PAGI INI ....
Ketika Pikun, Apakah Pahala Masih Mengalir?
Tidak sedikit orang yang di masa mudanya kuat, cerdas, hafal banyak hal, rajin bekerja, dan aktif beribadah. Namun ketika usia senja tiba, sebagian di antara mereka mengalami pikun. Mereka lupa nama anaknya, lupa rumahnya, bahkan terkadang lupa dirinya sendiri.
Allah telah mengingatkan hal ini dalam Al-Qur'an:
"Wallahu khalaqakum tsumma yatawaffakum, wa minkum man yuraddu ila ardzalil 'umuri likaila ya'lama ba'da 'ilmin syai'a."
"Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu, dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang dahulu telah diketahuinya." (QS. An-Nahl: 70)
Lalu bagaimana dengan orang yang pikun sebelum meninggal?
Jika pikunnya telah menghilangkan kesadaran dan kemampuan memahami kewajiban agama, maka Allah Yang Maha Adil tidak lagi membebaninya. Shalat, puasa, dan kewajiban lainnya gugur sesuai kemampuannya.
Yang lebih menenangkan, apabila semasa sehat ia rajin beribadah, maka kita berharap pahala amal-amal yang biasa dilakukannya tetap mengalir.
Rasulullah SAW bersabda:
"Apabila seorang hamba sakit atau bepergian, maka dicatat baginya pahala seperti yang biasa ia kerjakan ketika sehat dan mukim." (HR. Bukhari)
Ada sebuah kisah yang membuat hati bergetar.
Seorang kakek yang dahulu tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah mulai mengalami pikun. Ia tidak mengenali anak-anaknya dan sering lupa banyak hal. Namun suatu dini hari, menjelang Subuh, ia bangun dengan tergesa-gesa mencari sarung dan kopiahnya.
Ketika ditanya hendak ke mana, ia menjawab,
"Ayo ke masjid... nanti terlambat."
Padahal ia sudah tidak mengenali orang yang bertanya kepadanya.
Subhanallah...
Ternyata ingatannya kepada manusia telah memudar, tetapi kebiasaan menghadap Allah masih tersimpan kuat dalam jiwanya.
Karena itu, jangan menunda amal saleh. Biasakan shalat berjamaah, membaca Al-Qur'an, berdzikir, bersedekah, dan berbuat baik sejak hari ini.
Boleh jadi suatu saat tubuh kita melemah, ingatan kita memudar, dan lisan kita tak lagi mampu berdzikir. Namun amal-amal yang telah menjadi kebiasaan akan tetap menjadi cahaya yang menemani kita hingga akhir perjalanan.
"Jangan tunggu tua untuk menjadi ahli ibadah. Beribadahlah sejak muda, agar ketika tua datang, pahala tetap berjalan meski tenaga telah hilang."
Semoga Allah menjaga akal kita, memberkahi usia kita, dan mengakhiri hidup kita dengan husnul khatimah. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar