SYAIR DAKWAH
Suara dari Alam Kubur
Wahai sahabat yang masih bernyawa
Dulu kita duduk bercanda bersama
Kini aku diam di dalam tanah
Terpisah jauh dari dunia
Tangisan kalian kudengar sayup
Namun aku tak mampu menjawab
Dunia yang dulu terasa hidup
Kini tertutup oleh liang gelap
Andai waktu dapat kembali
Ingin rasanya sujud lagi
Memohon ampun kepada Ilahi
Atas dosa yang pernah terjadi
Wahai kalian yang masih berjalan
Gunakan waktu jangan sia-siakan
Karena ketika maut datang menjemput
Tak ada lagi kesempatan
Hikmah
Syair ini menggambarkan penyesalan manusia setelah kematian ketika ia menyadari bahwa kesempatan beramal sudah berakhir.
Allah menggambarkan keadaan tersebut dalam Al-Qur’an:
“Ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia agar aku dapat berbuat kebajikan terhadap yang telah aku tinggalkan.”
(QS. Al-Mu’minun: 99–100)
Ayat ini menjelaskan bahwa setelah manusia mati, ia ingin kembali ke dunia untuk memperbaiki amalnya, tetapi kesempatan itu sudah tidak ada lagi.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim no. 1631)
Hadis ini menunjukkan bahwa setelah kematian, manusia tidak lagi bisa menambah amal kecuali dari amal yang ditinggalkan semasa hidup.
Pelajaran dari syair ini
Selama kita masih hidup, pintu amal masih terbuka. Shalat, sedekah, dzikir, dan kebaikan kepada sesama adalah bekal yang kelak menerangi kubur.
Karena itu para ulama sering mengatakan:
Dunia adalah ladang menanam, sedangkan akhirat adalah tempat memanen.
Jika Pak Milit berkenan, saya juga bisa membuat satu lagi yang biasanya sangat kuat untuk dakwah dan sering membuat orang menangis ketika dibacakan, yaitu:
“Syair perjalanan ruh manusia dari sakaratul maut sampai masuk kubur.”
Syair jenis ini biasanya sangat dalam maknanya dan sering dipakai dalam ceramah tasawuf dan renungan akhirat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar