Laqadja akum rasulum


web stats

Rabu, 18 Februari 2026

Judul materi: “Puasa Tanpa Shalat: Sahkah? Bernilaikah? Ke Mana Arah Ibadahnya?”

Judul materi: “Puasa Tanpa Shalat: Sahkah? Bernilaikah? Ke Mana Arah Ibadahnya?”

Mukadimah (Membuka Kesadaran Jamaah)
Fenomena ini sangat nyata di masyarakat:
✔️ berpuasa penuh
❌ shalat wajib bolong-bolong
Ramadhan dijalani, tetapi Subuh sering tertinggal.
Maghrib dikerjakan, Isya ditinggal.
Tarawih semangat, shalat wajib justru lalai.
Pertanyaan penting bagi mubaligh:
Bagaimana hukum dan nilai puasa orang yang tidak melaksanakan shalat wajib secara lengkap?
Landasan Dasar: Puasa dan Shalat dalam Islam
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan haji ke Baitullah.”
(HR. Shahih Bukhari dan Shahih Muslim)
Penegasan mubaligh:
Shalat disebut sebelum puasa.
Artinya, shalat adalah fondasi, puasa adalah bangunan.
Bangunan tanpa fondasi tidak kokoh, bahkan bisa runtuh.
Status Puasa Orang yang Tidak Shalat (Pendekatan Ilmiah)
Pertama, dari sisi fiqih lahiriah
Mayoritas ulama menyatakan: • Puasa tetap sah secara hukum fiqih
• Karena puasa dan shalat adalah ibadah terpisah
Namun, sah tidak sama dengan bernilai tinggi.
Kedua, dari sisi nilai di sisi Allah
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makan dan minumnya.”
(HR. Shahih Bukhari)
Jika dusta dan maksiat saja bisa mengosongkan nilai puasa,
maka meninggalkan shalat wajib jelas lebih berbahaya.
Shalat adalah tiang agama, bukan amalan pelengkap.
Shalat Wajib: Garis Pemisah Serius
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat. Barang siapa meninggalkannya, maka ia telah jatuh dalam kekafiran.”
(HR. Tirmidzi)
Kupasan mubaligh (hati-hati dan bijak):
• Hadis ini menunjukkan betapa seriusnya perkara shalat
• Ulama berbeda pendapat soal status kafirnya
• Tapi semua sepakat: meninggalkan shalat adalah dosa besar yang sangat berbahaya
➡️ Maka puasa tidak bisa menjadi penebus meninggalkan shalat.
Analogi untuk Jamaah (Sangat Efektif)
Puasa tanpa shalat seperti: • Menanam padi tapi tidak menyiram
• Mengisi bensin tapi tidak menyalakan mesin
• Membersihkan rumah tapi membiarkan pintunya terbuka
Ada usaha, tapi tujuan tidak tercapai.
Kisah Nyata (Reflektif)
Ada orang berkata:
“Saya tidak shalat, tapi saya puasa penuh.”
Kalimat ini menunjukkan kesalahpahaman iman:
seolah-olah puasa bisa menggantikan shalat.
Padahal Rasulullah ﷺ tidak pernah mengajarkan:
“Jika berat shalat, cukup puasa saja.”
Yang ada justru sebaliknya:
shalat adalah penentu diterima atau tidaknya amal lain.
Dampak Ruhani Puasa Tanpa Shalat
Puasa tanpa shalat sering melahirkan: • emosi tetap kasar
• lisan tetap liar
• hati tetap keras
• Ramadhan berlalu tanpa perubahan
Mengapa?
Karena shalat adalah sumber cahaya, puasa adalah latihan pengendalian.
Tanpa cahaya, latihan menjadi gelap arah.
Sikap Bijak Mubaligh dalam Menyampaikan
Yang tidak boleh: ✗ langsung mengkafirkan
✗ merendahkan
✗ mematahkan semangat puasa
Yang harus dilakukan: ✔️ meluruskan pemahaman
✔️ mengajak bertahap
✔️ menanamkan urgensi shalat
✔️ menghubungkan puasa sebagai pintu kembali ke shalat
Kalimat kunci dakwah: “Puasa Anda baik, mari kita sempurnakan dengan shalat.”
Kesimpulan Tegas tapi Menyejukkan
• Puasa tanpa shalat sah secara fiqih, tapi sangat berisiko secara nilai
• Shalat wajib adalah penentu utama kualitas iman
• Puasa seharusnya mendorong shalat, bukan menggantikannya
• Ramadhan adalah kesempatan terbaik untuk kembali menegakkan shalat
Orang paling beruntung di Ramadhan bukan yang kuat menahan lapar,
tapi yang kembali tegak di hadapan Allah lima waktu sehari.
Doa Penutup (Latin & Terjemah)
Allahumma ihdina li shalatin mustaqimah wa shiyamin maqbul.
Ya Allah, bimbing kami untuk menegakkan shalat dengan benar dan puasa yang Engkau terima.
Allahumma la taj‘al shiyamana bila shalah, wa la shalatana bila khusyu‘.
Ya Allah, jangan Engkau jadikan puasa kami tanpa shalat, dan jangan pula shalat kami tanpa kekhusyukan.
Allahumma ruddana ilaika raddan jamilan.
Ya Allah, kembalikan kami kepada-Mu dengan kembalian yang indah.

Tidak ada komentar: