Laqadja akum rasulum


web stats

Selasa, 17 Maret 2026

Kultum Malam Idul Fitri“Saat Ramadhan Pergi… Apa yang Tertinggal di Hati?”

Kultum Malam Idul Fitri
“Saat Ramadhan Pergi… Apa yang Tertinggal di Hati?”

Malam ini… suasana berbeda.
Takbir mulai berkumandang…
“Allahu Akbar… Allahu Akbar…”
Hati ini bergetar…
bukan hanya karena kemenangan…
tapi juga karena perpisahan.
Ramadhan… benar-benar akan pergi.
Aku termenung…
seakan baru kemarin aku menyambutnya dengan penuh harap.
Kini… aku harus melepasnya.
Aku bertanya dalam hati…
“Apakah aku termasuk orang yang menang… atau justru yang merugi?”
Allah berfirman:
"Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur."
(QS. Al-Baqarah: 185)
Malam ini kita bertakbir…
tapi bukan sekadar suara…
ini adalah ungkapan syukur… sekaligus tanda perpisahan.
Aku mulai mengingat kembali Ramadhan yang telah berlalu…
berapa kali aku benar-benar khusyuk dalam shalat?
berapa banyak air mata yang jatuh saat berdoa?
atau jangan-jangan… aku lebih banyak sibuk dengan urusan dunia?
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Aku berharap…
semoga aku termasuk di dalamnya…
Tapi harapan saja tidak cukup…
aku harus jujur pada diri sendiri…
apakah puasaku benar-benar karena Allah… atau hanya kebiasaan?
Malam ini… bukan hanya malam kemenangan…
ini juga malam penentuan…
Siapa yang benar-benar berubah…
dan siapa yang hanya “singgah” sebentar di Ramadhan.
Aku takut…
takut jika setelah malam ini…
aku kembali meninggalkan shalat berjamaah…
kembali jauh dari Al-Qur’an…
kembali lalai seperti dulu…
Maka malam ini… aku berjanji dalam hati…
“Ya Allah…
jika Engkau terima puasaku…
jangan Engkau cabut nikmat dekat dengan-Mu…”
“Ya Allah…
jangan jadikan aku hamba Ramadhan saja…
tapi jadikan aku hamba-Mu sepanjang waktu…”
Takbir terus berkumandang…
Dan aku sadar…
Ramadhan memang pergi…
tapi seharusnya, semangatnya tidak ikut pergi.
Jika setelah Ramadhan aku tetap menjaga shalat…
tetap menjaga lisan…
tetap dekat dengan Al-Qur’an…
maka itulah tanda kemenangan yang sebenarnya.
Ya Allah…
terimalah semua amal kami…
ampuni dosa-dosa kami…
Dan pertemukan kami kembali dengan Ramadhan yang akan datang…
dalam keadaan lebih baik dari hari ini.
Taqabbalallahu minna wa minkum…
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.

Tidak ada komentar: