KHUTBAH PERTAMA
(Waktu Terus Berlalu dan Usia Makin Berkurang)
Mukadimah
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruh,
wa na’udzu billahi min syururi anfusina wa min sayyi’ati a’malina.
Mayyahdihillahu fala mudhilla lah, wa mayyudhlil fala hadiya lah.
Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh la nabiya ba'da.
Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina Muhammad, wa ‘ala alihi wa ashhabihi ajma’in.
Amma ba’du…
Judul: Waktu Terus Berlalu dan Usia Makin Berkurang
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa.
Isi Khutbah
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah…
Hari ini kita duduk di masjid ini
Masih bisa bernafas;
Masih bisa mendengar khutbah;
Namun kita tidak tahu, apakah ini Jumat terakhir bagi kita.
Allah berfirman:
“Wal ‘ashr. Innal insaana lafii khusr.” (QS. Al-‘Ashr: 1–2)
Demi waktu… manusia benar-benar dalam kerugian.
Sidang jumah yg berbahagia,
Ada sebuah Kisah seorang lelaki, ia datang ke masjid seperti kita hari ini.
Ia berwudhu, berdiri dalam shalat, Ketika sujud…
ia tidak bangkit.
Orang-orang mengira ia khusyuk, ternyata… ia telah wafat dalam sujudnya.
Subhanallah…
Betapa indah akhir hidupnya.
Tapi hal ini menjadi peringatan bagi kita, bahwa Kematian bisa datang tanpa kita duga.
Maasiral muslimin rahima kumullah
Berapa banyak orang yang tadi pagi masih tertawa…
siang hari sudah terbujur kaku.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Perbanyaklah mengingat kematian.” (HR. Tirmidzi no. 2307)
Ada pula kisah lain…
Seorang jamaah rutin shalat berjamaah. Ia dikenal baik, sederhana, tidak banyak bicara.
Suatu hari ia datang ke masjid untuk shalat Isya.
Ia duduk menunggu iqamah…
Tiba-tiba ia terjatuh…
dan wafat di rumah Allah.
Orang-orang menangis…
karena mereka tahu… ia meninggal dalam keadaan terbaik.
Jamaah jumah yang dirahmati Allah…
Coba kita bayangkan…
Jika hari ini kita yang dipanggil…
Apa yang akan kita bawa?
Apakah kita sudah siap?
Atau kita masih menunda taubat, masih sibuk dengan dosa, masih lalai dari Allah?
Allah berfirman:
“Waltanzur nafsun maa qaddamat lighad.” (QS. Al-Hasyr: 18)
Artinya: "Dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)."
Ayat ini adalah peringatan agar kita selalu introspeksi diri, melihat amal apa yang sudah kita siapkan untuk kehidupan akhirat.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Maka:
Jangan tunggu nanti…
Jangan tunggu tua…
Jangan tunggu sakit, karena setelah sakit tak bisa lagi ke mesjid. Mumpung masih kuat dan sehat, datanglah ke mesjid.
Karena banyak yang sehat…
Banyak yang muda… mereka mati duluan.
Aqulu qauli hadza wa astaghfirullaha li wa lakum, fastaghfiruhu innahu huwal ghafurur rahim.
KHUTBAH KEDUA
Alhamdulahi hamdan katsiran tayyiban mubarakan fih…
Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina Muhammad…
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Mari kita jujur pada diri kita…
Dan Kita semua pasti mati…
tinggal menunggu giliran.
Ada Kisah seorang lelaki di detik terakhir hidupnya berkata:
“Tolong… beri aku waktu sebentar saja…
aku ingin shalat… aku ingin bersedekah…”
Namun malaikat maut tidak menunggu.
Kesempatan itu telah habis.
Jamaah sekalian…
Hari ini kita masih punya waktu; Masih bisa sujud;
Masih bisa istighfar.
Besok… belum tentu.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Orang yang cerdas adalah yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.” (HR. Ibnu Majah no. 4260)
Jamaah Jumat rahima kumullah,
Pulanglah dengan niat:
Taubat sungguh-sungguh
Memperbaiki shalat
Meninggalkan dosa
Allahummaghfir lana dzunubana, wa kaffir ‘anna sayyi’atina, wa tawaffana ma’al abrar.
Allahumma la taj’al hadzal yauma akhira ‘ahdina minad dunya illa wa anta radhin ‘anna.
Allahumma khatim lana bihusnil khatimah…
wa la takhtim ‘alaina bisu’il khatimah…
Allahumma jika hari ini adalah hari terakhir kami…
maka wafatkan kami dalam keadaan sujud kepada-Mu…
Rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar. Alhamdulillahi rabbal aalamin.
Innallaha ya’muru bil ‘adli wal ihsan…
Fadzkurullaha yadzkurkum, wasykuruhu yazidkum.
Wala dzikrullahu akbar,
Aqimishalah