Laqadja akum rasulum


web stats

Rabu, 22 April 2026

RENUNGAN PETANG

RENUNGAN PETANG

Shalallahu ‘ala Muhammad…

Petang ini matahari mulai tenggelam, dan umur kita pun ikut berkurang.
Di waktu seperti ini, mari kita dengarkan beberapa kisah berikut. 

Pertama, kisah seorang pedagang tua yang jujur

Di sebuah pasar kecil, ada seorang pedagang yang sudah renta. Dagangannya tidak banyak, keuntungannya kecil.

Suatu hari, seorang pembeli membayar lebih dari harga sebenarnya. Ia memanggil pembeli itu, lalu berkata,
“Ini kelebihan uangmu, saya tidak ingin membawanya  sebagai dosa.”

Orang-orang heran, “Pak, hidupmu saja susah, kenapa tidak diambil?” Ia menjawab pelan, “Karena saya ingin Allah cukupkan hidup saya, bukan harta saya.”

Rasulullah SAW bersabda:
“Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, shiddiqin, dan syuhada.”
(HR. Tirmidzi)

Kedua, kisah seorang ibu yang diam-diam bersedekah

Seorang ibu miskin setiap hari hanya memasak seadanya. Tapi anehnya, setiap Subuh, ia selalu menyisihkan segenggam beras dan meletakkannya di depan rumah tetangga yang lebih miskin darinya.

Suatu hari anaknya bertanya,
“Ibu, kita saja kekurangan, kenapa masih memberi?”
Ibu itu menjawab, “Nak, kita memberi bukan karena mampu… tapi karena kita percaya Allah Maha Mampu.”

Beberapa bulan kemudian, tanpa diduga, anaknya mendapat pekerjaan yang layak.

Allah berfirman:
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya…” (QS. Saba: 39)

Ketiga, kisah seorang lelaki yang menjaga lisannya

Ada seorang lelaki yang terkenal sangat pendiam. Ia jarang ikut membicarakan orang lain, bahkan saat orang lain sibuk bergunjing.

Ketika ditanya, ia berkata:
“Jika aku tidak punya pahala yang banyak, setidaknya aku tidak ingin menambah dosa dari lisanku.”
Bertahun-tahun ia menjaga diri…
Dan orang-orang akhirnya menghormatinya, bukan karena jabatan… tapi karena lisannya bersih.

Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Keempat, kisah seorang pemuda yang memilih taat

Di saat teman-temannya sibuk dengan hiburan dan kelalaian, ada seorang pemuda yang setiap malam memilih ke masjid, duduk berdzikir setelah Magrib hingga Isya.

Orang-orang menganggapnya “ketinggalan zaman”.
Namun suatu hari ia berkata:
“Aku hanya ingin dikenal di langit… meski tak dikenal di bumi.”

Kelak, pemuda seperti ini termasuk yang mendapat naungan Allah di hari kiamat…
saat tidak ada naungan selain naungan-Nya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kita ini sering ingin terlihat besar di mata manusia…
padahal yang menentukan hanyalah Allah.
Kita sering menunda kebaikan
seakan umur masih panjang.
Padahal berapa banyak orang yang pagi masih bersama kita,
petangnya ada dalam kubur.

Ya Allah…
Lembutkan hati kami di petang ini…
Jadikan kami hamba yang ringan bersedekah,
ringan tersenyum,
dan ringan untuk taat kepada-Mu…
Shalallahu ‘ala Muhammad…

Tidak ada komentar: