PAHALA dan DOSA JARIAH dalam KONTEN MEDSOS
Assalamualaika ya sayyidi ya rasulullah,
Dalam Islam, amalan baik atau buruk yang dilakukan seseorang dapat terus memberikan pahala atau dosa jika dampaknya berlangsung terus-menerus, termasuk melalui media sosial.
Berikut dalilnya:
1. Pahala jariah:
Nabi SAW bersab da:
"Barangsiapa yang memberi contoh dalam Islam dengan contoh yang baik, maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa yang memberi contoh keburukan dalam Islam, maka ia menanggung dosanya dan dosa orang yang mengamalkannya setelahnya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun." (HR. Muslim No. 1017)
2. Tanggung jawab menyam-paikan kebaikan:
Nabi Muhammad SAW bersabda: "Ballighu 'anni walau ayah." ("Sampaikan dariku walau hanya satu ayat." (HR. Bukhari No. 3461)
Pahala Jariah dari Postingan:
Jika seseorang memposting hal-hal yang bermanfaat, seperti ayat Al-Qur'an, hadis, ilmu agama, motivasi, atau nasihat baik, dan hal tersebut terus diamalkan oleh orang lain, maka ia mendapatkan pahala berkesinambungan selama postingan itu membawa manfaat.
Contohnya:
Postingan tentang mengajak kebaikan.
Motivasi untuk bersedekah.
Informasi tentang adab dalam Islam.
Dosa Jariah dari Postingan:
Sebaliknya, jika seseorang memposting hal-hal yang mengandung dosa, seperti konten maksiat, provokasi permusuhan, atau hoaks, maka dosanya juga akan terus mengalir selama postingan itu dilihat, diikuti, atau menginspirasi orang lain untuk berbuat dosa.
Contohnya:
Membagikan video yang dapat merusak akhlak.
Menyebarkan fitnah dan ujaran kebencian.
Kita harus sadar bahwa setiap konten yang kita bagikan dapat berdampak luas. Namun Allah tetap mencatat setiap amal perbuatan kita.
"Faman ya’mal mitsqāla żarratin khairaiy-yarah. Wa man ya’mal mitsqāla żarratin syarraiy-yarah."
(QS. Az-Zalzalah: 7-8)
Artinya: "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarah, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarah, niscaya dia akan melihat (balasannya)."
Jika niatnya untuk kebaikan, maka Allah akan memberkahi konten tersebut. Namun, jika niatnya hanya untuk POPULARITAS atau BAHKAN MENYEBAR KEBURUKAN, maka itu adalah perbuatan sia-sia atau berdosa.
Allah berfirman:
"Wala taqfu ma laysa laka bihi 'ilmun." (QS. Al-Isra: 36)
Artinya: "Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui ilmunya."
Media sosial dapat menjadi ladang pahala jika digunakan untuk menyebarkan manfaat.
Sebaliknya, media sosial bisa menjadi sumber dosa jariah jika digunakan untuk menyebarkan maksiat.
Kita perlu memilah dan memastikan bahwa konten yang kita bagikan selalu bermanfaat dan tidak merugikan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Semoga postingan konten-konten kita selalu berpahala jariah sehingga selalu membawa keberkahan fiddunya walakhirah, aamiin yarabbal 'alamiin Shallahu 'ala Muhammad.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar