SAHABATKU FACEBOOKKU YG TERCINTA
Jazallahu anna muhammad saw bima huwa ahluh,
Aku sering melihat wajah-wajah letih para petani di kebun sawit, kopi, palawija, dan sawah.
Pagi sebelum matahari terbit, engkau sudah berangkat.
Tanganmu penuh lumpur, keringatmu bercucur,
dan semua itu engkau lakukan demi keluarga tercinta.
Betapa mulia pekerjaanmu.
Karena Rasulullah saw bersabda:
"Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada hasil usahanya sendiri." (HR. Bukhari).
Namun sahabatku… ada yang lebih penting dari sekadar panen.
ADA PANEN DI DUNIA, DAN ADA PANEN DI AKHIRAT.
Sawitmu bisa berbuah, kopimu bisa harum, padimu bisa menguning,
TAPI JIKA SHALATMU LAYU, PUASAMU GUGUR, ZAKATMU TERLEWAT…
maka ladang akhiratmu akan KERING KERONTANG.
Bayangkan ini…
Seorang petani sawit bangga melihat tandan-tandan berat.
Namun ia lupa menundukkan kepala di sajadah.
Seorang petani kopi tersenyum melihat biji merah memenuhi keranjang.
Namun ia lupa bahwa hatinya merah karena rindu shalat yang ditinggalkan.
Seorang petani sawah bersuka cita melihat bulir padi berisi.
Namun ia lupa bahwa di hadapan Allah, amalnya kosong tak berisi.
Sahabatku, hasil kebunmu hanyalah titipan, bukan milik sejati.
Sebab tanpa hujan, tanpa matahari, tanpa rahmat Allah,
tak akan ada buah, tak akan ada padi, tak akan ada kehidupan.
Allah berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara menyeluruh (kaffah), dan jangan ikuti langkah-langkah setan." (QS. Al-Baqarah: 208).
Masuk Islam secara kaffah artinya bukan meninggalkan kebun,
tapi mengingat Allah di tengah kebun.
Bukan berhenti bekerja,
tapi menyelipkan shalat di sela kerja.
Bukan menolak dunia, tapi menjadikan dunia sebagai jalan menuju akhirat.
Mari kita jaga sawah dan kebun kita, tapi lebih dari itu, mari kita jaga shalat kita.
Mari kita syukuri hasil panen,
dengan tidak lupa mengeluarkan zakat.
Mari kita kuatkan badan untuk bekerja, tapi jangan lemah untuk berpuasa.
Sebab panen dunia hanya sementara, SEDANGKAN PANEN AKHIRAT KEKAL SELAMANYA.
Ya Allah, sejukkan hati para petani kami.
Berikan berkah pada kebun dan sawah mereka.
Lembutkan hati mereka untuk mencintai shalat,
ringankan tangan mereka untuk menunaikan zakat,
dan kuatkan jiwa mereka untuk berpuasa.
Jadikan mereka petani di bumi, sekaligus petani di surga. Aamiin ya rabbal alamin, shalallahu'alaa muhammad shalallahu'alaihi wassalam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar