Pagi ini, Ada Cerita
Di sebuah kampung kecil, ada seorang ayah tua yang setiap Subuh selalu berjalan tertatih menuju masjid. Pakaiannya sederhana, sandalnya tipis, kadang hujan mengguyur tubuhnya. Orang-orang mengira ia hanya lelaki biasa yang hidup pas-pasan.
Suatu hari ia meninggal dunia.
Anak-anak muda kampung masuk ke rumahnya untuk membantu keluarga. Mereka terkejut…
Di bawah tempat tidurnya ditemukan beberapa kaleng kecil berisi uang receh. Ada tulisan di tiap kaleng itu:
“Untuk anak yatim.”
“Untuk membantu orang sakit.”
“Untuk pembangunan masjid.”
“Untuk orang yang kelaparan.”
Ternyata selama hidupnya, ia menyisihkan uang sedikit demi sedikit dari hasil menjual pisang goreng keliling.
Lalu imam masjid berkata dengan mata berkaca-kaca:
“Beliau mungkin bukan orang kaya di dunia… tapi saya sering melihat beliau menjadi orang pertama yang datang ke masjid dan terakhir pulang setelah berdoa.”
Subhanallah…
Kadang yang membuat seseorang mulia di sisi Allah bukan mobilnya, bukan jabatannya, bukan rumahnya…
tetapi hatinya yang diam-diam dekat dengan Allah.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)
Pagi ini…
Tidak perlu iri melihat hidup orang lain.
Tidak perlu sedih jika belum dipuji manusia.
Sebab bisa jadi, amal kecil yang istiqamah justru lebih besar nilainya di langit.
Mungkin hanya sedekah seribu rupiah.
Mungkin hanya shalat Subuh berjamaah.
Mungkin hanya menahan lisan agar tidak menyakiti.
Mungkin hanya mendoakan orang tua setiap pagi.
Namun itu semua bisa menjadi cahaya yang menyelamatkan kita kelak.
Rasulullah SAW bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang terus-menerus walaupun sedikit.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Maka pagi ini…
Mulailah hari dengan hati yang bersih.
Perbanyak istighfar.
Jaga shalat.
Jangan sakiti orang lain.
Dan jangan pernah lelah menjadi baik meski tidak banyak yang melihat.
Karena ada Allah yang selalu melihat…
dan itu sudah lebih dari cukup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar