Pagi yang Menyapa Jiwa
Pagi ini datang tanpa suara,
namun membawa pesan yang dalam…
tentang harapan yang tak pernah lelah menunggu,
dan tentang doa yang diam-diam sedang Allah kabulkan.
Embun masih setia di ujung daun, seolah mengajarkan kita— bahwa ketenangan itu bukan dicari jauh-jauh,
tapi dirasakan… saat hati berserah penuh.
Langit belum sepenuhnya terang, tapi bukankah itu tanda… bahwa gelap pun selalu punya batas?
Dan cahaya… pasti menemukan jalannya.
Maka pagi ini, jangan hanya membuka mata… bukalah juga hati, untuk syukur yang sering terlupa, untuk sabar yang hampir lelah,
dan untuk harapan yang nyaris padam.
Bisikkan pelan dalam doa:
“Ya Allah, jika hari ini aku berjalan… tuntun langkahku.
Jika aku lemah… kuatkan hatiku.
Jika aku sempit… lapangkan rezekiku.
Dan jika aku lupa… ingatkan aku pada-Mu.”
Karena sejatinya…
pagi bukan sekadar pergantian waktu,
tapi undangan dari langit—
untuk memulai lagi, dengan iman yang lebih dalam.
Selamat pagi Sobat semua...
Semoga hari ini,
lebih lembut dari kemarin,
dan lebih dekat kepada Allah dari sebelumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar