KHUTBAH JUMAT
I. KHUTBAH PERTAMA
A. MUKADIMAH
Alhamdulillahi Rabbil 'alamin. Nahmaduhu wa nasta'inuhu wa nastaghfiruhu, wa na'udzu billahi min syururi anfusina wa min sayyi'ati a'malina.
May yahdihillahu fala mudhilla lah, wa may yudhlil fala hadiya lah.
Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh.
Allahumma shalli wa sallim wa barik 'ala Sayyidina Muhammad, wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.
Amma ba'du.
Ushiikum wa iyyaya bitaqwallah, faqad fazal muttaqun.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Judul: Jangan Menang Di Dunia, Tetapi Kalah Di Hadapan Allah!
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk istiqamah dalam iman, memperbanyak amal saleh, dan mengakhiri kehidupan dalam keadaan husnul khatimah.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Ada satu pertanyaan yang perlu kita renungkan bersama.
Sudah berapa lama kita hidup di dunia?
Dan sudah seberapa banyak bekal yang kita persiapkan untuk kehidupan akhirat?
Kita bekerja keras mencari kekayaan, membangun rumah, mengejar jabatan, dan mengumpulkan harta.
Namun, Sudahkah kita bekerja keras untuk mendapatkan ridha Allah?
Jangan sampai kita terlalu sibuk membangun kehidupan dunia, tetapi lupa membangun kehidupan akhirat.
Jangan sampai kita menang dalam persaingan dunia, tetapi kalah ketika berdiri di hadapan Allah SWT.
Allah berfirman dalam Al Hanya ayat 18:
Ya ayyuhalladzina amanuttaqullaha waltanzhur nafsum ma qaddamat lighad, wattaqullah, innallaha khabirum bima ta'malun.
Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."
Ayat ini mengingatkan kita agar selalu melakukan muhasabah, mengevaluasi diri, dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Ada tiga perkara penting yang harus kita persiapkan.
Pertama, jagalah shalat sebelum datang penyesalan.
Jangan pernah menganggap shalat sebagai beban kehidupan.
Shalat adalah kebutuhan jiwa, kewajiban seorang muslim, dan salah satu amalan pertama yang akan diperhitungkan pada hari kiamat.
Jangan karena sibuk bekerja kita meninggalkan shalat.
Jangan karena mengejar rezeki kita melupakan pemberi rezeki.
Jangan menunggu tua untuk rajin ke masjid, sebab tidak semua orang diberi kesempatan mencapai usia tua.
Rasulullah SAW bersabda:
Inna awwala ma yuhasabu bihi al-'ab du yaumal qiyamati min 'amalihi shalatuhu.
Artinya: Sebesar apa pun dosa kita, pintu taubat Allah tetap terbuka selama nyawa belum sampai di tenggorokan. ( HR Tirmidzi no 413).
Allah berfirman dalam QS. Az-Zumar ayat 53:
Qul ya 'ibadiyalladzina asrafu 'ala anfusihim la taqnathu mir rahmatillah, innallaha yaghfirudz dzunuba jami'a, innahu huwal ghafurur rahim.
Artinya: Katakanlah, Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."
Maka basahilah lisan kita dengan istighfar:
Astaghfirullahal 'azhim wa atubu ilaih.
Jangan hanya sibuk menghitung harta, tetapi hitunglah juga dosa dan amal kita.
Ketiga, perbaikilah hubungan dengan sesama manusia.
Jangan merasa sudah menjadi orang saleh apabila kita masih gemar menyakiti hati orang lain.
Jangan merasa ibadah kita sempurna apabila lisan kita masih dipenuhi fitnah, ghibah, dan perkataan yang menyakitkan.
Jika pernah menyakiti, mintalah maaf. Jika pernah mengambil hak orang lain, kembalikanlah.
Sebab, pada hari kiamat, harta dan jabatan tidak dapat digunakan untuk menebus pengampunan atas kezaliman kita.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Mari kita bayangkan sejenak perjalanan hidup kita.
Suatu saat rumah yang kita banggakan akan kita tinggalkan.
Harta yang kita kumpulkan akan diwariskan.
Jabatan yang kita perjuangkan akan digantikan.
Orang-orang yang kita cintai akan mengantarkan kita ke pemakaman, kemudian pulang meninggalkan kita.
Lalu apa yang menemani kita?
Iman dan amal saleh.
Karena itu, jangan menunda kebaikan selagi masih diberi umur, dan perbaikilah shalat kita dengan shalat berjamaah di mesjid.
Selagi masih diberi kesehatan, perbanyaklah sedekah.
Selagi masih diberi kesempatan, perbanyaklah membaca Al-Qur'an.
Selagi masih ada waktu, perbaikilah hubungan dengan Allah dan sesama manusia.
Jangan sampai penyesalan datang ketika kesempatan sudah tidak ada lagi.
Barakallahu li wa lakum fil Qur'anil 'azhim, wa nafa'ani wa iyyakum bima fihi minal ayati wadzikril hakim.
Aqulu qauli hadza, wa astaghfirullahal 'azhima li wa lakum, fastaghfiruhu, innahu huwal ghafurur rahim.
KHUTBAH KEDUA
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Hamdan katsiiran thayyiban mubaarakan fiih, kamaa yuhibbu rabbunaa wa yardhaa.
Asyhadu allaa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariikalah.
Wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.
Innallaaha wa malaa-ikatahu yushalluuna 'alan-nabiyy. Yaa ayyuhalladziina aamanuu shalluu 'alaihi wa sallimuu tasliimaa.
Allahumma shalli wa sallim wa barik ‘ala Sayyidina Muhammadin, wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.
Allahummaghfir lil-muslimiina wal-muslimaat, wal-mu’miniina wal-mu’minaat, al-ahyaa’i minhum wal-amwaat, waq dhial haa jaat.
Allahumma innaa nas’aluka rizqan halaa lan thayyiban,
wa qalban salii man, wa lisaa nan shaa diqan.
Allahummaghfir dzunuubanaa, wa kaffir ‘annaa sayyi’aatinaa, wa thah hir quluu banaa.
Allahumma baa rik lanaa fii arzaa qinaa, wa baa rik lanaa fii ahlii naa, wa baarik lanaa fii a’maa rinaa.
Ya Allah, jadikan rezeki kami rezeki yang halal dan penuh keberkahan.
Jauhkanlah kami dari harta yang haram.
Ya Allah, jagalah lisan kami dari dusta, ghibah, fitnah, dan ucapan yang menyakiti.
Ya Allah, bersihkan hati kami dari iri, dengki, sombong, dendam dan segala penyakit hati.
Ampunilah dosa kami.
Dan dosa kedua orang tua kami.
Ampunilah dosa pasangan kami, anak-anak kami, keluarga kami dan seluruh kaum Muslimin dan Muslimat.
Ya Allah, bagi saudara-saudara kami yang sedang sakit, berikan kesembuhan.
Bagi yang sedang mengalami kesulitan, mudahkan urusannya.
Bagi yang sedang berutang, berikan kemampuan mereka untuk melunasinya.
Bagi yang sedang mencari rezeki, bukakan pintu rezeki yang halal dan berkah.
Bagi keluarga kami, jadikan mereka keluarga yang mencintai Al-Qur’an, mencintai shalat, mencintai kebaikan dan menjauhi kemaksiatan.
Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban-naar.
‘Ibā dallah, innallaaha ya’muru bil-‘adli wal-ihsaani wa iitaa ’idzil-qurbaa, wa yanhaa ‘anil-fahsyaa ’i wal-munkari wal-baghy.
Ya’izhukum la’allakum tadzakkaruun.
Fadzkurullaaha yadzkurkum, wasykuruuhu ‘alaa ni’amihi yazidkum, wa la dzikrullaahi akbar, wallaahu ya’lamu maa tash na’uun.
Aqi mish-shalaah....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar