Harta, Keluarga, Jabatan, Umur adalah Amanah dari Allah
(Lalu kenapa terlalu mengejar)
Memang manusia sering terjebak ambisi menguasai segalanya, terkadang lupa pada tujuan akhir kehidupan.
Mari kita simak fenomena ini:
Allah SWT menegaskan bahwa dunia dan isinya hanyalah ujian bagi manusia:
Firman Allah dalam Al-Qur'an:
"Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, sesuatu yang melalaikan, per hiasan, bermegah-megahan antara kamu, dan berlomba-lomba dalam kekayaan dan anak keturunan"(Al-Hadid: 20).
Dunia itu hanyalah ilusi yang sementara. Semua perhiasan dunia tidak layak dijadikan tujuan utama. Sibuk mengejar segalanya sering melalaikan kita dari mengingat Allah dan tujuan akhir, yakni akhirat.
"Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, dan nafkahkan lah sebagian hartamu yg Allah berikan sebagai titipan."(Al-Hadid: 7).
Allah mengingatkan bahwa segala yang kita miliki adalah titipan yang harus digunakan sesuai perintah-Nya.
Walau manusia terlalu sibuk mengejar dunia, harta dan jabatan jangan lupa pertang gungjawabannya nanti diakhirat.
Manusia itu Tidak Akan Puas dengan Dunia
Hadis Rasulullah SAW
"Seandainya anak Adam memiliki satu lembah emas, pasti dia menginginkan dua lembah. Dan tidak ada yang bisa memenuhi mulutnya selain tanah kematian" (HR. Bukhari dan Muslim).
Manusia cenderung memiliki sifat serakah, selalu merasa kurang meskipun telah memiliki banyak. Sadarilah bahwa sibuk mengejar segalanya sering kali membawa kehampaan, dan bukan kebahagiaan.
Dunia itu Adalah Ladang Akhirat
Dalam Al-Qur'an disebutkan:
"Dan carilah apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu ya itu kebahagiaan negeri akhirat, tetapi jangan kamu lupakan bagianmu di dunia..."
(QS. Al-Qashash: 77).
Islam tidak melarang manusia berusaha untuk kenikmatan dunia, tetapi perlu seimbang. Jangan sampai kesibukan mengejar dunia tetapi terlupakan kebahagiaan di akhirat.
Mengingat Kematian: Akhir dari Segala Ambisi
Hadis Rasulullah SAW
"Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan (kematian)." (HR. Tirmidzi).
Mengingat kematian adalah cara terbaik untuk menyadarkan manusia dari kesibukan mengejar dunia. Semua yang dimiliki tidak akan dibawa mati kecuali amal perbuatan.
Maka Fokuslah pada Amanah, Bukan pada Ambisi
Segala sesuatu yang ada pada kita hanyalah titipan Allah, yang sewaktu-waktu akan diambil kembali. Sibuk mengejar segalanya di dunia tanpa memperhatikan akhirat hanya akan membawa kesia-siaan.
Sebaliknya, orang yang sadar bahwa dunia adalah amanah tentu akan:
Menggunakan hartanya untuk kebaikan.
Menjaga waktu dan tenaganya untuk beribadah.
Mengutamakan akhirat tanpa mengabaikan usaha duniawi yang halal.
Semoga kita termasuk orang-orang yang bijak dalam menjalani kehidupan dunia sebagai bekal menuju akhirat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar