Laqadja akum rasulum


web stats

Kamis, 04 Juni 2026

Memberikan Infak Dan Sedekah Kepada Kedua Orang Tua

Berikan Infak Sedekah Kepada Kedua Orang Tua 

Membantu orang tua yang membutuhkan lebih utama daripada bersedekah kepada orang lain, karena di dalamnya ada dua ibadah: sedekah dan berbakti kepada orang tua (birrul walidain).

Allah berfirman:
"Wa qadha rabbuka allaa ta'buduu illaa iyyaahu wa bil waalidaini ihsaanaa."
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua."
(QS. Al-Isra': 23)

Allah juga berfirman:
"Yas-aluunaka maadzaa yunfiquuna qul maa anfaqtum min khairin falil waalidaini wal-aqrabiina wal-yataamaa wal-masaakiini wabnis sabiil."
"Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah: harta apa saja yang kamu infakkan hendaklah diberikan kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang yang dalam perjalanan."
(QS. Al-Baqarah: 215)

Perhatikan bahwa dalam ayat ini, Allah menyebut kedua orang tua terlebih dahulu sebelum kerabat, yatim, dan miskin.

Rasulullah SAW juga bersabda:
"Anta wa maaluka li abiika."
"Engkau dan hartamu adalah milik ayahmu." (HR. Ibnu Majah)

Maknanya bukan ayah boleh mengambil seluruh harta anak sesuka hati, tetapi menunjukkan betapa besar hak orang tua atas bantuan dan perhatian anak.

Ada kisah seorang pemuda yang bekerja di kota besar. Setiap bulan ia menyisihkan sebagian gajinya untuk berbagai kegiatan sosial. Ia dikenal dermawan dan sering membantu banyak orang.

Suatu hari ia pulang kampung. Ketika masuk rumah, ia melihat ibunya menambal pakaian lama yang sudah berkali-kali dijahit. Ayahnya yang sudah sepuh masih pergi ke kebun dengan sandal yang hampir putus.

Ia bertanya kepada ibunya, "Mengapa tidak membeli yang baru?"
Ibunya tersenyum dan menjawab, "Kami masih bisa memakainya. Uangmu gunakan saja untuk kebutuhanmu."

Saat itu hatinya bergetar. Selama ini ia bangga membantu banyak orang, tetapi ternyata orang yang paling dekat dengannya hidup dalam keterbatasan tanpa pernah mengeluh.

Sejak hari itu ia mengubah kebiasaannya. Setiap bulan ia mengirim sebagian rezekinya untuk kedua orang tuanya terlebih dahulu. 

Beberapa tahun kemudian, ketika ayahnya wafat, ia menemukan catatan kecil di lemari ayahnya:
"Ya Allah, lindungilah anakku. Jangan putuskan rezekinya. Dia tidak pernah lupa kepada kami."

Pemuda itu menangis. Ia menyadari bahwa bantuan yang ia kirim sebenarnya tidak sebanding dengan doa yang setiap malam dipanjatkan kedua orang tuanya untuk dirinya.

Yang perlu diperhatikan
Jika orang tua memang membutuhkan bantuan nafkah, maka memberi mereka bukan hanya sedekah, tetapi juga kewajiban bagi anak yang mampu.

Banyak orang bersedekah jauh ke mana-mana, tetapi lupa bahwa ayah dan ibunya mungkin sedang menunggu perhatian, telepon, kunjungan, atau bantuan sederhana dari anaknya.

Rasulullah SAW bersabda:
"Ridha Allah tergantung pada ridha kedua orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka kedua orang tua."
(HR. Tirmidzi)

Karena itu, salah satu tempat terbaik untuk menanam sedekah adalah hati ayah dan ibu. Nilainya mungkin tidak terlihat oleh manusia, tetapi doanya dapat membuka pintu-pintu keberkahan yang tidak pernah disangka-sangka.

Tidak ada komentar: