Laqadja akum rasulum


web stats

Rabu, 08 Mei 2024

Walimatul Ursy Pernikahan

Walimatul Ursy

Ya Allah, jadikanlah akad ini, akad yang penuh berkah dari awal sampai akhirnya hingga keduanya bertemu Engkau dan  ridhailah  keduanya Wahai Tuhan Semesta Alam. 

Ya Allah, luaskanlah rezeki bagi keduanya dan baguskanlah akhlak bagi keduanya serta lindungilah keduanya dari perbuatan syirik, ragu-ragu, nifaq dan akhlak yang buruk. 

Ya Allah, Ya Tuhan kami, jadikanlah keserasian  keduanya,  yang tidak ada putus sampai ujungnya dan jauhkanlah keduanya dari permusuhan dan perpisahan karena rahmat-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Penyayang. 

Ya Allah, jadikanlah pernikahan ini, pernikahan yang abadi dan langgeng Dalam keberkahan dan keridhaan-Mu ya Rabb...

5. Doa Walimatul Ursy Tamu Undangan

Tamu undangan walimatul ursy dapat memanjatkan doa berikut:

Allaahummaghfir Lahum warhamhum wa barik lahum fiimaa rozaqtahum.

Artinya: “Ya Allah, ampuni mereka, sayangi mereka dan berkahilah mereka pada apa-apa yang Engkau karuniakan.” (HR. Ahmad)

Selain doa di atas, para tamu undangan juga boleh pula membaca doa berikut:

Allahumma ath’im man ath’amanaa wastaqi mansa haanii.

Artinya: “Ya Allah, berikanlah ganti makanan kepada orang yang telah memberi makan kepadaku, dan berikan ganti minum kepada orang yang telah memberi minum kepadaku.” (HR. Muslim)

Doa bagi tamu undangan yang menghadiri walimatul ursy atau resepsi pernikahan sebagai berikut:

Allaahummaghfir Lahum warhamhum wa baarik lahum fiimaa rozaqtahum.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah mereka, sayangilah mereka dan berkahilah mereka pada apa-apa yang Engkau karuniakan kepada mereka.” (HR. Ahmad)

Berikut doa walimatul ursy yang telah diajarkan Rasulullah SAW ketika menghadiri resepsi pernikahan yang dikutip dari buku Ritual dan Tradisi Islam Jawa karya KH Muhammad Sholikhin:

Barakallahu laka wabaraka ‘alaika wajama’a bainakuma fii khoir.

Artinya: “Semoga Allah memberikan berkah untukmu, semoga Allah memberi berkah kepadamu dan menghimpun kalian berdua (sebagai suami istri) dalam kebaikan.”

6. Doa Pernikahan untuk Teman

Barokallahu Laka Wa Baroka ‘Alaika Aa Jamaa’ Bainakumaa Fii Khoirin

Artinya: “Semoga Allah memberi keberkahan padamu, memberi keberkahan atasmu, dan semoga Dia mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR.Ahmad dan Hakim).

Sementara itu ada pula doa yang sering dibacakan oleh tokoh agama ketika menghadiri acara pernikahan khususnya ketika akad nikah:

Artinya: “Ya Allah, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Adam dan Hawa, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Ibrahim dan Sarah, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Yusuf dan Zulaikha, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Baginda Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallama dan Khadijah Al-Kubra, dan rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Ali dan Fatimah Az-Zahra.”

Lebih lanjut, ada tambahan doa kepada pengantin yang lebih spesifik, seperti memohon kepada Allah SWT memberikan keturunan yang baik hingga rezeki yang halal.

Artinya: “Ya Allah, berilah keduanya  keturunan yang baik, sesungguhnya Engkau Tuhan yang mendengarkan doa.”

Artinya: “Ya Allah, berilah keduanya rezeki yang halal, baik dan barokah untuk beribadah.”

Hukum Datang Ke Walimatul Ursy

Dalam ajaran Islam, setiap muslim yang mendapat undangan walimatul ursy dari teman atau saudara yang akan menikah memiliki kewajiban untuk menghadirinya. Rasulullah SAW pun turut menegaskan, seperti diriwayatkan dalam sebuah hadist oleh Imam Bukhari, yaitu:

“Apabila salah seorang di antara kalian diundang kepada suatu walimah, maka datanglah menghadirinya.” (HR. Muslim).

Terdapat riwayat lain yang menjelaskan tentang Walimatul Ursy yaitu diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam sebuah hadits, “Apabila salah seorang di antara kalian diundang kepada suatu walimah, maka datanglah menghadirinya.” (HR. Muslim)

Hukum walimatul ursy adalah sunnah. Namun pelaksanaannya harus tetap diperhatikan, seperti memanjatkan doa untuk sang pengantin pria dan wanita. 

Rasulullah SAW mengatakan hukum dalam memenuhi undangan seperti acara resepsi pernikahan atau walimatul ursy adalah wajib.

Beliau pun pernah bersabda sebagai berikut:

Artinya: “Jika salah seorang diantara kalian diundang menghadiri acara walimah, maka datangilah” (HR. Bukhari no. 5173).

Tidak hanya itu, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa calon tamu yang sedang berpuasa juga hendaklah tetap datang memenuhi undangan, sebagaimana yang ia sampaikan berikut ini:

Artinya: “Bila salah seorang diantara kalian diundang menghadiri jamuan makan, hendaklah ia memenuhi undangan tersebut. Jika ia tidak sedang berpuasa maka hendaklah ia ikut makan. Dan jika ia sedang berpuasa hendaknya ia mendoakan” (HR. Muslim no. 1431).

Orang Indonesia memiliki tradisi dalam menggelar pesta pernikahan atau walimatul ursy. Para pengantin pria dan wanita mengundang keluarga, kerabat, tetangga, dan teman dalam momen bahagia tersebut.  

Seringkali umat Muslim memberikan doa singkat ‘Samawa’ yang memiliki kepanjangan tiga kata, yaitu ‘sakinah, mawaddah, warahmah’ kepada orang yang baru saja menikah. Namun, ternyata ada baiknya juga membacakan doa untuk kedua mempelai wanita dan pria yang sedang berbahagia.

Dalam Islam, memenuhi undangan seorang muslim adalah disyariatkan, tetapi hal ini tetap dengan syarat, yaitu:

  1. Orang yang mengundang adalah seorang muslim,
  2. Orang yang mengundang tidak terang-terangan dalam berbuat maksiat,
  3. Tidak terdapat maksiat yang tidak mampu dihilangkan dalam acara yang akan dilangsungkan.

Namun, ada satu undangan yang menurut mayoritas ulama wajib dipenuhi, yaitu undangan pernikahan, dan undangan selain pernikahan hanya dianjurkan (tidak wajib). Akan tetapi, wajibnya memenuhi undangan walimah jika memenuhi tiga syarat yang telah disebutkan sebelumnya.

Dalam hadis lain, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam juga bersabda:

”Barangsiapa yang tidak menghadiri undangan walimah/pernikahan, sungguh dia telah durhaka pada Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Muslim).

Keutamaan dari Pernikahan

Pernikahan adalah salah satu momen yang paling indah dalam hidup seorang muslim dan muslimah. Bahkan, dalam agama Islam, terdapat keutamaan besar dalam sebuah pernikahan.

Hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman).

Dalam hadis di atas disebutkan bahwa salah satu keutamaan besar dari pernikahan adalah untuk menyempurnakan separuh agama. Selain itu, para ulama menjelaskan bahwa agama seseorang dapat dirusak oleh dua hal, yaitu kemaluan dan perut. Kemaluan akan mengantarkan pada zina, sedangkan perut dapat mengarahkan seseorang pada sifat serakah. Oleh karena itu, dengan pernikahan, kita telah membentengi diri dari salah satu di antara dua hal tersebut, yaitu zina.

Al Ghazali rahimahullah (dalam kitab Mirqotul Mafatih) berkata, “Umumnya yang merusak agama seseorang ada dua hal yaitu kemaluan dan perutnya. Menikah berarti telah menjaga diri dari salah satunya. Dengan menikah berarti seseorang membentengi diri dari godaan syaitan, membentengi diri dari syahwat (yang menggejolak) dan lebih menundukkan pandangan.”

Keutamaan lain dari pernikahan adalah janji Allah SWT untuk mencukupkan orang-orang yang menikah. Sayangnya, hal inilah yang sering menjadi hambatan seseorang untuk melangsungkan pernikahan.

Padahal, Allah SWT telah berfirman dalam salah satu ayatnya,

“Dan nikahkan orang-orang yang sendirian di antara kamu dan hamba-hamba sahaya, laki-laki atau perempuan, yang shaleh dan telah pantas menikah. Jika mereka miskin, Allah akan membuat mereka kaya dengan karunia-Nya. Allah itu Maha Luas pemberianNya dan Dia Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur : 32).



Tidak ada komentar: