Keutamaan Sholawat Al-Fatih
Kedahsyatan Sholawat Fatih
Allahumma shalli wasallim wabaarik ‘alaa sayyidinaa Muhammadinil faatihi limaa ughliqa, wal khaatimi limaa sabaqa, wannaashiril haqqi bilhaqqi, walhaadii ilaa shiraatikal mustaqiimi, wa ‘alaa aalihi wa ashshaabihi haqqa
qadrihii wamiqdaa rihil ‘adziim.
Artinya: “Ya Allah berikanlah shalawat kepada penghulu kami Nabi Muhammad yang membuka apa yang tertutup dan yang menutupi apa-apa yang terdahulu, penolong kebenaran dengan kebenaran yang memberi petunjuk ke arah jalan yang lurus. Dan kepada keluarganya, sebenar-benar pengagungan padanya dan kedudukan yang agung.”
Lama sekali Al-Quthb Asy-Syeikh Muhammad bin Abil Hasan Al-Bakri As-Shiddiq beribadah, munajat dan mohon kepada Allah SWT agar diberi shalawat yang pahala-pahala, sirr-sirr, faidah-faidah dan keistimewaan semua shalawat masuk di dalamnya. Kemudian malaikat datang membawa kain bertuliskan Shalawat al-Fatih dengan tulisan cahaya, sebab itu diberi nama Shalawat Al-Bakriyah sebagaimana juga diberi nama Al- Yaaqutatul Faridah- permata Yaqut yang tidak ada duanya, tetapi kemudian terkenal dengan Shalawat al-Fatih.
Setelah 16 tahun (1180-1196 H) dalam usia 46 tahun Al-Quthbul Maktum Asy- Syeikh Ahmad bin Muhammad bin Asy-Syarif Al-Hasani At-Tijani ra. berjumpa Sayyidul Wujud SAW dalam keadaan terjaga diberi ijazah Shalawat Al-Fatih dan diberi penjelasan tentang pahalanya, sirr-nya, faedah dan istimewanya.
Tingkatan Ijazah yang pertama:
1. Yang pertama harus yakin bahwa Shalawat Al-Fatih itu langsung dari Allah SWT, bukan karangan makhluk
2. Harus talqin dari yang
mendapat izin menalqinnya.
Ijazah ini untuk umum
Syeikh Ahmad berkata: Talqinkan Shalawat Al-Fatih itu kepada manusia agar mereka mati membawa iman.
Bermimpi Rasulullah dengan Sholawat Al- Fatih
Bermimpi melihat Rasulullah adalah haq, di dalam Hadits dijelaskan:
“Barangsiapa yang melihatku dalam mimpi, dia benar-benar melihatku. Karena setan tidak
mampu meniru rupa diriku. ” (HR.
Bukahri dan Muslim)
Imam Nawawi berkata:
"Melihat Rasulullah adalah salah satu kegembiraan yang luhur dan berita gembira yang agung. Allah mengkhususkan hal itu bagi orang-orang yang dicintaiNya.
Salah satu cara berjumpa Rasulullah dalam mimpi yaitu dengan membaca Shalawat Al-Fatih yang terdapat didalam kitab Maghnatisul Qabul Fil Wushul Ila Ru'yati Sayyidina Rasul karya Syaikh Hasan Muhammad Syiad Ba'Umar .
Diriwayatkan:
Barangsiapa membacanya sebanyak 1000 kali pada malam Kamis atau malam jumat atau malam Senin maka orang itu akan
berkumpul bersama Nabi.
Pembacaan sholawat tersebut dilaksanakan selepas sholat sunnah empat rakaat, pada rakaat pertama setelah surat Al-Fatihah membaca surat Al-Qodr tiga kali.
Pada rakaat kedua surat Al-Zalzalah tiga kali.
Pada rakaat ketiga surat Al-Kafirun tiga kali dan
Pada rakaat keempat membaca surat Al- Mu’awwizatain (Al-Falaq dan An-Nas) tiga kali
Pada saat membacanya bakarkanlah dupa atau kayu gaharu
Hal yang penting dalam
melakukan riyadhah ini seperti yang dicontohkan oleh ulama- ulama terdahulu adalah dengan
menumbuhkan kecintaan yang
dalam terhadap Rasulullah. Dengan kecintaan ini akan membuat hubungan spiritual yang dekat dan tersambung dengan setiap lafadz sholawat atau maulid yang kita baca dalam memuji dan mengagungkan Rasulullah.
KEAGUNGAN DAN KEUTAMAAN SHOLAWAT AL-FATIH
Sholawat al- Fatih memiliki 8 martabat keutamaan, di bawah ini hanya keutamaan pada martabat yang pertama saja, sedangkan yang lainnya dirahasiakan oleh Allah SWT, diantaranya adalah:
1. Membaca Shalawat Al-Fatih 1x setiap hari dijamin hidup bahagia dunia dan akhirat
2. Membaca Shalawat Al-Fatih 1x menghapus sebagian dosa-dosa kecil
3. Membaca Shalawat Al-Fatih 1x menyamai pahala ibadah semua makhluk di alam semesta ini 6000x lipat
4. Membaca Shalawat Al-Fatih 1x menyamai pahala sholawat yang dibaca oleh seluruh makhluk dari awal diciptakan sampai sekarang 600x lipat
5. Membaca Shalawat Al-Fatih 1x setiap hari, dijamin mati membawa iman (husnul khotimah).
6. Membaca Shalawat Al-Fatih 10x di malam jum’at lebih besar pahalanya daripada ibadah seorang wali yang tidak membaca Shalawat Al- Fatih selama 1 juta tahun.
7. Pahala Shalawat Al-Fatih dapat menutupi dan mengganti kesalahan yg pernah ia lakukan terhadap orang lain, sehingga ia dapat mengganti tuntutannya di
hari kiamat.
8. Membaca Shalawat Al-Fatih
100x di malam jum’at menghapus dosa 400 tahun.
Shalawat ini disusun oleh al-'Arif al-Kabir Sayyid Muhammad al-Bakri
Shalawat al-Fatih adalah salah satu ciri khas dari Tarekat Tijani. Diantara keistimewaan shalawat fatih tidak ada yang menyimpang dari ayat atau kandungan Alquran, tetapi harus diingat bahwa Shalawat al-Fatih bukan sebagian dari Alquran.
Syeikh Ahmad Tijani ra. belum pernah memberi suatu pernyataan sedikitpun bahwa Shalawat al-Fatih itu sebagian dari Alquran, kitabullah, hadits qudsi atau wahyu kenabian.
Beliau juga belum pernah menyatakan Shalawat al-Fatih lebih utama dari Alquran atau mengimbanginya. Tidak ada satu kalam pun yang melebihi Alquran, begitulah yang ditegaskan oleh Syeikh Ahmad Tijani.
Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW ada yang menggunakan wasall am /wasallim dan ada yang tidak menggunakan wassall am/ wassallim. [1]
Shalawat yang menggunakan wasallam/wasallim adalah shalawat orang mu'min dari firman Allah SWT:
Yaa Ayyuhalladziina aamanuu shalluu 'alahii wasallimuu tasliimaa. Kalau shalawat itu dari firman Allah SWT :
Innallaaha wa malaaikatahuu yushalluuna 'alan nabiy dan orang mu'min hanya menirukan saja,maka shalawat itu tanpa wasallam/wasallim sebagaimana Shalawat al-Fatih dan lainnya.
Ketika Syeikh Ahmad bin Muhammad ditanya: Mengapa Shalawat al-Fatih tidak ada wasallim-nya ? Beliau menjawab:
Haakadzaa minal ghaaib, demikianlah dari al-ghaaib. Lama sekali Al-Quthb Asy-Syeikh Muhammad bin Abil Hasan Al-Bakri As-Shiddiq beribadah, munajat dan mohon kepada Allah SWT agar diberi shalawat yang pahala-pahala, sirr-sirr, faidah-faidah dan keistimewaan semua shalawat masuk di dalamnya. Kemudian malaikat datang membawa kain bertuliskan Shalawat al-Fatih dengan tulisan cahaya, sebab itu diberi nama Shalawat Al-Bakriyah sebagaimana juga diberi nama Al- Yaaqutatul Faridah- permata Yaqut yang tidak ada duanya,tetapi kemudian terkenal dengan Shalawat al-Fatih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar