Laqadja akum rasulum


web stats

Minggu, 24 Agustus 2025

WUDHU YANG MENAMPARKESADARAN

WUDHU YANG MENAMPAR

KESADARAN

Ia seorang pegawai yang baik. Taat bekerja, menjaga diri. Tapi iman itu naik turun. Godaan datang dari pegawai baru yang cantik.
Awalnya hanya sapa, lalu obrolan, hingga janji di hotel. Kamar sudah dibayar. Maksiat tinggal selangkah.

Sebelum semuanya terjadi, ia masuk kamar mandi untuk mandi. Seperti biasa, setelah mandi ia berwudhu.
Tapi ketika air membasuh wajah, hatinya tersentak:
"Untuk siapa kau berwudhu kalau setelah ini kau ingin maksiat?"

Air itu seperti menampar kesadarannya. Ia ingat firman Allah:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan jalan yang buruk.”
(Al-Isra’: 32)

Detik itu juga, ia ambil pakaiannya dan pulang. Tidak peduli kamar sudah dibayar, tidak peduli gengsi. Ia hanya ingin kembali sebelum terlambat.

Malam itu ia sujud lama sekali, menangis sambil mengulang ayat ini:

Innallaaha yuhibbut-tawwaabiina wa yuhibbul-mutathahhiriin.
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan diri.”
(Al-Baqarah: 222)

Ia teringat sabda Rasulullah saw:

“Tidaklah seseorang berwudhu, lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan: Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu, melainkan akan dibukakan baginya delapan pintu surga, ia boleh masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.” (HR. Muslim)

Dan juga sabda Nabi saw:

“Tidaklah seseorang hamba yang berwudhu, lalu membaguskan wudhunya, kemudian mendirikan salat dua rakaat dengan khusyuk hati dan wajahnya, melainkan surga wajib baginya.”
(HR. Muslim)

Itulah, rahmat Allah datang bukan lewat petir atau musibah, tapi setetes air wudhu yang menyelamatkan kita dari dosa besar.

Maka teruslah berwudhu setiap habis mandi terlepas sudah waktunya shalat atau belum. 

In syaa Allah, kita semua terhindar dari perbuatan dosa besar.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Shallallahu ‘ala Muhammad, shallallahu ‘alaihi wasallam.

Tidak ada komentar: