Laqadja akum rasulum


web stats

Kamis, 05 Maret 2026

LAPORAN TERAKHIR DARI LANGIT Cerpen: oleh Ismilianto

LAPORAN TERAKHIR DARI LANGIT
Cerpen: oleh Ismilianto

Malam itu sunyi.
Seorang lelaki baru saja meninggal. Tubuhnya terbujur kaku di ruang tamu rumahnya.

Keluarga menangis. Tetangga berdatangan. Ada yang membaca doa, ada yang menenangkan.

Namun di tempat yang tak terlihat oleh manusia, dua malaikat berdiri dekat jasad itu. Mereka adalah Malaikat Raqib dan Malaikat Atid.
Sejak lelaki itu lahir, keduanya tidak pernah berpisah darinya.
Setiap kata, setiap langkah, setiap niat— semuanya mereka catat.

Allah telah berfirman dalam Al-Qur'an:
“Ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, yang satu di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri.” (QS. Qaf: 17)

Malam itu buku catatan hidup lelaki itu akhirnya ditutup.
Malaikat di sebelah kanan membuka lembarannya.
Ia berkata pelan, seolah menahan sedih.
“Di sini tertulis beberapa kebaikan.
Sedekah kecil.
Beberapa doa untuk ibunya.
Beberapa langkah menuju masjid… tapi tidak banyak.”

Lalu malaikat di sebelah kiri membuka catatannya.
“Di sini tertulis kelalaian yang panjang.
Waktu salat yang sering berlalu begitu saja.
Azan yang ia dengar… tetapi ia tidak bangkit.”

Rumah itu masih dipenuhi tangisan manusia.
Tetapi dua malaikat itu sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih besar:
laporan hidup seorang manusia kepada Allah.

Di langit, para malaikat naik membawa catatan itu.
Rasulullah SAW bersabda:
“Para malaikat malam dan siang berkumpul pada salat Subuh dan Ashar, lalu mereka naik kepada Allah.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Namun malam ini bukan laporan harian.
Ini laporan terakhir.

Malaikat Raqib berkata:
“Wahai Tuhan kami…
kami datang kepadanya berkali-kali saat azan memanggil, tetapi ia sering memilih urusan dunia.”

Malaikat Atid melanjutkan:
“Wahai Tuhan kami…
waktu yang Engkau beri begitu panjang, namun salatnya sedikit.”

Buku amal itu ditutup.
Di bumi, manusia berkata:
“Dia orang baik.”
Tetapi di langit, yang dilihat bukan hanya ucapan manusia.
Yang dilihat adalah catatan salatnya.

Karena Rasulullah SAW telah bersabda:
“Amalan pertama yang dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah salat.” (HR. Imam Tirmidzi)

Malam semakin sunyi.
Tubuh lelaki itu sebentar lagi akan dimandikan, dikafani, dishalatkan, lalu dikuburkan.

Tetapi sesuatu yang lebih dahulu sampai ke langit adalah laporan hidupnya.
Dan sejak saat itu…
Tak ada lagi kesempatan menambah satu rakaat pun.
Tak ada lagi kesempatan memperbaiki satu sujud pun.
Karena buku catatan itu telah ditutup.

Dan suatu hari nanti, setiap manusia akan dipanggil untuk membacanya sendiri.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
“Bacalah kitab catatanmu. Cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghisab atas dirimu.” (QS. Al-Isra: 14)

Maka sebelum malaikat menutup buku hidup kita…
masih ada waktu untuk memperbaiki laporan itu.
Masih ada waktu untuk berdiri di sajadah. Masih ada waktu untuk membuat Malaikat Raqib menulis lebih banyak daripada Malaikat Atid.

Karena ketika kematian datang…
yang ikut bersama kita hanyalah catatan amal itu.

Tidak ada komentar: