Laqadja akum rasulum


web stats

Kamis, 30 April 2026

MENUNGGU MAGRIB: SAAT LANGIT MENYAKSIKAN HATI

MENUNGGU MAGRIB: SAAT LANGIT MENYAKSIKAN HATI

Aku pernah melihat seorang lelaki tua di sudut masjid.
Ia datang sebelum Magrib, duduk tenang, tasbih di tangannya pelan bergerak.
Tak ada yang ia kejar, tak ada yang ia keluhkan.

Wajahnya damai… seolah ia sedang menunggu sesuatu yang sangat ia rindukan.
Aku dekati, lalu bertanya,
“Pak, kenapa selalu datang lebih awal?”

Ia tersenyum…
“Karena ini waktu yang sering manusia lalaikan. Padahal di sinilah doa mudah diijabah, dan hati paling dekat dengan Allah.”

Aku terdiam.
Sore hari… banyak orang sibuk dengan dunia:
menutup toko, mengejar kendaraan, atau tenggelam dalam urusan rumah.
Namun ada sebagian kecil orang… yang memilih duduk di masjid, menunggu Magrib.

Mereka bukan tidak punya urusan, tapi mereka tahu…
ada urusan yang lebih besar dari semua itu:
urusan dengan Allah.

Rasulullah SAW bersabda:
"Seorang hamba akan terus dianggap dalam salat selama ia menunggu salat berikutnya."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dan Allah berfirman:
"Fasabbih bihamdi rabbika qabla ghurubiha..."
"Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbenam." (QS. Qaf: 39)

Sore ini…
sebelum Magrib benar-benar datang, coba kita berhenti sejenak…
Duduk…
Tenangkan hati…
Angkat tangan perlahan…
Mungkin ada doa yang lama tertunda, mungkin ada harapan yang belum terwujud,
atau mungkin… ada dosa yang ingin kita minta ampun.

Karena bisa jadi…
di antara detik-detik menjelang Magrib ini,
Allah sedang membuka pintu langit…
dan menunggu siapa yang datang mengetuk.

Jangan biarkan sore berlalu tanpa dzikir, tanpa doa…
karena kita tidak tahu, Magrib yang mana… adalah Magrib terakhir kita.

Tidak ada komentar: