Surat Al-Fath (1- 3)
اِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِيْنًاۙ
innā fataḥnā laka fat-ḥam mubīnā
Artinya: “Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.”
لِّيَغْفِرَ لَكَ اللّٰهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْۢبِكَ وَمَا تَاَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُّسْتَقِيْمًاۙ
liyagfira lakallāhu mā taqaddama min żambika wa mā ta`akhkhara wa yutimma ni'matahụ 'alaika wa yahdiyaka ṣirāṭam mustaqīmā
Artinya: “Agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan menunjukimu ke jalan yang lurus,”
وَّيَنْصُرَكَ اللّٰهُ نَصْرًا عَزِيْزًا
wa yanṣurakallāhu naṣran 'azīzā
Artinya: “dan agar Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).”
Dalam surat Al-Fath ayat 1 – 3 dijelaskan bahwa Allah SWT telah memberikan kemenangan kepada orang-orang yang beriman kepada-Nya. Salah satu kemenangan yag diperoleh oleh umat Islam adalah dengan diadakannya perjanjian Hudaibiyyah. Perjanjian ini merupakan suatu kesepakatan yang melahirkan dampak sangat besar bagi umat Islam. Meskipun isi perjanjiannta tidak menguntungkan bagi para sahabat waktu itu.
Dalam Tarikh Daulatul Arabiyyah, Abdul Aziz Salim menyebutkan, selain perjanjian untuk mengadakan gencatan senjata selama 10 tahun, salah satu perjanjian yang dianggap merugikan umat Islam ialah sebagai berikut:
"Siapa saja yang datang kepada Muhammad tanpa izin walinya maka harus dikembalikan. Dan siapa saja yang datang kepada pihak Quraisy dari golongan Muhammad maka tidak dikembalikan"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar