Antara Magrib dan Isya: Waktu yang Sering Diabaikan, Padahal Penuh Keajaiban
Pernahkah kita sadar…
justru di antara Magrib dan Isya, banyak hati yang kosong… tapi sedikit yang mengisinya dengan cahaya.
Allah berfirman:
"Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu petang dan setelah terbenam matahari." (QS. Ar-Rum: 17)
Waktu setelah Magrib… adalah waktu tenang,
langit mulai gelap…
dan doa-doa naik tanpa banyak gangguan.
Sayangnya, banyak yang justru sibuk dengan hal yang melalaikan.
Padahal… kalau kita isi dengan dzikir,
ia bisa menjadi penentu keberkahan malam kita.
Coba amalkan ini sebentar saja:
Dzikir antara Magrib dan Isya:
Allahumma ajirni minan naar
Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka (Baca 7 kali)
Laa ilaaha illa anta, subhaanaka inni kuntu minaz-zhaalimin
Artinya: Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sungguh aku termasuk orang yang zalim (QS. Al-Anbiya: 87)
Istighfar:
Astaghfirullahal ‘azhiim (minimal 33x)
Shalawat:
Allahumma shalli ‘ala Muhammad (minimal 10x)
Lalu… tutup dengan doa dari hati terdalam kita.
Ada kisah sederhana…
Seorang lelaki biasa, tidak dikenal siapa-siapa,
tapi ia punya satu amalan:
tidak pernah melewatkan dzikir antara Magrib dan Isya.
Ketika ditanya, apa yang ia rasakan?
Ia menjawab:
"Hidup saya tidak selalu mudah… tapi hati saya selalu terasa cukup."
Inilah rahasianya…
bukan pada banyaknya harta,
tapi pada ketenangan yang Allah turunkan di waktu-waktu yang kita jaga.
Malam ini…
jangan lewatkan begitu saja.
Duduklah sebentar…
angkat tangan…
dan bicara pada Allah…
Karena bisa jadi,
di antara Magrib dan Isya ini…
ada doa yang Allah kabulkan tanpa kita duga.
Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar