Laqadja akum rasulum


web stats

Rabu, 07 Februari 2024

Berpolitik yang Indah

Berpolitik yang Indah

Berpolitiklah pakai etika  dg cara mengajak kepada perilaku yang amar makruf nahi mungkar, bukan perilaku ikut hawa nafsu dan ambisi pribadi.

Sehingga terasa aneh kita melihat orang yang hanya  ingin menang sendiri  dan  memaksakan kehendaknya agar orang lain sama seperti dirinya, masya Allah. Padahal Alquran sudah menganjurkan kita agar Berbuat Baik  kepada siapa saja, partai apapun dia, karena  hal tsb lebih mendekatkan kita kepada ketaqwaan semata.

Fenomena kini,  tak sedikit politisi   yg saling memusuhi karena AMBISI pribadi. Tak jarang alih profesi jadi tukang fitnah yg berujung lapor polisi. Entah kapanlah kita berpolitik yg indah dg mengutamakan redho Allah. Sehingga yg kalah masih mulia di sisi Allah dan yg menang pun kian terhormat menjalankan amanah. 

Coba bayangkan : 

Orang atheis dimusuhi karena tidak bertuhan. Orang bertuhan dimusuhi karena tuhannya beda. Punya Tuhan yg sama dimusuhi karena nabinya beda. Punya Nabi sama dimusuhi karena alirannya beda. Alirannya sama dimusuhi karena pendapatnya beda. Pendapatnya sama dimusuhi karena partainya beda.  Partainya sama dimusuhi karena kualitas dan penghasilannya beda.

LANTAS .... Apa kamu mau hidup sendirian di muka bumi ini yg notabene bisa menang sendiri dan kalahpun juga sendiri.

Kau tahu apa yang dilakukan Nabi Muhammad saw pada seorang yahudi tua yang tiap hari meludahinya. Dan tiap hari pula melemparinya dg  kotoran? Tapi  ketika yahudi itu sakit  tetap saja Muhammad saw menjenguk dan mendoakan agar ia sembuh.

Kau tahu apa yang dilakukan Muhammad saw pada seorang yahudi buta yang setiap hari mencacinya? 
Akan tetapi setiap hari pula  si buta itu ia suapi  makanan  tanpa diketahuinya  bahwa yang menyuapinya adalah Muhammad saw yg saban hari ia caci maki. 

Itulah perilaku Islami sebagai agama yg sempurna.  Maka berislamlah seperti Muhammad saw, bukan berislam seperti ego dan ambisi pribadimu, yg mau menang sendiri, yg memaksakan kehendak dg cara tak santun lagi tak menghargai.

Subhanallah .... alangkah indahnya negeri yg berumara' seperti itu. Sudahkah Anda berpikir BEGITU, sebelum bincang politisi. Kalau ternyata BELUM maka siapkanlah segala sisi, mulai ilmu dan strategi yg mumpuni sampai materi dan amunisi.
Sehingga bisa memimpin negeri dg hati nurani. 

Semoga kita bisa menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr yaitu negeri yg baik yg mendatangkan ampunan Allah, aamiin yaa rabbul 'aalamiin.

.

Tidak ada komentar: