Laqadja akum rasulum


web stats

Minggu, 19 Mei 2024

WASIAT RASULULLAH KPD PARA SAHABAT

Wasiat Rasulullah kpd Sahabat

7 Wasiat Nabi Muhammad kepada Abu Dzar Al Ghifari, Termasuk Larangan Mengemis

Abu Dzar Al Ghifari adalah saha bat Rasulullah yang dikenal paling miskin. 

Ketika ingin menyatakan keislamannya, Abu Dzar menempuh perjalanan yang sangat menantang. Sesampainya di Makkah, ia  menyamar orang yang hendak thawaf dan seorang musafir yang tersesat. 

Jika kaum Quraisy mengetahui  dia mencari Rasulullah SAW, mereka akan melenyapkan Abu Dzar.

Abu Dzar memiliki karakter yang pemberani, kuat, dan tegas. Ketika bertemu Nabi Muhammad pun dia tanpa ragu bersyahadat di depan beliau dan menyatakan keislamannya.

Wasiat Rasulullah SAW kepada Abu Dzar Al Ghifari

1. Mencintai Orang Miskin

Dalam mencintai orang miskin, Allah SWT memerintahkan kaum muslimin untuk bersedekah dan zakat. Sedekah tidak terikat oleh waktu dan aturan, berbeda dengan zakat yang wajib dikeluarkan setahun sekali.

2. Melihat pada Orang yang Lebih Rendah dari Segi Materi

Nabi Muhammad berwasiat 

"Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu, karena yang demikian lebih patut agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan," (HR Bukhari)

3. Menyambung Tali Silaturahim

Menyambung tali silaturahmi dapat memperkuat ukhuwah islamiyah, Allah berfirman dalam surat An Nisaa ayat 1,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Arab latin: Yā ayyuhan-nāsuttaqụ rabbakumullażī khalaqakum min nafsiw wāḥidatiw wa khalaqa min-hā zaujahā wa baṡṡa min-humā rijālang kaṡīraw wa nisā`ā, wattaqullāhallażī tasā`alụna bihī wal-ar-ḥām, innallāha kāna 'alaikum raqībā

Artinya: "Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu,"

4. Memperbanyak Ucapan Hauqalah

Ucapan hauqalah ialah Laa haula walaa quwwata illa billah. 

Artinya "Tidak ada daya dan upaya kecuali dg pertolongan Allah," 

5. Berani Berkata Benar Meski Pahit

Jujur lebih utama dan lebih baik daripada dusta, sepahit apapun kenyataan.

Nabi Muhammad bersabda,

"Jihad yang paling utama adalah mengatakan kalimat yang hak (benar) kepada penguasa yang zalim," (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)

6. Tidak Takut pada Celaan dalam Berdakwah

Wasiat lainnya yang diberikan kepada Abu Dzar Al Ghifari yaitu agar tidak takut pada celaan dalam berdakwah, Allah SWT berfirman dalam surat Al Ahzab ayat 39:

ٱلَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَٰلَٰتِ ٱللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُۥ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا ٱللَّهَ ۗ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ حَسِيبًا

Arab latin: Allażīna yuballigụna risālātillāhi wa yakhsyaunahụ wa lā yakhsyauna aḥadan illallāh, wa kafā billāhi ḥasībā

Artinya: "(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan,"

7. Tidak Mengemis

Rasulullah SAW mengatakan semiskin apapun seseorang, jangan sekali-kali menjadi peminta.

Mengemis termasuk ke dalam perbuatan yang tidak mencerminkan sikap dan jiwa seorang muslim. 

Namun, perlu diketahui meminta-minta diperbolehkan dengan catatan untuk kemaslahatan umat. Contohnya seperti meminta sedekah pembangunan masjid, sarana pendidikan, atau anak yatim dan fakir miskin. Yang dilarang ialah meminta-minta untuk kepentingan pribadi.


Nabi Muhammad SAW menyampaikan beberapa wasiat kepada para sahabat. Di antaranya adalah wasiat yang disampaikan kepada Abu Dzar dan Muadz bin Jabal.    

اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ "Bertakwalah kepada Allah SWT di manapun kamu berada, iringilah kejelekan itu dengan kebaikan niscaya kebaikan itu akan menghapusnya (kejelekan). Dan bergaulah dengan manusia dengan akhlak yang baik." (HR Tirmidzi) 


Wasiat berikutnya yaitu  Bahwa Rasulullah SAW memerintahkan Abu Dzar untuk melakukan tujuh hal yaitu sebagai berikut:

أَمَرَنِي بِحُبِّ الْمَسَاكِينِ، وَالدُّنُوِّ مِنْهُمْ، وَأَمَرَنِي أَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ دُونِي، وَلَا أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقِي، وَأَمَرَنِي أَنْ أَصِلَ الرَّحِمَ وَإِنْ أَدْبَرَتْ، وَأَمَرَنِي أَنْ لَا أَسْأَلَ أَحَدًا شَيْئًا، وَأَمَرَنِي أَنْ أَقُولَ بِالْحَقِّ وَإِنْ كَانَ مُرًّا، وَأَمَرَنِي أَنْ لَا أَخَافَ فِي اللهِ لَوْمَةَ لَائِمٍ، وَأَمَرَنِي أَنْ أُكْثِرَ مِنْ قَوْلِ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، فَإِنَّهُنَّ مِنْ كَنْزٍ تَحْتَ الْعَرْشِ

Tujuh itu ialah, mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, memperhatikan orang-orang yang di bawahku dan tidak melihat siapa yang ada di atasku. menyambung tali silaturahim (yang masih ada hubungan saudara) meski saudara tersebut bersikap kasar, tidak meminta-minta pada seorang pun, mengatakan yang benar meski pahit, tidak takut terhadap celaan saat berdakwah di jalan Allah, memperbanyak ucapan 'laa hawla wa laa quwwata illa billah' karena kalimat ini termasuk simpanan di bawah 'Arsy.

Masih dalam riwayat Imam Ahmad dari Abu Dzar, bahwa Rasulullah SAW menasihati Abu Dzar untuk melebihkan kuah saat memasak makanan agar ada porsi untuk tetangga.

Dalam hadits Abu Dawud, dari Muadz bin Jabal, Rasulullah SAW menasihati Muadz agar tidak meninggalkan sholat sebelum mengucapkan:

 'اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ 

“Ya Allah, bantulah aku untuk berdzikir dan bersyukur kepada-Mu serta beribadah kepada-Mu dengan baik.” 

Kemudian, dalam hadits Bukhari dan Muslim, Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah SAW menasihati dirinya untuk melakukan tiga hal: 

أوصاني خليلي بثلاث: صيام ثلاثة أيام من كل شهر، وركعتي الضحى، وأن أوتر قبل أن أنام 

“Berpuasa tiga hari setiap bulan; sholat dhuha; dan melakukan (sholat) witir sebelum tidur.”

Hadits riwayat Imam Ahmad, dari Said bin Zaid, juga menceritakan ada seorang laki-laki yang meminta diberi nasihat oleh Rasulullah SAW. Lalu Nabi SAW bersabda: 

أُوْصِيكَ أَنْ تَسْتَحيِيَ مَنَ اللَّهِ، كَمَا تَسْتَحيِيَ مِن الرجلِ الصالِحِ مِنْ قوْمِكَ 

"Saya nasihati kamu untuk tidak menjadi seorang suka mengutuk." 

Wasiat lain yang disampaikan oleh Rasulullah SAW kepada sahabat yaitu mengenai amarah. Dalam hadits Bukhari, dari Abu Hurairah, seorang pria meminta diberi nasihat. Lalu Rasulullah SAW bersabda, "Jangan pemarah." Kalimat ini diucapkan Rasulullah SAW beberapa kali. HR. Tirmidzi dan dia berkata bahwa hadits ini hasan shahih)




Tidak ada komentar: