Laqadja akum rasulum


web stats

Kamis, 21 Agustus 2025

JIKA MASIH ADA seperti KEMARIN

JIKA  MASIH ADA seperti KEMARIN

Kemarin… aku masih ada.
Masih bercanda dengan kalian, masih menata rencana,
masih merasa dunia ini panjang untukku.

Tapi hari ini…
Aku sendirian di tempat yang gelap, tanpa suara tawa, tanpa obrolan hangat, hanya sepi… hanya penantian.

Kemarin aku berkata,
“Nanti saja shalatnya, nanti saja sedekahnya… masih ada waktu.”
Tapi ternyata… waktu itu bukan milikku.
Aku percaya pada “nanti”,
padahal kematian datang tanpa mengetuk pintu, tanpa memberi salam. 

Di sini…
Aku tak bisa membawa apapun.
Rumah megah yang kubangun bukan lagi milikku, tabungan yang kusimpan, jabatan yang dulu kubanggakan. Semua hilang, entah ke mana. 

Kini yg ada hanya shalatku, sedekahku, dan doa orang-orang shalih yang mengingatku.


Aku ingat… dulu aku menahan hartaku, berpikir, “Untuk apa memberi? Aku masih butuh.”
Tapi hari ini, semua harta itu menjadi milik orang lain.
Sedangkan aku… aku membutuhkan satu pahala saja
untuk menyelamatkan diriku dari siksa.

Andai aku bisa kembali walau sehari saja…

Aku akan shalat dengan khusyuk,
aku akan beristighfar dengan air mata, aku akan keluarkan zakatku tanpa hitung-hitungan,
aku akan sedekahkan hartaku seakan-akan aku akan mati esok hari.
Karena sesungguhnya… aku memang mati esok hari,
hanya saja aku tidak tahu kapan “esok” itu datang.

Saudaraku…
Aku menulis ini bukan untuk diriku,
tapi untukmu yang masih punya kesempatan.
Jangan ulangi kelalaianku.
Jangan tunggu sakit untuk bertaubat.
Jangan tunggu tua untuk rajin ibadah.
Dan jangan tunggu kaya untuk bersedekah.
Karena kematian tidak menunggu kamu siap.

Jika kamu membaca ini,
ambil wudhu, tegakkan shalatmu, perbanyak dzikir,
baca istighfar, tunaikan zakatmu,
dan sedekahkan hartamu untuk jalan Allah.
Karena satu hari nanti,
kamu akan ada di tempat sepi seperti ini,
dan hanya amal yang akan menemanimu.

Doakan aku…
Doakan semua yang telah pergi mendahuluimu.
Semoga Allah ampuni kami,
luaskan kubur kami,
dan jadikan peristirahatan ini taman dari taman-taman surga.

Dan semoga kita semua kelak dipertemukan kembali,
bukan di liang yang gelap,
tapi di Jannah yang penuh cahaya.

Al-Fatihah untuk saudara-saudara kita yang telah wafat. 

Shalallahu alaa muhammad shalallahu'alaihi wassalam. 

Tidak ada komentar: