Ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits Tentang Kematian LENGKAP
1. Kepastian Kematian
"Kullu nafsin dzaa-iqatul maut."
Artinya: "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati."
(QS. Ali Imran: 185)
2. Kematian Tidak Bisa Dihindari
"Aina maa takuunu yudrikkumul mautu walau kuntum fii buruujin musyayyadah."
Artinya: "Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh."
(QS. An-Nisa: 78)
3. Kesempatan Beramal Berakhir Saat Kematian
"Hatta idzaa jaa-a ahadahumul mautu qaala rabbirji'uun, la'allee a'malu shaalihan fiimaa taraktu kalla innahaa kalimatun huwa qaa-iluhaa wa min waraaihim barzakhun ilaa yawmi yub'atsuun."
Artinya: "Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: 'Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.' Sekali-kali tidak! Itu hanyalah dalih yang diucapkannya. Dan di hadapan mereka ada dinding (barzakh) sampai hari mereka dibangkitkan."
(QS. Al-Mu'minun: 99-100)
Hadis Tentang Kematian
1. Persiapan Sebelum Mati
"Ightanim khamsan qabla khamsin: syabaabaka qabla haramika, wa shihhataka qabla saqamika, wa ghinaaka qabla faqrika, wa faraaghaka qabla syughulika, wa hayaataka qabla mawtika."
Artinya: "Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu."
(HR. Al-Hakim)
2. Amalan yang Tidak Putus Setelah Kematian
"Idzaa maata al-insaanu inqatha'a 'anhu 'amaluhu illa min tsalaathin: shadaqatin jaariyatin, aw 'ilmin yuntafa'u bihi, aw waladin shaalihin yad'u lahu."
Artinya: "Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya."
(HR. Muslim)
Kondisi Orang yang Tidak Shalat dan Tidak Bersedekah
1. Tidak Shalat
Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja mendapat ancaman berat:
"Fa khalafa min ba'dihim khalfun adh-dhaa'uu ash-shalaata wattaba'uu asy-syahawaat fasawfa yalqawna ghayyaa."
Artinya: "Maka datanglah setelah mereka generasi yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsu, maka mereka kelak akan menemui kesesatan."
(QS. Maryam: 59)
Dalam hadis:
"Al-'ahdu alladzii baynanaa wa baynahum ash-shalaah; fa man tarakahaa faqad kafara."
Artinya: "Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat; barang siapa meninggalkannya, maka ia telah kafir."
(HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)
2. Tidak Bersedekah
Orang yang kikir dan enggan bersedekah akan dimurkai Allah:
"Wala yahtabuuna maa aataahumu allaahu min fadlihi huwa khairan lahum, bal huwa syarrun lahum."
Artinya: "Jangan sekali-kali orang yang kikir dengan apa yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya mengira bahwa itu baik bagi mereka; sebenarnya itu buruk bagi mereka."
(QS. Ali Imran: 180)
Orang yang tidak melaksanakan shalat, tidak bersedekah, tidak berbuat baik, dan tidak membayar zakat mendapatkan ancaman siksa yang berat di akhirat. Berikut penjelasan berdasarkan Al-Qur'an dan hadis:
1. Siksaan Orang yang Tidak Shalat
Ditinggalkan di Neraka Saqar
"Ma salakakum fii saqar? Qaaluu lam naku minal mushalliin."
Artinya: "Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: 'Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan shalat.'"
(QS. Al-Muddatstsir: 42-43)
Hilangnya Perlindungan Allah
Dalam hadis:
"Al-'ahdu alladzii baynanaa wa baynahum ash-shalaah; fa man tarakahaa faqad kafara."
Artinya: "Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat. Barang siapa meninggalkannya, maka ia telah kafir."
(HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)
2. Siksaan Orang yang Tidak Bersedekah
Disiksa dengan Harta yang Ditahan
"Walladziina yaknizuuna adz-dzahaba wal-fidhdhata walaa yunfiquunahaa fii sabiilillaahi fabasyirhum bi'adzaabin aliim. Yawma yuhmaa 'alaihaa fii naari jahannama fatukwaa bihaa jibaahuhum wajunuubuhum wazhuhuuruhum."
Artinya: "Orang-orang yang menimbun emas dan perak serta tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka beritakanlah kepada mereka azab yang pedih. Pada hari ketika emas dan perak itu dipanaskan dalam neraka Jahannam, lalu disetrikakan ke dahi, pinggang, dan punggung mereka."
(QS. At-Taubah: 34-35)
3. Siksaan Orang yang Tidak Berbuat Baik
Dihisab Berat di Akhirat
"Famaa lialladziina kafaruu qibalaka muhti'iin... wa dzaakiruum yawma yaf'aluul insaanu maa qaddamat wa akhkharat."
Artinya: "Ingatkanlah mereka tentang hari ketika manusia mengingat apa yang telah dia kerjakan (amal baik) dan apa yang dia lalaikan."
(QS. Al-Qiyamah: 13)
Merugi Selamanya
"Walladziina kafaruu wa kadzdzabuu bi-aayaatinaa ulaa-ika as-haabul jaheem."
Artinya: "Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka adalah penghuni neraka."
(QS. Al-Ma'idah: 10)
4. Siksaan Orang yang Tidak Membayar Zakat
Dikepung oleh Harta Mereka
"Wa laa yahsabanalladziina yabkhaluuna bimaa aataahumullaahu min fadlihi huwa khairan lahum, bal huwa syarrun lahum... yawma yuhmaa 'alaihaa fii naari jahannam."
Artinya: "Janganlah orang-orang yang kikir dengan apa yang telah Allah berikan dari karunia-Nya mengira bahwa itu baik bagi mereka. Sebaliknya, itu buruk bagi mereka. Pada hari kiamat, harta itu akan dipanaskan dalam neraka Jahannam."
(QS. Ali Imran: 180)
Dihukum Seperti Pemilik Unta yang Tidak Dizakati
Rasulullah bersabda:
_"Siapa yang memiliki unta, sapi, atau kambing, dan tidak membayarkan zakatnya, maka binatang itu akan mendatanginya pada hari kiamat dalam keadaan lebih besar dan lebih gemuk, lalu menginjaknya dengan kaki-kaki mereka dan menanduknya dengan tanduk mereka berulang-ulang hingga selesai hisab." (HR. Muslim)
Kesimpulan
Orang yang meninggalkan shalat, enggan bersedekah, tidak berbuat baik, dan tidak membayar zakat akan menghadapi siksa berat di akhirat. Keempat amalan tersebut adalah bentuk ketaatan kepada Allah dan perwujudan dari tanggung jawab seorang hamba kepada-Nya.
Semoga kita terhindar dari siksa dan senantiasa diberi kemudahan untuk beramal saleh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar