Laqadja akum rasulum


web stats

Rabu, 07 Februari 2024

BERPOLITIK JANGAN DIANGGAP LAHAN KERJA

BERPOLITIK JANGAN DIANGGAP LAHAN KERJA

Seharusnya politik itu diisi oleh orang-orang baik. Orang-orang yang tidak menjadikan politik sebagai lahan pekerjaan, melainkan dijadikan sebagai pengabdian pada kepentingan orang banyak, utk berbangsa, dan bernegara.

Jika ada orang baik ikut berpolitik, maka dukung mereka. Jika orang baik ikut kontestasi politik, maka menangkan mereka. Jangan biarkan dia bertarung sendiri. Karena kemakmuran negeri ada di pundak mereka. 

Orang baik yang berpangku tangan melihat politik yang buruk maka dia adalah POLITISI yang buruk pula. Orang baik yang membiarkan partai politik MEMBUSUK maka dia adalah politisi yang BUSUK pula. Karena percuma menganggap diri baik kalau tak bermakna bagi publik.

Sehingga orang baik sejati adalah orang yang berani masuk dalam lumpur kepentingan khalayak, tetapi tidak belepotan saat keluar lumpur tsb.  Banyak orang baik terlihat baik saat jauh dari politik, tetapi saat masuk dunia politik segera terlihat bobroknya dan belang aslinya. 

Memang politik praktis berurusan dengan soal menang kalah. Tetapi ingat, menang kalah pun harus mulia caranya, sebab tiada guna kemenangan tanpa keberkahan. Tidak berkah akan dekat dg serakah. Serakah adalah satu sifat buruk yang tak layak dimiliki oleh orang-orang beriman. Karena serakah, seseorang akan berperilaku bengis, dzolim terhadap orang lain,  lebih mementingkan diri sendiri, keluarga, dan para sekutunya, ketimbang mempedulikan kemaslahatan umum.

Zaman kini, terjun ke dunia politik semakin MENARIK karena dengan politik orang bisa menghitung, gaji 10 jt per bln selama 5 tahun bisa menjadi  600 jt.  Itulah makanya semakin banyak orang yang beralih kedunia politik, karena tak ada orang politik yang miskin. 

Padahal, TARGET politik adalah untuk mencapai kehidupan yang adil dan sejahtera, untuk mencapai cita cita  luhur pembangunan bangsa. Berpolitik juga harus mengutamakan FASTABIQUL KHAIRAT artinya tetap mengutamakan tolong menolong dalam kebaikan untuk menuju masyarakat yg sejahtera fiddunya wal akhirah. Tidak boleh pakai ungkapan HARAM HARAM HANTAM dalam mencapai kemenangan.

Oleh karena itu, politik  jangan hanya di panggung sandiwara tapi harus berada pada dunia nyata yang dipenuhi sejuta tantangan. Politik harus punya visi dan misi yg hrs dilaksanakan ketika sdh menang, dan tak boleh hanya obral sejuta janji. 

Dengan demikian,  tak boleh ada Partai menjadi hanya tinggal nama tanpa gaung, hanya identitas permukaan tanpa wibawa yang terus terbentuk  oleh gemuruh berita oknum politisi yang korupsi, asusila, dan mementingkan ambisi pribadi.

Kemenangan politik itu perlu, tapi terlalu mahal ongkosnya jika harus mengorbankan nurani dan akal budi rakyat kita.
Tak bisa dipungkiri,  sesungguhnya Rakyatlah sang PENGADIL dan PENENTU kemenangan. Karena rakyatlah yang menentukan apakah parpol itu yang jadi pilihannya atau tidak. Rakyatlah pemilik kedaulatan bernegara lewat suara pilihannya. Maka pilihlah orang yg banyak kebaikannya, dan pilihlah mereka yg sedikit keburukannya. 

Semoga mimpi kita menjadi NEGERI yang BALDATUN THAYYIBATUN WA RABBUN GHAFUR atau negeri yg makmur , aman, lg terus mengharapkan ampunan Allah, akan bisa terwujud, aamiin yaa rabbul 'aalamiin.

.

Tidak ada komentar: