Kultum Malam ke-28 Ramadhan
(Renungan: Jangan Sampai Ramadhan Pergi Tanpa Bekas)
Malam ini, kita sudah berada di penghujung Ramadhan. Tinggal hitungan hari… bahkan mungkin tinggal hitungan malam.
Coba kita tanyakan pada diri kita masing-masing…
Apakah Ramadhan ini benar-benar sudah mengubah kita?
Atau jangan-jangan… kita hanya berubah sementara, lalu kembali seperti semula?
Allah berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa."
(QS. Al-Baqarah: 183)
Tujuan puasa itu jelas: agar kita menjadi orang yang bertakwa.
Bukan sekadar menahan lapar… bukan sekadar bangun sahur… bukan sekadar ramai di awal lalu redup di akhir…
Tanda Ramadhan berhasil bukan saat Ramadhan berlangsung, tapi setelah Ramadhan pergi.
Kalau setelah Ramadhan:
kita masih menjaga shalat
masih ringan bersedekah
masih menjaga lisan
masih dekat dengan Al-Qur’an
maka itulah tanda Ramadhan kita diterima.
Tapi kalau setelah Ramadhan:
shalat mulai ditinggalkan
Al-Qur’an ditutup kembali
maksiat kembali dilakukan
maka kita perlu takut… jangan-jangan kita hanya mendapatkan lapar dan haus saja.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Betapa banyak orang yang berpuasa, tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus."
(HR. Ibnu Majah)
Di malam ke-28 ini, kita belum terlambat.
Masih ada kesempatan:
memperbanyak istighfar
memperbanyak sedekah
memperbanyak doa
dan mengejar malam Lailatul Qadar
Jangan remehkan satu malam…
karena satu malam di sisi Allah bisa lebih baik dari seribu bulan.
Mungkin kita tidak mampu ibadah banyak…
tapi jangan sampai kita berhenti berusaha.
Tutup Ramadhan ini dengan kesungguhan…
agar ketika Ramadhan pergi, ia meninggalkan bekas di hati kita.
Ya Allah…
jangan jadikan Ramadhan ini yang terakhir tanpa ampunan-Mu…
dan jika ini Ramadhan terakhir kami, maka tutuplah dengan husnul khatimah. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar