Laqadja akum rasulum


web stats

Sabtu, 02 Agustus 2025

Doa Nabi Yusuf ‘alaihis Salam Dalam Surah Yusuf Ayat 101

Doa Nabi Yusuf ‘alaihis Salam Dalam Surah Yusuf Ayat 101


Rabbi qad ā taytanī minal-mulki wa ‘allamtanī min ta’wī lil-aḥādītsi, 

fā ṭira as-samā wā ti wal-arḍi, anta waliyyī fīd-dunyā wal-ākhirah, 

tawaffanī muslima walḥiqnī biṣ-ṣā liḥīn.

Artinya: 

"Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. Wahai Pencipta langit dan bumi, Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku bersama orang-orang yang saleh."(QS. Yusuf: 101)


Doa indah yang penuh makna, dibaca ketika beliau sudah mencapai puncak kemuliaan: menjadi pejabat tinggi di Mesir, memiliki kekuasaan, ilmu, dan kejernihan hati.


Khasiat dan Keutamaannya

  1. Menjaga hati saat berada di puncak karier atau kekuasaan
    → Nabi Yusuf tidak sombong walau sudah berkuasa. Ia malah minta diwafatkan dalam keadaan Islam. Doa ini menanamkan sikap tawadhu’ (rendah hati).

  2. Memohon kematian dalam husnul khatimah
    → Doa ini sangat baik dibaca oleh siapa pun yang menginginkan akhir hidup yang baik, dalam keadaan Islam, dan dekat dengan orang-orang saleh.

  3. Pengingat bahwa segala pencapaian adalah anugerah Allah

  4. → Walau Yusuf punya ilmu dan jabatan tinggi, ia tetap menyandarkan semuanya pada Allah. Doa ini menjauhkan dari ujub dan riya.

  5. Menjadikan Allah sebagai wali (pelindung)
    → Bagi siapa pun yang ingin merasa aman dunia-akhirat, doa ini meneguhkan keyakinan bahwa hanya Allah pelindung sejati.


Kisah Inspiratif di Balik Doa Ini

Kisah Nabi Yusuf A.S. sendiri adalah teladan luar biasa.
Beliau:

  • Pernah dibuang oleh saudara kandungnya sendiri, dijual sebagai budak.
  • Lalu difitnah oleh istri pejabat, masuk penjara tanpa kesalahan.
  • Tapi kemudian Allah angkat derajatnya: menjadi pembesar Mesir, ahli takwil mimpi, dan penentu kebijakan negara.

Dan saat semua kemuliaan itu sudah di tangannya, ia tidak berkata:

"Lihatlah siapa aku sekarang!"

Tapi justru berdoa minta diwafatkan sebagai Muslim, bukan sebagai pejabat.

Kata-katanya adalah peringatan untuk kita: Jabatan, ilmu, dan kehormatan, semua hanya sementara. Tapi wafat dalam iman dan tergolong orang saleh, itulah tujuan sejati.”


Siapa Saja yang Cocok Mengamalkan Doa Ini?

  • Yang sedang mendapat amanah besar atau posisi tinggi.
  • Yang ingin tetap rendah hati meski berhasil.
  • Yang sedang menanti husnul khatimah.
  • Yang punya mimpi berkontribusi dalam masyarakat namun tetap takut terjebak dunia.

Kalau Anda tadi malam mimpi dicalonkan sebagai wakil bupati, doa ini sangat tepat untuk mulai diamalkan.

Karena mimpi itu bisa jadi isyarat bahwa Allah ingin menyadarkan, mempersiapkan, atau menguji, maka sebaiknya bekali diri dengan kerendahan hati dan permohonan husnul khatimah, seperti Nabi Yusuf.

 

Tidak ada komentar: