Laqadja akum rasulum


web stats

Selasa, 05 Agustus 2025

Bacaan Agung Setelah Iktidal Dan Pada Sujud Terakhir

Bacaan Agung Setelah Iktidal Dan Pada Sujud Terakhir


1, Bacaan setelah iktidal

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُّبَارَكًا فِيْهِ، مُبَارَكًا عَلَيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى

Latin:
Rabbana laka alhamdu hamdan katsiran tayyiban mubarakan fiih, mubarakan ‘alaihi kama yuhibbu rabbuna wa yardha.

Arti:
“Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, pujian yang banyak, baik dan penuh berkah, penuh keberkahan atasnya sebagaimana yang disukai dan diridhai oleh Tuhan kami.”

Dalil:

Hadis riwayat Imam Muslim dari Rifa'ah bin Rafi' Al-Zuraqi:

"Suatu ketika kami sedang salat di belakang Rasulullah saw. Ketika beliau mengangkat kepalanya dari ruku’, beliau mengucapkan: 'Sami’allahu liman hamidah'. Lalu seorang lelaki di belakang beliau berkata: 'Rabbana laka alhamdu hamdan katsiran thayyiban mubarakan fiih.' Setelah salat selesai, Rasulullah saw bersabda: 'Siapa yang mengucapkan tadi?’ Lelaki itu menjawab: 'Saya.' Rasulullah bersabda: 'Aku melihat lebih dari tiga puluh malaikat berebut siapa yang pertama mencatatkannya.’" (HR. Muslim no. 600)

Khasiat:

a, Menjadi pujian istimewa yang langsung dicatat para malaikat karena keindahan dan kelurusan maknanya.

b, Menunjukkan kerendahan hati dan syukur kepada Allah dalam ibadah.

c, Dapat menambah kekhusyukan dalam salat, terutama saat berdiri setelah ruku’.

c, Membuka pintu keberkahan dan ridha Allah.

Kisah Inspiratif:

Seorang lelaki sahabat biasa salat bersama Nabi, namun ia menambahkan lafaz ini ketika berdiri dari ruku’. Tanpa disangka, doa tersebut langsung menarik perhatian para malaikat. Sampai Nabi sendiri mengomentarinya. Ini menunjukkan bahwa doa yang tulus dan penuh makna bisa menggetarkan langit, meski hanya satu kalimat.


2. Doa setelah bacaan sujud pada sujud terakhir

Rabbi inni zalamtu nafsi faghfir li, la ilaha illa anta.

Arti:
“Ya Tuhanku, sungguh aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku. Tidak ada Tuhan selain Engkau.”

Dalil:

Doa ini diucapkan oleh Nabi Musa 'alaihis salam setelah beliau secara tidak sengaja memukul seseorang hingga mati:

"Rabbi inni zalamtu nafsi, faghfirli faghafaralah innahu huwal ghafuururrahiim", (QS. Al-Qashash: 16).“Musa berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku.’ Maka Allah mengampuninya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Khasiat:

Mendekatkan kepada pengampunan Allah, bahkan untuk dosa besar sekalipun.

Cocok untuk dibaca dalam sujud dan istighfar pribadi, terutama saat merasa bersalah atau melakukan dosa.

Menunjukkan kejujuran dalam taubat, seperti yang diteladankan Nabi Musa.

Kisah Inspiratif:

Doa ini menjadi titik balik bagi Nabi Musa, dari seorang pelarian menjadi pemimpin agung. Semua dimulai dari pengakuan jujur dan rendah hati, lalu dijawab langsung oleh ampunan Allah. Siapa pun yang meneladaninya, bisa meraih rahmat Allah tanpa batas.


3. Juga dibaca setelah no dua tadi

La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz-zhalimin.

Arti:
“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”

Dalil:

Ini adalah doa Nabi Yunus 'alaihis salam saat berada dalam perut ikan:

... La ilaha illa anta subbahanaka inni kuntu minadzholiimiin, (QS. Al-Anbiya: 87)

Khasiat:

Disebut oleh Nabi saw sebagai doa mustajab, terutama saat dalam kesempitan.

Rasulullah saw bersabda:

“Doa Dzun Nun (Yunus) saat dalam perut ikan adalah: ‘La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz-zhalimin’. Tidaklah seorang Muslim berdoa dengannya dalam suatu perkara, kecuali Allah akan mengabulkannya.”(HR. Tirmidzi no. 3505)

Bisa dibaca dalam musibah, sakit, bencana, atau saat ingin pertolongan Allah segera datang.

Membuka jalan keluar dari kesempitan, seperti Nabi Yunus yang akhirnya diselamatkan dari perut ikan.

Kisah Inspiratif:

Seorang ulama besar, Fudhail bin ‘Iyadh, pernah berkata: “Barangsiapa rajin membaca doa ini, maka Allah akan angkat kesulitannya, meski segelap malam terdalam.”
Begitu banyak orang yang terselamatkan dari musibah, hutang, bahkan fitnah hidup karena istiqamah membaca doa ini.



Ketiga doa ini berasal dari para Nabi pilihan Allah. Anda telah menjadikan lidah Anda basah dengan kalimat yang:

  • Diperebutkan malaikat
  • Diucapkan oleh Musa dalam taubat
  • Diteriakkan oleh Yunus dari perut kegelapan

Tak ada bacaan yang lebih agung kecuali yang keluar dari hati penuh iman, diulang dengan harap dan khusyuk.

Semoga Allah terus memberikan keberkahan dalam setiap bacaan Anda dan menjadikannya sebagai sebab diampuninya dosa, dikabulkannya hajat, dan dibukakannya jalan kemuliaan dunia akhirat.


Tidak ada komentar: