa, hari ini tinggal nama.
Waktu tidak pernah menunggu siapa pun.
Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.” (QS. Al-Hasyr: 18)
Petang adalah waktu terbaik untuk bertanya: Sudahkah hari ini lisanku basah dengan istighfar? Sudahkah mataku dijaga dari yang haram? Sudahkah tanganku ringan menolong sesama?
Jangan tunggu malam untuk menyesal. Jangan tunggu sakit untuk mengingat Allah. Jangan tunggu tua untuk memperbaiki diri.
Sore ini, sebelum matahari tenggelam: ucapkan istighfar, perbanyak shalawat, dan mohon kepada Allah: “Ya Allah, jangan Engkau tutup hariku ini kecuali dengan ampunan-Mu.”
Sebab orang yang paling beruntung bukan yang paling banyak hartanya, tetapi yang hari ini lebih baik daripada kemarin.