Tasbih Malaikat Jibril
(yang memiliki fadhilah agung)
Tasbih Malaikat Jibril ini memiliki fadhilah luar biasa bagi yang mengamalkannya.
Bacaan Tasbih ini diijazahkan oleh Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al-Aydrus. Beliau menukil riwayat dari Sayyid Al-Ajal Ali bin Thawus dari Abi Zahariah yang menceritakan tentang apa yang dialaminya.
Pada suatu malam kami melaksanakan sholat Isya di Masjid Baitul Maqdis. Setelah itu kami duduk bersandar ke sebuah tiang di masjid itu.
Akhirnya kami pun tertidur.
Kami terbangun oleh suara dzikir yg berasal dari sayap para Malaikat yang telah memenuhi masjid itu. Malaikat itu berkata "Apakah kalian manusia?" Kami menjawab: "Betul."
Kemudian kami mendengar Malaikat yang berada di sebelah kanan mengucapkan Tasbih. Setelah itu yang di sebelah kiri juga mengucapkan ucapan yang sama. Maka kami bertanya kepada malaikat itu.
"Demi Yang memberi kalian kekuatan beribadah , siapakah yang mengucapkan Tasbih di sebelah kanan kami?" Malaikat itu berkata: "Dia adalah Jibril." Kemudian kami bertanya lagi siapa yang berada disebelah kiri kami. Dijawabnya: "Dia adalah Mikail." Maka kami bertanya lagi padanya:
"Demi yang memberi kalian kekuatan beribadah, apakah yang akan diperoleh bagi yang mengucapkan tasbih itu?"
Maka Malaikat itu menjawab: "Barangsiapa mengucapkan tasbih itu setiap hari satu kali dan itu dilakukannya selama satu tahun, maka dia tidak akan mati sebelum diperlihatkan tempat yang telah disediakan untuknya di surga."
Inilah bacaan Tasbih yang dimaksud:
Bismillaahirrahmaanirrahim. Subhaanad-daa-imil Qoo-im, Subhaanal waahidil Ahad, Subhaanal fardhish-Shomad, Subhaanal hayyil Qoyyuum, Subhaanal hayyil ladzii laa yamuutu, Subhaanallahi wa bihamdihi, Subhaanal Malikil Quddus, Subhaana Robbil Malaa-ikati war-ruuh, Subhaanal 'Aliyyil A'laa, Subhaanahu wa Ta'alaa.
Artinya:
Maha Suci Engkau Yang Maha Berdiri Sendiri, Maha Suci Engkau Yang Maha Esa, Maha Suci Engkau Yang Tunggal yang menjadi tempat memohon, Maha Suci Engkau Yang Hidup dan Berdiri Sendiri, Maha Suci Engkau Yang Hidup dan Tidak akan Pernah Mati, Maha Suci Engkau Ya Allah dan Segala Puji Bagi-Mu, Maha Suci Engkau Yang Merajai dan Yang Maha Suci, Maha Suci Engkau yang menjadi Tuhannya para Malikat dan Ruh, Maha Suci Sang Maha Tinggi yang Luhur, Maha Suci Dia Yang Maha Luhur dan Agung.
Syaikh Abi Zahariah melanjutkan ceritanya: "Ketika pagi harinya timbullah pikiran di benak kami, membacanya sebanyak 360 kali sebanyak bilangan hari-hari dalam setahun. Setelah itu malam berikutnya Allah perlihatkan kepada kami tempat kami di surga.
Benarlah apa yang telah dikatakan oleh Malaikat tersebut." Begitu pula Syaikh Al-Juaini mengatakan, "Pada saat kami pergi untuk menunaikan ibadah Haji, kami bertemu dengan Ar-Rabii dan kami ceritakan tentang riwayat itu padanya. Kemudian pada musim haji tahun berikutnya kami berjumpa lagi. Dan dia berkata pada kami, "Saya sangat berterima kasih kepadamu atas riwayat yang telah engkau ceritakan kepada saya. Saya telah mengucapkan apa yang engkau suruhkan kepada saya itu dan telah saya lihat tempat untuk saya di surga."
Dalam Kitab Tarikh Dimasyqo Ibnu Asakir disebutkan:
عَنْ أَبَانٍ ، عَنْ أَنَسٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " مَنْ قَالَ كُلَّ يَوْمٍ مَرَّةً : سُبْحَانَ الْقَائِمِ الدَّائِمِ , سُبْحَانَ الْحَيِّ الْقَيُّومِ ، سُبْحَانَ الْحَيِّ الَّذِي لا يَمُوتُ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ ، سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَلِيِّ الأَعْلَى ، سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى ، لَمْ يَمُتْ حتى يَرَى مَكَانَهُ مِنَ الْجَنَّةِ أَوْ يُرَى لَهُ ، انْتَهَى
Dari Aban, dari Anas berkata, Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa setiap hari membaca sekali kalimat: Subhaanal qoo-imid daa-im, Subhaanal hayyil qoyyuum, Subhaanal hayyil ladzii laa yamuut, Subhaanallaahil 'azhiimi wa bihamdih, Subbuhun quddusun Robbul Malaaikati war ruuh, Subhaana Robbiyal 'aliyyil a'laa, subhaanahu wa ta'aalaa. Maka tidak akan meninggal hingga melihat tempatnya di Surga atau diperlihatkan kepadanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar