Laqadja akum rasulum


web stats

Senin, 08 Agustus 2022

Makna Berdoa dengan Memanggil Yaa Rabb

Makna Berdoa dengan Memanggil Yaa Rabb

Rabbun, memiliki arti Dia yang mendidik dan memelihara.

Pendidikan dan pemeliharaan yang dimaksudkan adalah menganugerahkan rezeki, mencurahkan rahmat, mengampuni dosa, tapi juga sekaligus menyiksa dalam rangka memelihara dan mendidik. Sebagai misal, firman Allah Swt. pada Surat Al-Mu’minun (23): 76 tentang orang-orang durhaka yang disiksa karena tidak tunduk kepada Allah Swt.,

 وَلَقَدْ أَخَذْنَٰهُم بِٱلْعَذَابِ فَمَا ٱسْتَكَانُوا۟ لِرَبِّهِمْ وَمَا يَتَضَرَّعُونَ

Wa laqad akhażnāhum bil-‘ażābi fa mastakānụ lirabbihim wa mā yataḍarra’ụn

“Dan sesungguhnya Kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka, maka mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka, dan (juga) tidak memohon (kepada-Nya) dengan merendahkan diri.” (Q.S. Al-Mu’minun (23): 76)

Abdul Muin Salim dalam buku Jalan Lurus Menuju Hati Sejahtera (1999) menjelaskan bahwa kata Rabbaniyun bentuk jamak rabbaniy yg memiliki makna orang yg menegakkan atau mengamalkan isi al-Kitab.

Arti lainnya orang-orang yg memiliki komitmen melihara tanggung jawabnya, tentang hukum agama, hikmah dan kebijaksanaan, mengatur dan membina, serta berusaha mewujudkan kemaslahatan warganya, atau orang yang sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah Swt.

Bersesuaian dg arti kata rabb  yaitu pemelihara atau penye lenggara kemaslahatan alam semesta.

Quraish Shihab juga menyebut kan dalam Tafsir al-Misbah: Kesan, Pesan dan Keserasian al-Qur’an, Vol. I (2000) bahwa kata rabb berakar yg sama dg kata tarbiyah yg memiliki arti mengarah ke ta hap demi tahap menuju kesempurnaan kejadian dan fungsinya.

Penegasan dalam Rukun Islam menuntut kaum Muslimin untuk mengintegrasikan kehidupan mereka dengan Allah Swt. sebagai prioritas utama, sebagai pengendali kehidupan individu dan masyarakat.

Kita bisa menyimpulkan bahwa kata Rabb dalam Al-Qur’an memiliki tiga makna yaitu Yang Menciptakan, Yang Memiliki, dan Yang mengatur alam semesta ini.

Pengakuan manusia terhadap keberadaan Tuhan akan  meng hasilkan manusia rabbani, yaitu orang-orang yang memiliki komitmen dalam hidupnya.

Manusia rabbani akan meme lihara tanggung jawabnya, memiliki pengetahuan mendalam tentang hukum agama, bijaksana saat mengatur dan membina, serta berusaha mewujudkan kemaslahatan warganya.

Tidak ada komentar: