SEPOTONG DAGING QURBAN, NENEK MENANGIS
Saat panitia menyerahkan satu kantong daging qurban, sang nenek langsung terdiam… lalu menangis.
Panitia heran.
“Nek, kenapa menangis?”
Nenek itu menjawab dengan suara bergetar:
“Cucu saya sudah lama sekali ingin makan daging… tapi saya tak mampu membelinya…”
Allahu Akbar…
Bagi sebagian orang, daging hanyalah makanan biasa.
Tetapi bagi sebagian kaum duafa, itu adalah kemewahan yang mungkin hanya hadir setahun sekali. Inilah indahnya qurban.
Qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan.
Tetapi menyembelih ego, kesombongan, dan rasa cinta dunia berlebihan.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hajj ayat 37:
“Bukan daging dan darahnya yang sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan kalian.”
Betapa banyak orang kaya yang hartanya banyak, tetapi hatinya sempit untuk berbagi.
Namun orang yang berqurban sedang belajar menjadi hamba yang lembut hatinya.
Ia rela mengurangi hartanya agar orang lain bisa tersenyum.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah qurban.”
(HR. Tirmidzi)
Bayangkan…
Ada anak yatim yang tersenyum saat mencium aroma rendang.
Ada janda tua yang akhirnya bisa memasak daging untuk keluarganya.
Ada keluarga miskin yang malam itu makan bersama dengan penuh kebahagiaan.
Dan mungkin…
doa mereka naik ke langit untuk orang yang berqurban.
Kadang kita tidak sadar…
Bukan hanya kaum miskin yang menunggu qurban kita.
Tetapi keberkahan hidup kita juga sedang menunggu sedekah dan pengorbanan kita.
Maka jika Allah masih memberi kelapangan rezeki, jangan ragu berqurban.
Karena bisa jadi…
Seekor kambing yang kita keluarkan di dunia, menjadi penyelamat kita di akhirat.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang gemar berbagi, lembut kepada kaum duafa, dan diberi rezeki yang penuh keberkahan.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar