Ananda Andang yang saya banggakan, aku ngintip dari status wa kaba. Karene itu aku tergelitik untuk menulis kupasan tentang status kaba tadi.
Semangatmu luar biasa. Pesanmu tentang kerja keras, cari uang, bangun aset, dan menyiapkan masa depan adalah cermin kedewasaan berpikir dan tanggung jawab sebagai kepala keluarga sekaligus pengelola kehidupan.
Namun izinkan saya menambahkan satu dimensi penting dalam perjalanan ini:
Bahwa rezeki terbaik bukan hanya yang bisa dihitung, tapi juga yang bisa membawa berkah dan ketenangan.
Allah SWT berfirman:
"Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia..."(QS. Al-Qashash: 77)
Ayat ini sangat relevan: kita memang dituntut membangun aset, tapi juga jangan lupa untuk menyertakan niat akhirat dalam kerja kita.
Ada Kisah Utsman bin Affan r.a.
Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu adalah sahabat Rasulullah yang sangat kaya. Tapi kekaya-annya tidak membuatnya sibuk sendiri, justru ia menjadikan hartanya sebagai jalan masuk ke surga.
Saat Madinah kekeringan dan umat butuh air, ia membeli sumur milik Yahudi dan mewakafkannya untuk umat.
Ketika Rasulullah membutuhkan dana untuk ekspedisi perang Tabuk, Utsman datang dengan 1000 dinar emas.
Rasulullah pun bersabda:
"Tidak ada sesuatu pun yang membahayakan Utsman setelah hari ini."(HR. Tirmidzi)
Artinya: aset Utsman bekerja untuk akhiratnya, bukan hanya dunia.
Aset Terbaik adalah Aset Dunia & Aset Surga
Ananda Andang...,
benar bahwa uang harus dicari,
usaha perlu dibangun,
dan aset harus dikelola.
Tapi yang lebih penting lagi:
ASET KITA JANGAN HANYA MENGHASILKAN PENDAPATAN BULANAN, TAPI JUGA PAHALA HARIAN..
Bangunlah aset dunia yang halal dan bermanfaat, dan jangan lupa bangun aset surga antara lain:
wakaf kecil-kecilan, bantu orang diam-diam, biayai anak yatim, sisipkan niat lillahi ta 'ala dalam setiap kerja.
Kerja keras itu ibadah, tapi kerja keras yang disertai niat akhirat,
itulah jalan menuju rezeki yang benar-benar berkah.
Karena kelak, yang akan tetap tinggal bukan gedung, bukan ladang, tapi amal yang kita bangun di baliknya.
Dan semoga engkau, Ananda Andang..., MENJADI BAGIAN DARI ORANG-ORANG YANG TAK HANYA SUKSES DI DUNIA, TAPI JUGA MENANG BESAR DI AKHIRAT.
Barakallahu fiikum. Semoga Allah mudahkan segala usahamu, dan menjadikannya jalan kebaikan dunia dan akhirat. Aamiinn ya rabbal alamin, assalamualaika ya muhammad rasulullah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar