Laqadja akum rasulum


web stats

Selasa, 21 April 2026

SERIUSLAH dalam BERIBADAH (karena maut terus mengintai)

SERIUSLAH dalam BERIBADAH
(karena maut terus mengintai)

Nabi SAW bersabda dalam hadits qudsi:
“Wahai anak Adam, bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku tanggung kefakiranmu. Jika tidak, Aku penuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu.”
“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh mencari keridhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.”
(QS. Al-‘Ankabut: 69)
“Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan tekun.”
(QS. Al-Muzzammil: 8)
“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu ajal.”
(QS. Al-Hijr: 99)
“Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat… niscaya kamu memperoleh balasan yang lebih baik dan lebih besar.”
(QS. Al-Muzzammil: 20)
Suatu ketika, ada seorang pedagang sederhana di pasar. Ia bukan orang kaya, tapi ia menjaga satu hal: tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah di masjid.
Saat azan berkumandang, ia tinggalkan dagangannya begitu saja.
Orang-orang berkata, “Kau tidak takut rugi?”
Ia hanya tersenyum,
“Yang memberi rezeki itu bukan pembeli… tapi Allah.”
Aneh tapi nyata, dagangannya justru sering habis lebih cepat dari yang lain. Bahkan ada pembeli yang sengaja menunggu ia pulang dari masjid.
Ia tidak mengejar dunia… tapi dunia datang menghampirinya.
Ada lagi kisah seorang ibu tua. Tubuhnya lemah, jalannya tertatih. Tapi setiap malam ia bangun untuk tahajud.
Anaknya pernah bertanya,
“Ibu, kenapa masih bangun malam? Bukankah sudah tua?”
Ibu itu menjawab pelan,
“Justru karena sudah dekat waktuku pulang… aku ingin Allah ridha saat aku datang.”
Beberapa waktu kemudian, ia wafat dalam keadaan sujud di sajadahnya.
Ia tidak hanya menunggu ajal… ia menyambutnya dengan ibadah.
Dan ada seorang pemuda yang dulunya sibuk dengan dunia, lalai, bahkan jauh dari masjid.
Suatu hari ia menghadiri pemakaman temannya yang seusia.
Sejak itu, ia berubah.
Ia berkata,
“Aku sadar… yang mati itu bukan yang paling tua, tapi yang paling dulu dipanggil.”
Sejak hari itu, ia menjaga shalat, membaca Al-Qur’an, dan memperbaiki diri.
Hidupnya jadi lebih tenang, rezekinya terasa cukup, dan hatinya tidak lagi gelisah seperti dulu.
Saudaraku…
Jika kita serius membaca Al-Qur’an, kita akan sering mengkhatamkannya.
Jika kita serius shalat fardhu, kita akan menjaga berjamaah di masjid (bagi laki-laki) dan tepat waktu (bagi perempuan).
Jika kita serius ibadah, kita tidak akan meninggalkan tahajud dan dhuha.
Karena sejatinya…
kita ini bukan sedang mengumpulkan harta,
tetapi sedang mengumpulkan bekal pulang.
Sesibuk apa pun kita…
kita tetap butuh tiket menuju surga.
Jangan sampai kita sibuk di dunia,
tapi bangkrut saat menghadap Allah.
Semoga Allah memberi kita hati yang sungguh-sungguh dalam beribadah,
diberi keistiqamahan sampai akhir hayat,
dan dipanggil dalam keadaan husnul khatimah.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Tidak ada komentar: