Iyyaka na'budu Wa iyyaka Nasta'in
Allah SWT Juga berkomunikasi ketika umatnya sedang sholat dan membaca Surat Al Fatihah. Dikutip dari buku berjudul Tafsir Shalat karangan Ammi Nur Baits (2021: 103) dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Allah berfirman, “Saya membagi shalat antara diri-Ku dan hamba-Ku menjadi dua. Untuk hamba-Ku apa yang dia minta.
Apabila hamba-Ku membaca, “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.”
Allah Ta’ala berfirman, “Hamba-Ku memuji-Ku.”
Apabila hamba-Ku membaca, “Ar-rahmanir Rahiim.”
Allah Ta’ala berfirman, “Hamba-Ku mengulangi pujian untuk-Ku.”
Apabila hamba-Ku membaca, “Maaliki yaumid diin.”
“Hamba-Ku mengagungkan-Ku.” Dalam riwayat lain, Allah berfirman, “Hamba-Ku telah menyerahkan urusannya kepada-Ku.”
Apabila hamba-Ku membaca, “Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’in.”
Allah Ta’ala berfirman, “Ini antara diri-Ku dan hamba-Ku, dan untuk hamba-Ku sesuai apa yang dia minta.”
Apabila hamba-Ku membaca, “Ihdinas-Shirathal mustaqiim….dst. sampai akhir surat.”
Allah Ta’ala berfirman, “Ini milik hamba-Ku dan untuk hamba-Ku sesuai yang dia minta.”
(HR. Ahmad 7291 dan Muslim 395)
Iyyakaa na’budu wa iyyaaka nasta’iin
Artinya “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”
Adapun makna Surat Al Fatihah ayat 5 yang dikutip dari buku berjudul Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim karangan Damasyuqi (1991: 206).
Kata ‘iyyaka’ yang didahulukan penyebutannya dan berulang menunjukkan hanya kepada Allah semata tempat beribadah, tidaklah kami bertawakkal kecuali hanya kepada-Mu. Kalimat hanya kepada-Mu-lah kami beribadah” mengandung makna berlepas diri dari syirik. Kalimat kedua “hanya kepada-Mu-lah kami memohon pertolongan” tidak mengandalkan usaha sendiri dan hanya kepada Allah lah manusia berlindung dan meminta perlongan dunia dan akhirat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar