Jangan Tidur Terus Nanti Rezekimu Mencari Orang Lain
Cerpen: oleh Ismilianto
Pagi itu, embun masih menggantung di ujung daun. Burung-burung sudah bernyanyi, sementara matahari perlahan menyibak gelap.
Namun, di sebuah rumah sederhana, Arman masih terlelap.
Ibunya sudah beberapa kali mengetuk pintu.
"Man... bangun, Nak. Subuh sudah lama berlalu."
Tak ada jawaban.
"Kalau terus begini, kapan hidupmu berubah?"
Arman hanya membalikkan badan, lalu kembali tidur.
Hari demi hari berlalu. Ia selalu punya alasan untuk menunda. Menunda salat. Menunda bekerja. Menunda belajar. Menunda membantu orang tuanya.
Ia sering berkata, "Besok saja."
Padahal, tidak ada seorang pun yang dijamin bertemu dengan hari esok.
Suatu sore, kabar duka datang dari kampung sebelah. Seorang pemuda yang terkenal rajin, baru pulang bekerja, lalu mengeluh pusing. Tak lama kemudian ia meninggal dunia.
Usianya bahkan lebih muda daripada Arman.
Sejak hari itu, Arman mulai bertanya dalam hati,
"Kalau tadi yang dipanggil Allah adalah aku, bekal apa yang kubawa?"
Ia menangis.
Ia sadar, kemalasan bukan hanya membuat seseorang miskin. Kemalasan juga bisa membuat seseorang miskin amal.
Kisah seperti ini bukan sekadar cerita. Dalam kehidupan nyata, tidak sedikit orang yang menyesal karena terlalu sering menunda.
Ada yang baru ingin berbakti kepada orang tua ketika keduanya telah tiada.
Ada yang baru ingin rajin salat setelah divonis sakit keras.
Ada pula yang baru ingin bersedekah ketika hartanya telah habis.
Penyesalan memang selalu datang belakangan.
Allah telah mengingatkan dalam Al-Qur'an:
"Berlomba-lombalah kamu dalam mengerjakan kebaikan."
(QS. Al-Baqarah: 148)
Allah juga berfirman:
"Maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain."
(QS. Al-Insyirah: 7)
Ayat ini mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak boleh tenggelam dalam kemalasan. Selesai satu amal, lanjutkan dengan amal berikutnya.
Rasulullah SAW juga bersabda:
"Mukmin yang kuat lebih Allah cintai daripada mukmin yang lemah, walaupun pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu..."
(HR. Muslim no. 2664)
Dalam hadis lain beliau mengingatkan:
"Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu."
(HR. Al-Hakim, dinilai sahih oleh banyak ulama)
Kemalasan adalah pintu yang pelan-pelan menutup masa depan. Ia mencuri waktu tanpa terasa. Ia membuat amal tertunda, rezeki terhambat, ilmu tidak bertambah, dan cita-cita hanya tinggal angan.
Jangan malas untuk salat.
Jangan malas bekerja.
Jangan malas mencari ilmu.
Jangan malas membantu sesama.
Jangan malas berbuat baik.
Sebab kita tidak tahu, mungkin amal kecil yang kita lakukan hari ini adalah amal terakhir yang mengantarkan kita menuju surga.
Mulailah sekarang. Jangan tunggu besok. Karena yang kita miliki hanyalah hari ini, sedangkan besok masih menjadi rahasia Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar