PAGI SETELAH SUBUH sebuah RENUNGAN
Pagi ini… udara masih dingin, langit belum sepenuhnya terang.
Sebagian orang baru saja selesai Subuh…
Sebagian lagi masih terlelap…
Dan sebagian… sudah tidak pernah bangun lagi selamanya. Di alam kubur, ada jiwa-jiwa yang menjerit dalam diam…
Mereka bukan minta harta…
Bukan minta jabatan…
Bukan minta umur panjang…
Mereka hanya minta satu kesempatan: hidup sebentar saja… untuk bersedekah.
Kenapa sedekah?
Karena di sana… mereka melihat sendiri:
Sedekah kecil yang dulu dianggap remeh…
ternyata menjadi cahaya.
Sedekah yang dulu ditunda-tunda ternyata menjadi penyesalan.
Allah sudah mengingatkan:
“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian…”
(QS. Al-Munafiqun: 10)
Lalu apa kata orang yang sudah terlambat?
“Ya Rabbku, sekiranya Engkau menunda kematianku sedikit saja, maka aku dapat bersedekah…”
(QS. Al-Munafiqun: 10)
Tapi pagi ini…
kita masih di sini.
Masih bisa bangun.
Masih bisa sujud.
Masih bisa memberi.
Ada kisah nyata…
Seorang ibu tua, setiap Subuh selalu memasukkan uang receh ke dalam sebuah kotak kecil. Tidak banyak, kadang hanya seribu atau dua ribu.
Anaknya pernah berkata: “Untuk apa, Bu? Kecil sekali…”
Sang ibu tersenyum: “Nak… yang kecil ini yang akan menolong ibu di kubur nanti…”
Beberapa waktu kemudian, ibu itu wafat. Dan orang-orang bermimpi melihatnya dalam keadaan lapang.
Ia berkata: “Jangan remehkan sedekah kecil… karena Allah melihat keikhlasan, bukan jumlahnya…”
Rasulullah SAW bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang rutin walaupun sedikit.” (HR. Bukhari no. 6464, Muslim no. 783)
Pagi ini… setelah Subuh…
jangan biarkan ia berlalu begitu saja.
Sisihkan sesuatu… walau sedikit.
Kirimkan pahala untuk orang tua kita. Niatkan untuk bekal kita sendiri.
Karena suatu hari nanti…
Kita juga akan berada di posisi mereka ingin kembali tapi tidak bisa lagi.
Selagi masih hidup… jangan tunda sedekah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar