Laqadja akum rasulum


web stats

Rabu, 13 Agustus 2025

“Mengapa Kita Perlu Bermazhab?”

“Mengapa Kita Perlu Bermazhab?”

Kita semua ingin dekat dengan Allah, ingin setiap langkah sesuai syariat, ingin ibadah diterima tanpa cacat.
Namun, apakah kita mampu menyelami dalamnya lautan Al-Qur’an?
Apakah kita sanggup memetik mutiara hadis tanpa salah tafsir?


Al-Qur’an itu luas, hadis itu dalam, ada ayat yang umum, ada yang khusus, ada hukum yang telah mansukh, ada yang masih berlaku.
Tanpa bimbingan, kita bisa tersesat, karena menafsirkan agama tanpa ilmu adalah bahaya yang nyata.

Allah sudah berpesan:


“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.”(QS. An-Nahl: 43)

Rasulullah saw mengingatkan:
“Barang siapa menafsirkan Al-Qur’an dengan pendapatnya sendiri,
maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka.”

(HR. Tirmidzi)

Lalu, kepada siapa kita bertanya?
Kepada mereka yang ilmunya teruji,
para imam yang hidup dekat dengan generasi sahabat,
Imam Abu Hanifah, Malik, Syafi’i, Ahmad,
yang menghabiskan hidupnya menyelami lautan syariat.

Mazhab bukan sekadar nama,
ia adalah jalan selamat yang mereka tapaki dengan ilmu,
agar kita tak bingung di persimpangan,
agar ibadah kita tak jatuh dalam kesalahan.

Maka bermazhab bukan fanatik buta,
tapi bentuk tawadhu’ kita,
bahwa kita bukan mujtahid,
bahwa kita butuh bimbingan,
agar sampai ke hadirat-Nya dengan aman.

Tidak ada komentar: