RAHASIA DZIKIR TAUHID JALAN REZEKI
Banyak orang berdoa meminta rezeki…
tetapi hatinya masih sangat bergantung kepada manusia.
Padahal para ulama berkata:
“Selama hati masih bersandar kepada makhluk, pintu pertolongan Allah belum terbuka sepenuhnya.”
Karena itu para ahli dzikir sering mengamalkan kalimat tauhid ini:
Lā ilāha illallāh qabla kulli aḥadin,
lā ilāha illallāh ba‘da kulli aḥadin,
lā ilāha illallāh yabqā wa yafnā rabbunā kullu aḥadin.
Artinya:
“Tiada Tuhan selain Allah sebelum segala sesuatu.
Tiada Tuhan selain Allah setelah segala sesuatu.
Tiada Tuhan selain Allah. Dia kekal, dan semua selain-Nya akan fana.”
Mengapa dzikir ini sangat dalam maknanya?
Karena ia mengajarkan tiga keyakinan besar.
Pertama.
Sebelum ada pekerjaan, sebelum ada pembeli, sebelum ada peluang…
Allah sudah ada.
Artinya rezeki tidak bergantung kepada manusia.
Kedua.
Setelah semua usaha selesai…
Allah juga yang menentukan hasilnya.
Karena tidak semua usaha langsung berhasil, tetapi Allah tahu waktu terbaiknya.
Ketiga.
Semua yang kita kejar di dunia ini akhirnya akan pergi.
Harta akan ditinggalkan.
Jabatan akan selesai.
Manusia akan berpisah.
Yang kekal hanya Allah.
Allah berfirman:
“Semua yang ada di bumi akan binasa, dan yang tetap kekal hanyalah Tuhanmu.”
(QS Ar-Rahman: 26–27)
Ketika seseorang benar-benar memahami ini, hatinya berubah.
Ia tetap bekerja…
tetapi tidak putus asa.
Ia tetap berusaha…
tetapi tidak gelisah.
Dan sering terjadi sesuatu yang menakjubkan.
Ketika hati sudah tidak terlalu bergantung kepada sebab dunia, Allah membuka sebab yang tidak pernah diduga.
Allah sendiri yang berjanji:
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
(QS At-Talaq: 2–3)
Karena itu jangan remehkan dzikir tauhid.
Kadang hanya 10 kali setiap hari, tetapi dibaca dengan hati yang yakin,
bisa mengubah cara kita memandang hidup.
Dan ketika hati berubah…
jalan hidup juga sering ikut berubah.
Tenangkan hati.
Kuatkan tauhid.
Karena pada akhirnya kita semua akan kembali kepada Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar