Wanita Muslimah Dilecehkan Orang Yahudi maka Turun Ayat Perintah Berjilbab
Kisah ini terkait perintah berjil bab dalam Al-Ahzab ayat 59.
Riwayat Peristiwa
Pada masa itu, di Madinah, wanita sering keluar ke tempat terbuka (seperti hutan atau kebun) untuk buang hajat karena belum ada fasilitas toilet di rumah-rumah. Suatu ketika, seorang wanita Muslimah keluar pada malam hari untuk buang hajat. Di tengah perjalanan, ia diganggu oleh seorang pria dari kalangan Yahudi.
Pria tersebut mengira bahwa wanita itu bukan dari kalangan Muslimah karena cara berpakaian yang mirip dengan budak perempuan pada masa itu (budak tidak diwajibkan berjilbab). Wanita tersebut melaporkan kejadian ini kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai respon atas kejadian ini, Allah menurunkan Surah Al-Ahzab ayat 59, yang memerintahkan wanita Muslim untuk mengenakan jilbab guna membedakan mereka dari budak perempuan dan agar tidak diganggu.
"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali dan tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
Hikmah Turunnya Ayat
Perintah berjilbab bertujuan untuk memberikan identitas yang jelas kepada wanita Muslimah agar mereka dihormati dan terhindar dari gangguan.
Dengan jilbab, wanita Muslimah lebih terlindungi dari pelecehan atau fitnah, karena telah melaksanakan perintah Allah SWT, maka dengan berjilbab akan dijaga Allah.
Ayat Terkait (Surah An-Nur: 31)
Allah SWT berfirman:
"Katakanlah kepada wanita yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki yang tidak memiliki keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.'" (QS. An-Nur: 31)
Makna Ayat
"Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya": Kata "khimar" dalam ayat ini merujuk pada kerudung yang sudah lazim digunakan oleh wanita Arab sebelum Islam. Namun, kerudung tersebut biasanya hanya menutupi kepala tanpa menutup dada. Islam memerintahkan agar kerudung juga menutupi dada sebagai bentuk kesopanan dan perlindungan aurat.
"Janganlah mereka menampakkan perhiasannya": Maksudnya, wanita tidak boleh memperlihatkan bagian tubuh atau pakaian yang dapat menarik perhatian orang lain, kecuali apa yang biasa tampak (seperti wajah dan telapak tangan, menurut mayoritas ulama).
"Jangan menghentakkan kakinya": Larangan ini bertujuan agar wanita tidak menarik perhatian dengan memperdengarkan suara perhiasan seperti gelang kaki.
Hadits Terkait
Larangan menampakkan aurat di luar batas yang diperbolehkan Dari Aisyah RA, Nabi SAW bersabda:
"Wahai Asma, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah mencapai usia baligh, tidak boleh terlihat darinya kecuali ini dan ini (sambil menunjuk wajah dan telapak tangannya)."
(HR. Abu Dawud, no. 4104; dishahihkan oleh Al-Albani.)
Rasulullah SAW bersabda:
Wanita adalah aurat. Apabila ia keluar (tanpa menutup aurat), maka setan akan menghiasinya (dengan godaan). Maka tempat terdekat baginya adalah tetap berada di rumahnya." (HR. Tirmi dzi, no. 1173; Hasan Sahih.)
4. Hikmah dari Ayat dan Hadits
Kesopanan dan kehormatan: Islam mengajarkan tata cara berpakaian yang menjaga kehormatan wanita.
Perlindungan dari fitnah: Dengan menutup aurat, wanita terlindung dari pandangan dan niat buruk orang lain.
Simbol ketaatan kepada Allah: Menutup aurat menunjukkan ketaatan kepada perintah Allah dan Rasul-Nya.
Kesimpulan
Surah An-Nur ayat 31 memberikan panduan yang jelas tentang kewajiban wanita Muslim untuk menutup aurat, terutama dengan menutup kepala dan dada. Hal ini diperkuat oleh hadits-hadits Nabi Muhammad SAW yang menekankan pentingnya kesopanan dalam berpakaian sebagai bentuk menjaga martabat, kesucian, dan kehormatan wanita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar