Masing-masing mazhab tersebut memiliki ciri khas dan pendiri yang berbeda.
Latar Belakang Mazhab
Nama mazhab didasarkan pada nama ulama atau para imam.
Sejarah Munculnya 4 Mazhab
Para imam pendiri empat mazhab fikih yaitu Abu Hanifah yang merupakan pendiri Mazhab Hanafi, Malik bin Anas pendiri Mazhab Maliki, Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i pendiri Mazhab Syafi'i, dan Ahmad bin Hanbal pendiri Mazhab Hambali.
Mazhab Hanafi
Mazhab Hanafi mempunyai pengikut terbanyak.
Mazhab Hanafi termasuk salah satu mazhab fikih dalam Islam Sunni. Islam Sunni adalah aliran teologi yang bersumber dari pemikiran Abu Hasan al-Asy'ari (sahabat Rasulullah SAW yang masyhur) dan telah dipahami dan dipraktikkan oleh mayoritas umat Islam.
Sumber hukum Mazhab Hanafi berasal dari Al-Qur'an, hadits, qiyas, istihsan, ijma' para ulama.
Mazhab Maliki
Mazhab Maliki berpengikut terbanyak ketiga setelah Mazhab Hanafi.
Mazhab Maliki didirikan oleh Imam Malik bin Anas. Karena Imam Malik tinggal di Madinah, maka mazhab ini sangat dipengaruhi oleh praktik dan tradisi penduduk Madinah.
Salah satu ciri khas atau keunikan dari Mazhab Maliki adalah menyodorkan tata cara hidup penduduk Madinah sebagai sumber hukumnya.
Mazhab Syafi'i
Mazhab Syafi'i berpengikut terbanyak kedua setelah Mazhab Hanafi.
Sumber hukum Mazhab Syafi'i berasal dari Al-Qur'an, sunnah, ijma', dan qiyas.
Mayoritas muslim Indonesia berkiblat pada mazhab Syafi'i.
Mazhab Hambali
Mazhab Hambali berpengikut paling sedikit. Mazhab Hambali didirikan oleh Imam Ahmad bin Hanbal.
Sumber hukum Mazhab Hambali berasal dari Al-Qur'an dan sunnah, fatwa sahabat, ijtihad sahabat yang lebih dekat kepada Al-Qur'an dan sunnah.
Keempat mazhab tersebut dianut oleh umat Islam di seluruh dunia. Meskipun mazhab-mazhab ini muncul pada masa yang berbeda, mereka semua memiliki tujuan yang sama untuk kehidupan umat Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar