Laqadja akum rasulum


web stats

Sabtu, 16 Mei 2026

Silaturahmi Yang Sesungguhnya

Silaturahmi Yang Sesungguhnya

Kadang silaturahmi itu adalah menjawab telepon orang tua dengan suara yang lembut, meski kita sedang sibuk. Sebab bagi ayah dan ibu, bukan panjangnya percakapan yang paling mereka tunggu, tetapi rasa bahwa anaknya masih peduli dan tidak melupakan mereka.

Kadang silaturahmi itu adalah melangkahkan kaki mengunjungi saudara yang sedang sakit. Duduk sebentar di sampingnya, mendengarkan keluhannya, lalu mendoakannya dengan tulus.

Bisa jadi kunjungan sederhana itu lebih berharga daripada banyak bantuan yang mahal.

Kadang silaturahmi itu adalah belajar memaafkan keluarga sendiri. Menahan ego, mengubur gengsi, lalu memilih berdamai demi menjaga hubungan yang Allah cintai. 

Tidak mudah memang, apalagi jika hati pernah terluka. Tetapi orang yang mau menyambung kembali hubungan yang retak adalah orang yang sedang meninggikan derajatnya di hadapan Allah.

Dan kadang silaturahmi itu hanyalah menyapa lebih dahulu. Mengirim pesan singkat, menanyakan kabar, atau tersenyum kepada saudara yang sudah lama menjauh. 

Mungkin kita merasa, “Mengapa harus saya dulu?” Namun justru di situlah kemuliaannya. Karena yang paling mulia bukan yang menunggu disapa, tetapi yang mau memulai kebaikan.

Hubungan keluarga tidak selalu membutuhkan harta yang banyak. Kadang yang paling dirindukan hanyalah perhatian, sapaan, dan rasa ingin tetap saling memiliki.

Jangan sampai rumah kita ramai, tetapi hati antar keluarga terasa jauh. Jangan sampai kita mudah berbicara dengan orang lain, tetapi sulit berbicara lembut kepada keluarga sendiri.

Sebab silaturahmi bukan hanya tentang menjaga hubungan dengan manusia, tetapi juga jalan datangnya rahmat, ketenangan, dan keberkahan dari Allah.

Tidak ada komentar: