Laqadja akum rasulum


web stats

Rabu, 03 Juni 2026

SETEGUK YANG MERUSAK MASA DEPAN

SETEGUK YANG MERUSAK MASA DEPAN

Di sebuah rumah sakit, seorang pemuda berusia 24 tahun terbaring lemah. Dulu ia dikenal cerdas, ramah, dan penuh cita-cita. Namun kebiasaan minum minuman keras sejak usia belasan tahun perlahan merampas semuanya. 

Pekerjaan hilang, sahabat menjauh, orang tua menangis, dan kesehatannya hancur.

Ketika dokter menjelaskan bahwa fungsi hatinya rusak dan daya ingatnya menurun, ia hanya bisa menunduk sambil berkata:
"Andai waktu bisa diputar kembali, aku tidak akan menyentuh minuman itu sejak awal."

Kalimat seperti ini bukan hanya satu atau dua orang yang mengucapkannya. Banyak mantan pecandu alkohol menyesali langkah pertama yang dulu mereka anggap sekadar coba-coba.

Otak manusia adalah pusat kendali kehidupan. Saat seseorang mabuk, alkohol masuk ke aliran darah dan memengaruhi kerja otak.
Akibat yang sering terjadi:
• Daya ingat menurun.
• Konsentrasi melemah.
• Kemampuan mengambil keputusan menjadi buruk.
• Emosi menjadi tidak stabil.
• Risiko depresi dan gangguan mental meningkat.
• Dalam jangka panjang dapat merusak sel-sel otak.

Karena itulah banyak kecelakaan lalu lintas, perkelahian, tindak kriminal, dan keputusan fatal terjadi ketika seseorang berada dalam pengaruh alkohol.
Yang lebih menyedihkan, kerusakan itu sering terjadi saat usia masih muda, ketika otak sedang berada pada masa paling produktif untuk belajar dan berkembang.

Islam mengharamkan khamr (segala yang memabukkan) karena mudaratnya jauh lebih besar daripada manfaatnya.

Allah berfirman:
"Yaa ayyuhalladziina aamanuu innamal khamru wal maisiru wal anshaabu wal azlaamu rijsun min 'amalisy syaithaan fajtanibuuhu la'allakum tuflihuun."
"Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr, judi, berhala, dan mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah agar kamu beruntung." (QS. Al-Ma'idah: 90)

Rasulullah SAW bersabda:
"Kullu muskirin haram."
"Setiap yang memabukkan adalah haram." (HR. Muslim)

Perhatikan, Allah tidak mengatakan "kurangi", tetapi "jauhilah". Sebab banyak kehancuran besar berawal dari seteguk yang dianggap kecil.

Ada kisah seorang pemuda yang sangat berbakti kepada ibunya. Namun setelah bergaul dengan teman-teman yang gemar minum, ia mulai sering mabuk. Awalnya hanya pada malam minggu. Lama-kelamaan menjadi kebiasaan.

Suatu malam ibunya menelepon berkali-kali karena khawatir. Dalam keadaan mabuk, ia menjawab dengan suara keras dan membentak ibunya.

Beberapa jam kemudian kabar datang: ibunya terkena serangan jantung dan meninggal dunia.

Sejak hari itu, ia hidup dengan penyesalan yang tidak pernah selesai. Karena kalimat terakhir yang didengar ibunya adalah bentakan dari anak yang sangat dicintainya.

Masih Ada Jalan Pulang
Jika ada anak muda yang saat ini masih terjerumus dalam minuman keras, pintu taubat Allah masih terbuka.

Allah berfirman:
"Qul yaa 'ibaadiyalladziina asrafuu 'alaa anfusihim laa taqnathuu mir rahmatillaah."
"Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah." (QS. Az-Zumar: 53)

Banyak mantan pemabuk yang berubah menjadi pribadi yang saleh, sukses, dan bermanfaat bagi masyarakat. Mereka memutus pergaulan buruk, mendekat kepada masjid, memperbanyak istighfar, dan memulai hidup baru.

Hari ini mungkin seseorang masih memegang botol.
Tetapi besok ia bisa memegang Al-Qur'an.
Hari ini mungkin ia menjadi sumber kesedihan orang tua.
Tetapi besok ia bisa menjadi kebanggaan keluarga.
Jangan tunggu tubuh rusak, jangan tunggu otak melemah, jangan tunggu air mata orang tua jatuh karena penyesalan.

Karena masa muda adalah modal terbesar kehidupan. Jika dijaga dengan iman dan akhlak yang baik, ia akan menjadi cahaya dunia dan akhirat.

Tidak ada komentar: