PETANG INI: JANGAN PUTUSKAN TALI SILATURAHMI
Di sebuah desa, dua orang kakak beradik tidak saling berbicara selama belasan tahun. Penyebabnya hanya sebidang tanah warisan yang nilainya tidak seberapa. Keduanya merasa paling benar.
Lebaran datang dan pergi tanpa saling berkunjung.
Suatu hari, sang adik mendapat kabar bahwa kakaknya sakit keras. Ia ingin datang, tetapi gengsi menahannya.
Beberapa bulan kemudian terdengar kabar:
"Kakak sudah meninggal dunia."
Di pemakaman, sang adik menangis tersedu-sedu sambil memegang tanah kuburan yang masih basah.
"Maafkan aku, Kak. Aku terlambat."
Kalimat itu keluar, tetapi sudah tidak terdengar oleh orang yang dituju.
Betapa banyak penyesalan di dunia ini lahir bukan karena tidak sempat marah, tetapi karena terlambat memaafkan.
Allah berfirman:
"Wal ya'fu wal yashfahu. Alaa tuhibbuuna ay yaghfirallahu lakum."
"Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah kamu ingin Allah mengampunimu?"
(QS. An-Nur: 22)
Ada pula kisah seorang ayah yang bertahun-tahun tidak berbicara dengan anaknya karena sebuah kesalahan. Sang anak berkali-kali ingin pulang meminta maaf, tetapi malu.
Takdir berkata lain.
Sebelum sempat pulang, sang anak meninggal dalam kecelakaan.
Saat melihat jenazah anaknya, sang ayah menangis sambil berbisik:
"Nak, Ayah sudah memaafkanmu. Mengapa Ayah tidak mengatakannya lebih cepat?"
Sejak hari itu, tidak ada lagi yang bisa diperbaiki selain penyesalan.
Rasulullah SAW bersabda:
"Laa yahillu limuslimin an yahjura akhaahu fauqa tsalaatsi layaalin."
"Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam." (HR. Bukhari dan Muslim)
Petang ini, mungkin ada saudara yang sudah lama tidak kita sapa. Mungkin ada sahabat yang pernah melukai hati kita. Mungkin ada keluarga yang hubungannya masih renggang.
Jangan tunggu sampai berita kematian datang. Jangan tunggu sampai kita berdiri di depan pusara. Jangan tunggu sampai kata "maaf" hanya menjadi air mata.
Karena memaafkan tidak membuat kita rendah.
Justru memaafkan adalah kemuliaan.
Allah berfirman:
"Wal kaazhimiinal ghaizha wal 'aafiina 'anin naas. Wallaahu yuhibbul muhsiniin."
"Orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan."
(QS. Ali 'Imran: 134)
Sebelum Magrib tiba, cobalah kirim satu pesan:
"Assalamu'alaikum, jika selama ini ada salah dan khilaf, saya mohon maaf."
Bisa jadi pesan sederhana itu menyelamatkan hubungan yang hampir putus. Bisa jadi itulah amal yang paling dicintai Allah pada petang ini.
Doa:
Allahumma allif baina quluubinaa, wa ashlih dzaata baininaa, wahdinaa subulas salaam, waj'alnaa minal mutasaamihiin wal mutaraahimiin.
"Ya Allah, satukan hati-hati kami, perbaikilah hubungan di antara kami, tunjukilah kami jalan keselamatan, dan jadikan kami termasuk orang-orang yang saling memaafkan dan saling menyayangi."
Aamiin ya Rabbal 'aalamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar