Laqadja akum rasulum


web stats

Jumat, 15 Mei 2026

Jangan Biarkan Jumat Berlalu Tanpa Air Mata Taubat

Jangan Biarkan Jumat Berlalu Tanpa Air Mata Taubat

Matahari Jumat mulai tenggelam.
Sebagian orang sibuk menghitung keuntungan dunia,
tetapi sedikit yang duduk menghitung dosa-dosanya sendiri.
Padahal boleh jadi…
ini Jumat terakhir dalam hidup kita.

Ada seorang lelaki tua di sebuah kampung.
Setiap Jumat petang ia duduk di teras masjid setelah Asar.
Tasbihnya berputar pelan. Air matanya sering jatuh diam-diam.
Seorang anak muda pernah bertanya:
“Pak, mengapa setiap Jumat bapak selalu menangis?”

Orang tua itu menjawab lirih:
“Aku takut Jumat ini terakhir bagiku.
Aku takut datang kepada Allah sementara salatku masih bolong, lisanku masih menyakiti orang, dan dosaku belum selesai kuistighfari.”

Tidak lama kemudian, lelaki tua itu benar-benar wafat pada malam Jumat berikutnya.
Warga kampung berkata, malam terakhir sebelum wafat ia masih terlihat duduk di masjid menunggu Isya sambil membaca istighfar.

Betapa banyak manusia tertawa di penghujung Jumat,
tetapi lupa bahwa malaikat sedang menutup catatan amal pekanannya.

Allah berfirman dalam QS. An-Nur ayat 31:
“Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung.”

Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat satu waktu, tidaklah seorang muslim memohon kebaikan kepada Allah bertepatan dengan waktu itu melainkan Allah akan memberinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka sebelum Jumat pergi:
Istighfarilah dosa-dosa kita.
Maafkan orang yang pernah menyakiti kita.
Doakan orang tua yang telah tiada.
Perbanyak shalawat kepada Nabi saw.

“Ya Allah, jadikan penutup amal kami sebagai amal terbaik, dan jadikan hari terbaik kami adalah hari saat bertemu dengan-Mu.”

Tidak ada komentar: